Saham

Saham Blue Chip, Emiten Paling Diminati di Kalangan Investor

Meningkatnya Pengertian Saham Blue Chip di Kalangan Investor

Ajaib.co.id. Investasi saham mungkin paling populer di kalangan awam dibandingkan jenis investasi lainnya. Betapa tidak, pasar modal kerap digambarkan sebagai sumber kekayaan dalam banyak film, buku maupun pemberitaan. Salah satunya dengan memiliki saham blue chip yang dikategorikan sebagai jaminan keuntungan.

Istilah saham blue chip kerap disebut-sebut dalam dunia pasar modal. Mungkin bahkan istilah ini paling terkenal dibandingkan istilah saham lainnya. Saham unggulan ini memang memiliki popularitas sendiri sehingga semua orang berharap bisa memiliknya. Sayangnya kenyataan tidaklah seindah demikian.

Mengenal Saham Blue Chip, Saham Unggulan yang Diinginkan Semua Orang

Saham merupakan satuan nilai di dalam bermacam jenis instrumen finansial, yang berfungsi menunjukkan identitas kepemilikan sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang menerbitkan saham demi memungkinkan mereka untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai.

Pengertian penerbitan saham adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Penjualan saham dilakukan di pasar primer (primary market) dan pasar sekunder (secondary market). Dalam proses tersebut kemudian ada yang disebut sebagai saham blue chip alias saham lapis pertama, lapis kedua dan masih banyak lagi.

Bahkan kalangan awam pun tahu bahwa jika ingin untung dalam berinvestasi saham maka memiliki saham blue chip adalah keharusan. Kalau bisa semua pelaku pasar saham ingin beli saham ini saja dan tinggal menikmati hasilnya. Sayangnya kita tidak bisa dengan mudah memiliki saham unggulan ini karena ada sejumlah risiko yang harus dihadapi.

Adapun, saham blue chip ialah emiten dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan jumlah liabilitas yang tidak terlalu banyak. Istilah ini terinspirasi dari istilah di kasino, di mana blue chip mengacu pada chip yang bernilai paling besar. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar umumnya termasuk kategori blue chip.

Ciri khas lainnya ialah perusahaan ini kerap membagikan deviden secara rutin kepada pemegang sahamya karena memang kinerja perusahaannya sangat memuaskan. Memiliki saham ini cocok sebagai investasi jangka panjang yang aman. Hanya saja, kamu harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memilikinya karena harga saham unggulan jelas tidak murah.

Ketika baru terjun dalam investasi saham, seorang investor pemula pasti akan sangat disarankan untuk membeli saham blue chip. Paling tidak dengan fundamental yang kokoh, investasi yang kamu tanamkan akan membuahkan hasil dan minim risiko meskipun bukan jaminan. Nyatanya, bahkan berbagai saham unggulan pun didera pelemahan ketika sentimen negatif Corona merebak.

Meski demikian, minat pasar pada saham ini tetap ada meskipun menurun. Untuk diketahui, tidak pernah ada daftar resmi saham blue chip yang dirilis ke publik. Namun emiten apa saja yang masuk dalam kategori ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan, nyaris tidak ada perubahan pada daftar ini karena didominasi oleh perusahaan yang itu-itu saja.

Meski demikian, sejumlah analisis dan pakar keuangan biasanya tetap memiliki daftar saham blue chip yang disarankan kepada investor. Terkhusus jika harga sahamnya dinilai masih terjangkau sehingga investor pemula pun bisa membelinya. Apa saja emiten itu? Berikut daftarnya.

Daftar Saham Unggulan Murah 2019

Strategi utama sukses berinvestasi saham adalah memilih saham yang aman atau minim resikonya seperti blue chip. Meskipun tidak ada standar dasar dan umum dalam pengkategorian blue chip ini, hanya berdasarkan versi dari pakar, saham blue chip tetap bisa dinilai dari ciri umumnya:

“A blue-chip company is well-known, well-established, and well-capitalized.”

Terkenal, mapan, modal besar, market-cap besar, leader di sektornya, kinerjanya stabil, produk berkualitas tinggi, diakui secara nasional.

# 20 Saham Unggulan Terbaik 2019:

  1. ASII
  2. PGAS
  3. JSMR
  4. WSKT
  5. PTBA
  6. UNTR
  7. TLKM
  8. AALI
  9. CPIN
  10. UNVR
  11. KLBF
  12. SMGR
  13. MYOR
  14. INDF
  15. BBCA
  16. BBRI
  17. BMRI
  18. LSIP
  19. ITMG
  20. MNCN

Sejumlah emiten di atas adalah saham unggulan yang bisa kamu pertimbangkan untuk dimiliki. Tentu saja pilihannya hanya bisa ditentukan sendiri olehmu. Namun apabila kamu memiliki dana yang terbatas untuk membeli saham jenis ini sebenarnya ada cara efektif lainnya yakni dengan berinvestasi reksa dana saham.

Dana yang dihimpun juga dialokasikan pada instrumen saham tersebut sehingga kamu tetap bisa mendapatkan dampak positif dari kinerja baik perusahaan tersebut. Aplikasi Ajaib menyediakan berbagai pilihan reksa dana saham terbaik yang bisa kamu miliki sekarang juga.

Jenis-Jenis Saham

Sebenarya ada banyak kategori saham yang berlaku di dunia pasar modal. Untuk menambah pemahamanmu, berikut adalah kategori yang awam diterapkan di investasi saham antara lain:

a. Segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim

  • Saham Biasa (Common Stock)

Karakteristiknya adalah bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva perusahaan.

  • Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham ini merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa, dan disukai investor karena menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi)

b. Segi Cara Peralihannya

  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Nama pemilik tidak tertulis pada saham agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain.

  • Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Pada saham tertulis jelas nama investor agar peralihannya wajib melalui prosedur tertentu.

c. Segi Kinerja Perdagangan

  • Saham Blue Chip

Banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan bereputasi tinggi, memiliki pendapatan stabil dan konsisten membayar dividen.

  • Saham Income

Keunggulannya adalah kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya, dan membagikan dividen tunai.

  • Saham Growth, terdiri dari:

Well-Known) : Mirip blue chip , saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan dan reputasi yang tinggi di industry.

Lesser-Known) : Memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi meskipun bukan petinggi dalam industri.

  • Saham Spekulatif
  • Saham beresiko tinggi, berpeluang menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa konsisten memberikan penghasilan rutin tahunan
  • Saham Counter Cyclical

Saham terstabil, tidak terpengaruh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum, karena keterampilan perusahaan (emiten) meraih penghasilan tinggi di masa resesi.

  • ETF (Exchange Trade Fund)

ETF merupakan gabungan reksadana terbuka dengan saham, yang pembeliannya di bursa seperti halnya saham di pasar modal dan bukan di Manajer Investasi (MI).

Artikel Terkait