Saham

Saham BTPS: Emiten Bank yang Menghuni di Indeks LQ45

saham btps

Ajaib.co.id – Kenalan yuk dengan salah satu bank syariah yang terjun di bursa saham yakni saham BTPS. Saham ini telah menghuni indeks pasar saham LQ45.

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan BTPS, merupakan bank yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Emiten bank syariah ini bergerak di sektor pendanaan dan pembiayaan, salah satu produk atau layanan yang ditawarkan kepada masyarakat seperti Tepat Deposito, Tepat Tabungan, Tepat Platinum, dll.

Kapan Perusahaan BTPS Melakukan IPO?

BTPS (Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk) pertama kali melantai di bursa saham pada 8 Mei 2018. Kala itu, BTPS melepas 770.370.000 lembar saham ke publik. Dengan harga saham BTPS saat IPO seharga Rp975/saham, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp751,11 miliar.

Selain itu saat IPO 2018 lalu, harga saham BTPS juga langsung mengalami kenaikan di hari yang sama sebesar 49,74% menjadi Rp1.460/saham.

Kepemilikan Saham BTPS

Saat ini, komposisi kepemilikan saham BTPS dimiliki oleh di antaranya:

  • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (70%).
  • Publik (29,97%).
  • Treasury stock (0,3%).

Sebelum menjadi nama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS), bank ini menggunakan nama Bank Sahabat Purba Danarta yang kemudian diakuisisi oleh BTPN pada 2014 lalu dengan kepemilikan saham sebesar 70%.

BTPS adalah Salah Satu Bank Syariah Paling Menguntungkan

Pada 2018, BTPS mencatatkan laba bersih mencapai Rp965 miliar, atau naik sebesar 44% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini membuat BTPS menjadi bank syariah paling menguntungkan di tahun tersebut.

Di 2019, BTPS juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 45% menjadi Rp1,4 triliun. Pertumbuhan laba bersih sejak memutuskan IPO pada Mei 2018 lalu ini berkat adanya digitalisasi di setiap lini, baik kantor maupun lapangan. Proses automasi di lapangan dapat menambah produktifitas para tim dalam melayani nasabah.

Pendapatan terbesar BTPS berasal dari sektor pembiayaan yang naik hingga 23,7% menjadi Rp9 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp7,3 triliun. Di tahun 2020, BTPS berfokus terhadap pembiayaan dalam kategori ultra mikro dengan pinjaman Rp1.500.000 – Rp50.000.000.

Keterlibatan BTPS di bursa saham menjadikan BTPS bank syariah kedua yang terjun di pasar modal, setelah PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS). Saat ini, saham BTPS termasuk penghuni saham LQ45.

LQ45 terdiri dari 45 perusahaan terbaik berdasarkan kriteria-kriteria tertentu seperti tingkat likuiditas. Termasuk dalam 60 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi selama 1-2 bulan terakhir, dengan nilai transaksi pasar secara reguler selama 12 bulan terakhir.

Selain itu, prospek keuangan dan pertumbuhan juga menjadi salah satu kriteria penilaian yang dipertimbangkan bagi saham-saham yang menghuni LQ45.

Perubahan emiten saham di LQ45 akan terus dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Inilah mengapa seringkali saham-saham yang termasuk ke dalam daftar LQ45 disebut sebagai saham favorit ataupun unggulan. Sebab, bisa menjadi acuan dari pergerakan harga saham yang digunakan oleh investor, trader, dan juga para analis pasar.

Bagaimana Prospek Saham BTPS di 2020?

Seperti yang sudah Ajaib jelaskan bahwa saham BTPS ini sudah termasuk ke dalam LQ45 untuk periode Februari – Juli 2020. Di mana, saham BTPS menjadi salah satu saham unggulan dan favorit bagi para investor.

Dikutip dari Investor.id, berdasarkan data RTI Business, saham BTPS berhasil menjadi salah satu saham yang mencetak keuntungan tertinggi pada perdagangan sesi I (6/4/2020). Lantaran, saham BTPS mencatatkan kenaikan hingga 11,36% atau naik 205 poin menjadi Rp2.010/saham.

Dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 16,09 triliun dan menduduki urutan ke-12 dari 44 emiten saham di sektor industri terkait. Hal ini tentu saja positif bagi saham BTPS, pada perdagangan (3/4/2020), harga saham BTPS anjlok hingga 5,99% menjadi Rp1.805/saham.

Saat itu, harga saham BTPS mengalami penurunan harga yang paling tinggi dibanding emiten-emiten lainnya seperti INDF, LPPF, dan lain sebagainya. Namun yang menjadi keraguan dan kekhawatiran saat ini bagi para investor pasar modal (saham) adalah dampak yang ditimbulkan dari adanya penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia, tak terkecuali di luar negeri sekalipun.

Sebab, ketika wabah virus corona merebak di Indonesia, hal ini menjadi pukulan yang amat besar bagi saham-saham di berbagai sektor industri manufaktur, perbankan, properti, dll. Namun sektor industri paling terdampak karena virus corona adalah properti dan industri manufaktur.

Namun, untuk sektor perbankan hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, saham-saham perbankan yang termasuk ke dalam indeks seperti LQ45 dan lain sebagainya. Diyakini dapat bangkit dari keterpurukan ini, karena mereka memiliki kekuatan arus kas yang sangat baik. Ini pula yang dialami oleh BTPS.

Apalagi, fokus bisnis dari BTPS adalah pembiayaan, di mana sektor bisnis ini dianggap sangat berisiko, yang mengalami kenaikan dan penurunan suku bunga kredit. Saat ini Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,5%. Untuk mengantisipasi risiko dari pembiayaan yang dianggap berisiko, pihak BTPS melakukan skema penyaluran secara kelompok.

Pihak pemegang saham BTPS dijadwalkan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 April 2020. Hal ini untuk mengambil kebijakan dan aksi korporasi di saat ketidakpastian akibat adanya virus corona.

Tercatat setelah melantai di bursa saham, saham perbankan ini belum pernah sekalipun membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Namun, pembagian dividen pastinya akan selalu menjadi agenda pembahasan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berlangsung.

Demikianlah infomasi yang bisa Ajaib berikan terkait saham BTPS, bank umum syariah yang telah terjun melantai ke bursa saham sejak Mei 2018. Di mana, kiprahnya di bursa saham memberikan keuntungan bagi investor sebagai salah satu saham syariah yang paling menguntungkan saat ini.

Namun, bagi kamu yang ingin mencari alternatif investasi lainnya, kamu bisa memilih produk investasi reksa dana di platform Ajaib, selain itu juga tersedia produk reksa dana syariah yang dijamin aman dan halal untuk diinvestasikan.

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, I., & Hadi, Y. L. (2009). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Bandung: Alfabeta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait