Analisa Saham, Saham

Saham ACES Bertahan di Tengah Turbulensi Sektor Ritel

Ajaib.co.id – PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) berdiri sejak tahun 1995. ACES merupakan anak perusahaan PT Kawan Lama Sejahtera. Emiten saham ACES merupakan perusahaan penyedia produk-produk home improvement dan lifestyle

Tak sekadar menyediakan aneka produk rumah tangga dan gaya hidup, ACES juga mengembangkan usahanya hingga pada aspek distribusi, pergudangan hingga pemasaran. Istilah lainnya one-stop shopping untuk produk-produk rumah tangga dan gaya hidup.

ACES membuka gerai pertamanya pada tahun 1996 di Karawaci, Tangerang, Banten. Hingga akhir tahun 2021, ACES memiliki total 206 gerai. PT ACE Hardware Indonesia Tbk sendiri menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tanggal 6 November 2007.

Dilihat dari Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir 

ACES mengantongi penjualan dan pendapatan usaha senilai Rp5,4 triliun pada periode Januari–September 2019. Pencapaian tersebut menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,9 triliun.

Sebaliknya, beban penjualan meningkat tipis sekitar Rp0,1 triliun antara Januari–September 2019 dan Januari–September 2020. 

Berikut ikhtisar keuangan ACES hingga triwulan ke-3 untuk tahun 2019 dan 2020.

Komponen LabaSeptember 2019September 2020
Penjualan dan pendapatan usahaRp5,9 triliunRp5,4 triliun
Beban PenjualanRp1,4 triliun(Rp1,5 triliun
Laba KotorRp2,8 triliunRp2,7 triliun
Beban KeuanganRp73 miliar(Rp51 miliar
Jumlah laba (rugi)Rp723,2 miliarRp523,5 miliar
Pendapatan (beban) pajakRp168,7 miliarRp111,3 miliar

Menariknya, meski turut terdampak pandemi COVID19 seperti pelaku usaha di industri ritel umumnya, ACES masih membukukan laba pada sembilan pertama tahun 2020. Memang, jumlah labanya menurun pada periode sama tahun sebelumnya.

Riwayat Kinerja

Kinerja ACES relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Total asetnya pun terus bertambah. Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sejumlah komponen kinerja ACES periode 2017 hingga 2019:

KomponenCAGR 2017-2019
Penjualan Bersih37,1%
Laba Kotor37,1%
Jumlah Aset33,6%
Jumlah Liabilitas28,2%

Tingkat pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir mencerminkan bisnis ACES berada di trek yang benar. Kemampuan perusahaan dalam bertahan selama pandemi COVID-19 pun patut mendapat kredit tersendiri.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

ACES termasuk emiten yang rutin membagikan dividen dalam beberapa tahun belakangan ini. Pada tahun buku 2018, misalnya, ACES membagikan dividen sebesar 50% dari laba bersih di tahun tersebut. Pada saat itu, setiap pemegang saham mendapatkan dividen Rp28,25 untuk tiap sahamnya. 

TahunDividen per SahamJumlah yang dibayarkan (miliar)
201722,81388,86
201828,25482,2
201918,1 310,41 

ACES memang tidak membayarkan dividen yang terus meningkat tiap tahunnya. Tapi, kemampuan ACES untuk membayarkan dividen secara rutin menjadi nilai tambah bagi suatu emiten. Kemampuan tersebut menjadikan saham ACES tepat bagi investor jangka panjang yang ingin menikmati pendapatan rutin dari dividen tiap tahunnya, tanpa perlu menjual kepemilikan sahamnya.

Prospek Bisnis ACES

Pandemi COVID-19 memang turut membuat kinerja ACES hingga triwulan ke-3 2020 loyo. Hal ini bisa dilihat dari, contohnya penjualan maupun laba. 

Menurunnya laba penjualan dan ACES, anggota indeks Kompas100 ini, tak terlepas dari adanya pembatasan sosial skala besar (PSBB) ketat. Meski begitu, margin kinerja ACES, khususnya bottom line, meningkat secara kuartalan. 

Selain itu, manajemen ACES juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp150 miliar untuk tahun ini. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan anggaran capex awal tahun lalu, yakni Rp250 miliar.

Begitu pula dengan capex yang lebih rendah seiring dengan target pembukaan gerai baru yang relatif lebih sedikit pada 2021 dibandingkan realisasi 2020.

Keberhasilan vaksinasi COVID-19 juga akan berdampak besar bagi kinerja ACES. Program vaksin bisa mendongkrak optimisme konsumen dan pelaku usaha ritel. Tapi, memang, efek positif dari kehadiran vaksin COVID-19 di tanah air ke sektor ritel memerlukan waktu. Untuk full recovery, rasanya sulit terwujud dalam satu tahun ke depan.

Tak kalah penting ialah strategi mempercepat pemulihan oleh manajemen ACES. Strategi tersebut mencakup sinergi channel penjualan, supply, marketing, dan merchandising.

Harga Saham (Kesimpulan)

Pada 10 Februari 2021, harga saham ACES ditutup melemah 3,59% ke level Rp1.610 per saham karena adanya rebalancing. Rebalancing yang menandakan keluarnya ACES dari indeks MSCI ini bukan berarti fundamental emiten tersebut minor. Margin ACES akan tetap terjaga selama kurs rupiah stabil. Hal yang patut lebih diperhatikan adalah depresiasi rupiah yang signifikan. 

Harga saham ACES sempat melemah Oktober silam tak lama setelah emiten ritel ini mendapat gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Namun, manajemen ACES dapat menunjukkan kinerja yang membaik setelahnya. Pemulihan kinerja ini tampak pada makin menyusutnya laju penurunan penjualan di beberapa toko.

Pada dasarnya, penjualan di toko yang sama alias sales same store (SSS) sudah mulai membaik. Untungnya, ACES merupakan operator toko khusus. Artinya, ACES tidak menghadapi persaingan langsung dengan toko modern lain. 

Bagaimana dengan persaingan penjualan secara online? Tidak sedikit pelanggan ACES yang masih lebih memilih belanja di toko fisik. Jadi, persaingan penjualan secara online belum terdampak pada kinerja ACES secara signifikan. Namun, potensi penjualan online juga tak mesti ditepikan begitu saja.

Diferensiasi bisnis pun akan menentukan laju kinerja ACES secara keseluruhan ke depannya. Sejauh ini, rekomendasi buy saham ACES dengan target harga sekitar Rp1.800 per saham bisa menjadi opsi rasional.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait