Analisa Saham, Saham

Saham HEAL Jadi Pilihan Tepat Investor di Tengah Pandemi

Sumber: Hermina Hospitals

Ajaib.co.id – PT Medikaloka Hermina Tbk (kode saham HEAL) merupakan perusahaan jasa kesehatan yang berdiri pada tanggal 07 Mei 1999. Perusahaan kemudian memulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985. 

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan HEAL yakni, berusaha dalam bidang jasa kesehatan. PT Medikaloka Hermina Tbk telah mengoperasikan 28 rumah sakit umum dengan multi spesialisasi dengan total 2.780 tempat tidur.

HEAL menyajikan serangkaian jasa medis spesialis, termasuk layanan kesehatan ibu dan anak, prosedur operasi yang kompleks, jasa laboratorium, fasilitas radiologi dan pencitraan, perawatan kesuburan serta layanan kesehatan umum, apotek, jasa diagnosa, dan gawat darurat.

HEAL merupakan pemilik Rumah Sakit Hermina Jatinegara yang beralamat di Jalan Jatinegara Barat No. 126, Jakarta Timur.

Pada tanggal 04 Mei 2018, HEAL telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan tersebut untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HEAL (IPO) kepada masyarakat sebanyak 351.380.800 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp3.700,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Mei 2018.

Adapun untuk rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham perusahaan, akan digunakan seluruhnya untuk beberapa hal.

Pertama, sekitar 25% digunakan untuk Entitas Anak, yaitu seperti Medikaloka Jakabaring, Medikaloka Samarinda, Medikaloka Padang, dan lainnya. Dana ini digunakan untuk belanja modal atas pembukaan rumah sakit baru yang berlokasi antara lain di Palembang, Samarinda dan Padang, dan lainnya.

Kedua, dana sekitar 25% untuk Medikaloka Investama untuk belanja modal pembelian perlengkapan medis, seperti MRI, CT-Scan, C Arm, dan lain-lain, yang akan digunakan oleh rumah sakit milik Perseroan dan Entitas Anak. 

 Ketiga, sekitar 38% untuk pelunasan seluruh utang Perseroan dengan PT Bank DBS Indonesia dan MTN (Medium Term Notes) I Medikaloka Hermina Tahun 2017.

Dan sisanya digunakan untuk Perseroan dan/atau Entitas Anak untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, seperti untuk pembayaran gaji karyawan, utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional rumah sakit, dan lain-lain.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham HEAL

HEAL Catat Kinerja Cemerlang di 2020

Pandemi COVID-19 tidak memberikan dampak tekanan pada emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Justru sektor kesehatan memang menjadi salah satu sektor yang tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari catatan kinerja yang cemerlang hingga kuartal ketiga tahun 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per September 2020, emiten berkode saham HEAL ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun. Angka ini naik 7,26% secara tahunan.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 5,96% secara tahunan menjadi Rp1,57 triliun. Kemudian untuk beban usaha sebesar 5,68% secara tahunan menjadi Rp30,24 miliar.

Meski demikian, perseroan berhasil memaksimalkan penghasilan lain-lain yang turut naik menjadi Rp52,37 miliar dan penghasilan keuangan yang juga meningkat menjadi Rp24,32 miliar.

Untuk rincian perolehan pendapatannya, HEAL memperoleh kenaikan pendapatan dari layanan rawat inap yang berkontribusi 64% dari pemasukan. Pendapatan dari layanan rawat inap juga terhitung meningkat 12,48% bila dibandingkan perolehan pada tahun lalu.

Sementara itu, untuk pendapatan dari layanan rawat jalan perseroan mengalami penurunan tipis 1% menjadi Rp1,02 triliun hingga September tahun 2020.

Kemudian, pemasukan yang didapatkan dari rumah sakit yang beroperasi di wilayah Jawa juga masih menjadi penopang bisnis perseroan dengan besaran Rp2,62 triliun sebelum eliminasi, diikuti dengan Sumatera sebesar Rp216,56 miliar sebelum eliminasi.

Bisnis HEAL Terus Tumbuh 3 Tahun Terakhir

Sejak tahun 2017-2019 atau dalam 3 tahun terakhir perusahaan memang sudah mengalami pertumbuhan bisnis yang baik. Hal ini memperlihatkan kemampuan bisnis perusahaan yang baik dan terus berkembang. Baik dilihat dari sisi pendapatan bersih dan laba tahun berjalan.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan bersih3.6313.0582.678
Laba kotor1.6261.2811.169
Laba tahun berjalan344191199

Dari data tersebut, secara penjualan bersih HEAL memang terus mengalami peningkatan per tahunnya. Adapun perusahaan terus memperoleh laba perusahaan, meskipun pada 2018 sempat menurun trennya. Namun, pada 2019 kembali melesat signifikan. 

PT Medikaloka Hermina Tbk telah catatkan kinerja positif sepanjang 2019 (dalam 3 tahun terakhir). Hal tersebut bisa dilihat dari kompaknya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten berkode saham HEAL ini membukukan pendapatan sebesar Rp3,63 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 19,01% secara tahunan dari Rp3,05 triliun.

Adapun perolehan pendapatan perusahaan dikontribusikan oleh beberapa layanan. Untuk rawat inap telah menjadi kontributor pendapatan utama perusahaan dengan menyumbang sebesar Rp2,59 triliun. Diikuti dengan layanan rawat jalan dengan kontribusi sebesar Rp1,54 triliun.

Sementara itu, beban pokok pendapatan HEAL juga mengalami kenaikan sebesar 12,99% menjadi Rp2 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,77 triliun. Kemudian, beban usaha juga naik menjadi Rp1,07 triliun dari Rp931,48 miliar.

Kendati demikian, penurunan biaya keuangan dan administrasi bank, serta penghasilan keuangan yang lebih tinggi membuat laba sebelum beban pajak penghasilan HEAL mengalami peningkatan 83,45% menjadi Rp505,47 miliar.

Hal tersebut berhasil mendorong laba bersih HEAL yang mencatatkan pertumbuhan hingga 105,32% menjadi Rp255,36 miliar. Untuk pembanding pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan mencatatkan laba bersih Rp124,37 miliar.

Jumlah aset HEAL sepanjang 2019 tercatat sebesar Rp5,04 triliun. Dengan kas dan setara kas sebesar Rp593,25 miliar. Untuk jumlah ekuitas dan liabilitas perseroan masing-masing sebesar Rp2,76 triliun dan Rp2,28 triliun.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis HEAL saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA6,8
ROE12,4
NIM9,5
CR1,6 X
DER0,5

Bagaimana Prospek Bisnis HEAL Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Pada tahun 2021 emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) memiliki harapan bisa mencetak pertumbuhan hingga dua digit baik dari sisi pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Perusahaan yakin jika target ini bisa tercapai dengan adanya ekspansi rumah sakit yang dilakukan perusahaan. 

Sepanjang tahun 2021, HEAL menargetkan ada penambahan empat rumah sakit baru. Dengan rincian, satu rumah sakit telah bergabung dengan jaringan Hermina melalui proses akuisisi. Sementara, tiga rumah sakit lainnya yang terletak di Cibitung, Cilegon, dan Aceh sedang dalam proses pembangunan.

Untuk update terbaru saat ini, dua rumah sakit sedang dalam proses konstruksi dan satu rumah sakit akan mulai konstruksi dalam jangka waktu dekat. Di dalam triwulan II, RS Hermina Cibitung akan dibuka, selebihnya akan dibuka pada triwulan IV.

Untuk rencana ekspansi itu HEAL telah mempersiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) antara sebesar Rp800 miliar hingga Rp 900 miliar. Selain keperluan ekspansi, capex juga akan digunakan untuk menambah tempat tidur di rumah sakit yang sudah ada.

Melihat kinerja bisnis dalam 3 tahun terakhir, kinerja di tengah pandemi 2020, dan rencana ekspansi bisnis di 2021, HEAL merupakan perusahaan yang aman secara fundamental dan masa depan. Investor bisa menjadikan HEAL sebagai pilihan untuk mengoleksi sahamnya. 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait