Analisa Saham, Saham

Saham ACES Bertahan di Tengah Turbulensi Sektor Ritel

Ajaib.co.id – PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) berdiri sejak tahun 1995. ACES merupakan anak perusahaan PT Kawan Lama Sejahtera. Emiten saham ACES merupakan perusahaan penyedia produk-produk home improvement dan lifestyle

Tak sekadar menyediakan aneka produk rumah tangga dan gaya hidup, ACES juga mengembangkan usahanya hingga pada aspek distribusi, pergudangan hingga pemasaran. Istilah lainnya one-stop shopping untuk produk-produk rumah tangga dan gaya hidup.

ACES membuka gerai pertamanya pada tahun 1996 di Karawaci, Tangerang, Banten. Hingga akhir tahun 2021, ACES memiliki total 206 gerai. PT ACE Hardware Indonesia Tbk sendiri menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tanggal 6 November 2007.

39,86% saham ACES dimiliki oleh masyarakat, 59,97% dimiliki oleh induk perusahaannya yaitu PT Kawan Lama Sejahtera.

Dalam satu tahun terakhir ini, saham ACES masuk dalam indeks LQ45 apakah artinya layak untuk dikoleksi? Mari kita ulas dulu kinerja emiten yang menyediakan produk-produk rumah tangga ini.

Kuartal III-2020 Pendapatan dan Penjualan Menurun

Emiten ritel ini mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan sepanjang Januari hingga September 2020 lalu. ACES membukukan penurunan baik dari pendapatan maupun laba bersih, juga terjadi peningkatan di sisi liabilitas dan ekuitas. Berikut datanya

KomponenSeptember 2019September 2020
Penjualan dan pendapatan usahaRp5,9 triliunRp5,4 triliun
Beban PenjualanRp1,4 triliun(Rp1,5 triliun
Laba KotorRp2,8 triliunRp2,7 triliun
Jumlah laba (rugi)Rp723 miliarRp523 miliar

ACES mengalami penurunan penjualan bersih hingga 8,27% year on year (yoy) menjadi Rp 5,48 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, ACES membukukan pendapatan hingga 5,97 triliun. 

Penjualan dari berbagai segmen memang tertekan. Produk perbaikan rumah misalnya, segmen yang biasa menjadi penopang itu melorot hingga 9,86% yoy menjadi Rp 2,85 triliun. 

Lesunya penjualan juga dirasakan oleh produk gaya hidup dan produk permainan yang menurun masing-masing 5,04% yoy dan 19,28% yoy. Adapun kontribusi produk gaya hidup terhadap penjualan mencapai Rp 2,35 triliun, sementara kontribusi produk permainan terhadap penjualan tercatat Rp 174,33 miliar. 

Adapun penjualan konsinyasi juga mengalami penurunan hingga 13,22% yoy menjadi Rp 98,02 miliar dari sebelumnya Rp 112,96 miliar. 

Tercatat, sepanjang Januari hingga September 2020 ACES membukukan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 26,60% yoy menjadi Rp 523 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 723 miliar. 

Sekadar informasi, hingga kuartal III-2020, ACES memiliki aset Rp 6,95 triliun. Jumlah ini meningkat dari akhir tahun 2019 yang tercatat Rp 6,65 triliun atau naik 4,54%. 

Peningkatan juga terjadi pada sisi liabilitas dan ekuitas ACES. Tercatat, liabilitas ACES naik 6,18% dari akhir tahun 2019 menjadi Rp 2,09 triliun. Ekuitasnya juga meningkat 3,85% menjadi Rp 4,86 triliun.

Riwayat Kinerja

Berdasarkan laporan tahunan, ACES selalu membukukan kinerja ciamik selama tiga tahun terakhir, sejak 2017 hingga 2019.

Dari data di atas terlihat ACES mencatatkan peningkatan penjualan serta laba setiap tahunnya. Peningkatan liabilitas tiap tahun pun masih terjaga.

Jika dilihat dari sisi rasio, beberapa rasio-rasio profitabilitas mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun angka rasio tersebut masih terbilang baik karena rata-rata menunjukkan di atas 10%. Di sisi rasio solvabilitas stabil. 

Lalu rasio likuiditas, current ratio meningkat cukup signifikan menjadi 8.1 kali dari 6.5 kali di tahun sebelumnya. Tak heran mengapa saham ACES masuk ke indeks LQ45.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

ACES termasuk emiten yang rutin membagikan dividen dalam beberapa tahun belakangan ini. Pada tahun buku 2018, misalnya, ACES membagikan dividen sebesar 50% dari laba bersih di tahun tersebut. Pada saat itu, setiap pemegang saham mendapatkan dividen Rp28,25 untuk tiap sahamnya. 

TahunDividen per Saham
201716,47
201822,81
201928,25
202018,1

Kemampuan ACES untuk mem bayarkan dividen secara rutin menjadi nilai tambah bagi perseroan.

Prospek Bisnis ACES

Di tengah pandemi yang masih melanda dan membuat banyak perusahaan terganggu kinerjanya, ACES malah aktif melakukan pembukaan gerai baru dengan capex yang telah disiapkan di awal 2021 sebesar Rp150 miliar. Strategi ini dilakukan guna memperkuat dominasi di bisnis ritel. ACES bakal menambah 11 toko atau gerai baru, lebih tinggi ketimbang rencana perseroan. Alasannya, terdapat pasokan ruang ritel yang cukup.

Dengan langkah ekspansi tersebut, maka total area toko milik ACES pada 2021 bakal menjadi 546.760 m2 atau tumbuh 3% (yoy), di atas rata-rata pebisnis ritel lainnya.

Secara total, hingga April ini perusahaan telah membuka tiga gerai baru. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, paling baru adalah gerai baru yang berlokasi di Yogya Lembang Junction, Bandung, Jawa Barat. Gerai ini resmi dibuka pada 22 April 2021 yang lalu.

Dengan dibukanya gerai baru ini maka total perusahaan telah memiliki sebanyak 210 gerai hingga laporan ini disampaikan.

Pembukaan gerai ini sebelumnya juga dilakukan pada 10 April 2021 yang berlokasi di Greenlake City, Tangerang, Banten. Luas gerai baru yang dibuka ini sama dengan yang dibuka di Bandung yakni 900 meter persegi.

Lebih jauh lagi, pada awal tahun tepatnya 22 Februari 2021 perusahaan juga membuka gerai yang lebih luas yakni mencapai 3.100 gerai di Kudus, Jawa Tengah.

Walau aktif membuka gerai baru, perusahaan tahun ini juga telah menutup satu gerainya lantaran masa sewanya telah berakhir.

ACES diklaim telah menyiapkan strategi untuk mendorong pemulihan pertumbuhan rata-rata penjualan toko yang sama atau Same Store Sales Growth (SSSG).

tahun ini ACES akan mengadakan boom sales sebanyak dua kali, yaitu pada kuartal II dan kuartal IV. Hal mana merupakan peningkatan dibanding tahun 2020 lalu yang hanya satu kali. Momen pemilihan gelaran boom sales disesuaikan dengan dua perayaan, yakni Idul Fitri dan Natal.

Selain boom sales, ACES akan meluncurkan program tematik yang rencananya diadakan setiap bulan dengan akuisisi barang dagangan.

Inisiatif ini secara positif bisa membantu pemulihan SSSG ACES pada tahun ini. Di tahun 2021, diharapkan ACES bisa mencatatkan SSSG 3,0% atau lebih baik dari tahun 2020 yang turun 9%

Kesimpulan

Kinerja perseroan yang masih wajar dan cukup kuat di 2020. Adanya ekspektasi sentimen positif di 2021, terlebih jika menilik data Google Mobility Report, IPR Bank Indonesia serta berbagai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kinerja perusahaan ritel berpotensi mengalami pemulihan pada 2021.

Dalam proses pemulihan itu, Bulan Ramadhan dan Lebaran akan menjadi momentum bagi perusahaan ritel untuk mendongkrak kinerjanya. Seperti diketahui, berbagai kajian menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat akan meningkat selama bulan puasa dan Lebaran. 

Secara umum, salah satu penyebab peningkatan konsumsi itu adalah para pekerja menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sehingga memiliki cash yang lebih besar untuk dibelanjakan. Di samping itu, perilaku konsumsi tertentu di bulan puasa dan Lebaran juga akan mengakibatkan peningkatan konsumsi di bulan ini.

Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia pada Maret 2021 juga mengindikasikan berlanjutnya perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2021 mencapai level 93,4 atau meningkat dibandingkan dengan dengan 85,8 dan 84,9 pada bulan Februari dan Januari 2021. 

Responden dalam survei itu menyampaikan bahwa perkembangan program vaksinasi nasional yang berjalan lancar mendorong perbaikan keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan. Kendati masih berada di area pesimis (kurang dari 100), IKK itu mengalami perbaikan dari bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekonomi bergerak menuju ke arah yang lebih baik pada saat ini.

Peluang bisnis di industri perdagangan masih sangat menjanjikan. Ace Hardware bisa menjadi salah satu pilihan investasi, buy on weakness bisa jadi pilihan juga mengkaji dari berbagai sudut pandang dan memutuskan ingin berinvestasi tetap berada di tangan kamu.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait