Analisa Saham, Saham

Saham TCPI: Emiten Selalu Cetak Laba Bersih, Layak Dikoleksi?

Sumber: Transcoal Pacific

Ajaib.co.id – Saham TCPI termasuk anak baru di bursa saham. Meski demikian saham ini memiliki kerja yang cukup, karena selalu mencetak laba bersih. Layakkah dikoleksi? Untuk selengkapnya, yuk simak bedah saham TCPI berikut ini.

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) adalah perusahaan penyedia jasa transportasi dan logistik laut di Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak 2007 ini memiliki kegiatan usaha menyewakan kapal, pengangkutan barang menggunakan kapal tongkang dan kapal tunda, serta menjadi agen kapal berbendera Indonesia maupun asing.

Pada 06 Juli 2018, perseroan melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode TCPI. Harga perdana saham TCPI adalah Rp234. Kini harga sahamnya melonjak menjadi Rp8.975, pada penutupan bursa 17 Februari lalu.

Adapun pemegang sahamnya, PT SariNusantara Gemilang sebagai pemegang saham mayoritas menguasai 56% saham, Karya Permata Insani memiliki porsi 24%, dan 20% sisanya dimiliki oleh publik .

Kinerja Perusahaan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laporan keuangan terakhir TCPI, ROA dan ROE menurun signifikan. Hal ini menunjukkan perseroan belum maksimal menghasilkan keuntungan. Sedangkan data NPM dan DER belum tersedia.

Rasio Q3 20019Q3 2020
ROA9,23%1,92%
ROE21,33%4,06%
NPM
DER

Laporan keuangan TCP untuk kuartal III-2020, total aset perseroan senilai Rp2,86 triliun atau sedikit menurun dibanding kuartal III-2019 dengan Rp2,96 triliun. Total liabilitas atau kewajiban adalah Rp1,4 triliun, kuartal yang sama tahun sebelumnya Rp1,58 triliun.

Untuk total ekuitas senilai Rp1,4 triliun, sebelumnya Rp1,37 triliun. Pendapatan bersih sebesar Rp1,2 triliun, sebelumnya Rp1,7 triliun. Laba bersih senilai Rp42,4 miliar atau turun drastis dibanding kuartal yang sama tahun Rp210 miliar.

Riwayat Kinerja EXCL

Berikut ini riwayat kinerja TCPI, dikutip dari laman transcoalpacific.com:

Komponen 20152016201720182019
Pendapatan USD333,536USD558,529USD642,814USD2,28 jutaUSD2,28 juta
Total AsetUSD754,206USD732,173USD844,995USD2,75 juta3,07 juta
Laba BersihUSD34,107USD86,239USD88,700USD265,610USD269,489
Total LiabilitasUSD520,340USD403,788USD358,357USD1,5 jutaUSD1,6 juta

Catatan: dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Berdasarkan data di atas, pertumbuhan perusahaan dalam cukup baik. Meski liabilitas meningkat dua tahun belakangan ini, perseroan mampu membukukan laba bersih. Perusahaan dapat menggunakan asetnya untuk mencetak keuntungan.

Dividen Kepada Pemegang Saham

Emiten pendatang baru di bursa saham ini telah memberikan dividen kepada para pemegang saham. Dividen tunai pertama TCPI untuk tahun buku 2018 adalah Rp15,5 per lembar saham. Sedangkan dividen untuk tahun buku 2019 turun menjadi Rp5 per saham, Bisnis.com (09/07/2020).

Penurunan tersebut berkaitan dengan sumbangan laba bersih yang naik tipis pada pandemi COVID-19. Direktur Utama TCPI Dirc Richard Talumewo mengatakan kinerja perseroan tertekan akibat dampak COVID-19, yaitu volume kargo angkutan batu bara yang dikirim oleh TCPI ke PLN mengalami penurunan, Alinea.id (09/07/2020). Hal itu disebabkan konsumsi listrik menurun selama pandemi akibat banyak usaha yang gulung tikar.

Prospek Bisnis EXCL

Prospek bisnis jasa transportasi laut atau pelayaran akan stabil di tahun-tahun mendatang. Hal itu didukung oleh kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pelayaran nasional sebagai sarana transportasi maupun logistik.

Asosiasi Pemilik Kapal Nasional atau Indonesia National Shipowners Association (INSA) mengatakan sektor pelayaran berpeluang memiliki kinerja baik pasca pandemi, Bisnis.com (14/12/2020). Peluang tersebut adalah beyond cabotage, angkutan fame (belum lama ini pemerintah menetapkan B40), wisata bahari, pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, dan pengiriman material mentah dan BBM.

Peluang tersebut juga dapat ditangkap oleh TCPI. Pada Maret 2020, perseroan mendirikan lima perusahaan baru di bidang pelayaran, melalui anak usahanya, PT Kanz Gemilang Utama dan PT Sentra Makmur Lines, Kontan.co.id (23/03/2020).

Direktur Utama TCPI Dirc Richard Talumewo menjelaskan alasan pendirian perusahaan baru tersebut, adalah merespons peluang usaha di bidang pelayaran yang sejalan dengan peraturan pemerintah yang baru. Sehingga perseroan dapat mengangkut batubara dan CPO untuk ekspor ke beberapa negara serta impor beras dan barang-barang dari negara lain ke dalam negeri.

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag) Nomor 82 tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk kegiatan ekspor dan impor barang tertentu. Peraturan telah diubah dua kali dan terakhir Permendag RI Nomor 40 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 82 tahun 2017. Merujuk beleid tersebut, eksportir yang mengekspor batubara dan/atau CPO wajib menggunakan angkutan laut yang dikuasai oleh perusahaan angkutan laut nasional.

Kesimpulan

Sejak TCPI berada di bursa hingga saat ini, kenaikan harga saham naik signifikan. Perlahan-lahan perseroan mencetak laba bersih. Kondisi industri pelayaran pun masih terbuka dan berpeluang untuk menjajaki bisnis lain di bidang ini.

Jika dibandingkan PER dan PBV antara TCPI dan BULL, maka valuasi saham TCPI mahal. Namun pertumbuhan TCPI cukup cepat dan menghasilkan laba bersih.

  • TCPI

PER: 831,64 kali

PBV: 33,06 kali

  • BULL

PER: 4,66 kali

PBV: 0,79 kali

Sebelum mengalokasikan dana ke saham, investor wajib mengecek data-data kinerja perusahaan dan rekam jejak saham. Pengecek data dapat dilakukan di laman BEI atau Ajaib.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait