Analisa Saham

Perlu Wait and See Pergerakan Saham DIVA

Ajaib.co.id – PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 29 September 2003. Perusahaan memulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terdapat ruang lingkup kegiatan DIVA. Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan umum, industri, pengadaan barang, jasa, transportasi, pembangunan dan percetakan.

Untuk saat ini, kegiatan bisnis utama DIVA adalah penjualan pulsa elektrik dan dealer produk-produk telekomunikasi yakni, DIVA Smart Outlet dan DIVA Intelligent Instant Messaging.

Kemudian, pada tanggal 16 November 2018, DIVA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyatan berupa untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DIVA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 214.285.700 saham baru.

Dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp2.950 per saham. Saham DIVA tersebut pun telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 November 2018.

Apakah saham DIVA masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham DIVA.

Laba Bersih DIVA Anjlok di 2020

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) di tengah pandemi tetap melakukan perluasan bisnis. Ekspansif tersebut dilakukan dengan melanjutkan sejumlah program kerja dalam perluasan jaringan. Selain itu, dengan melengkapi ekosistem berupa added-value-service tambahan.

Perusahaan juga mendukung pertumbuhan penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan meluncurkan sebuah inisiasi program baru. Direktur Distribusi Voucher Nusantara Dian Kurniadi menjelaskan, salah satu contoh program tersebut yaitu, dengan menambahkan sejumlah Vending Machine untuk penerimaan pembayaran nontunai maupun isi ulang produk yang dimiliki oleh perseroan.

Contohnya untuk produk yang dimiliki perseroan nantinya bisa digunakan sebagai isi ulang kartu Jak Lingko, e-money dan juga sebagai pembayaran penggunaan jalan tol dan sejumlah lahan parkir yang telah bekerjasama dengan Distribusi Voucher Nusantara.

Adapun berdasarkan laporan keuangan terbaru, penjualan bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar -8,90% dari sebesar Rp2,7 triliun pada September 2019 menjadi Rp2,4 triliun pada September 2020. Sementara itu, untuk perolehan laba bersih anjlok hingga -70,7%. Dari Rp89,58 miliar menjadi hanya Rp26,16.

Bisnis DIVA Moncer Dalam 3 Tahun Terakhir

Sebelum datangnya kondisi pandemi Covid-19, emiten berkode DIVA ini sebetulnya memiliki bisnis yang terus berkembang. Bahkan laba perusahaan pun terus mengalami peningkatan sejak 2017-2019.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah):

Dari data tersebut, secara bisnis DIVA dalam keadaan yang baik dan berkembang. Hal ini bisa dilihat dari sisi penjualan dan laba perusahaan.

Hal ini memperlihatkan jika bisnis digital memang masih memiliki peluang besar. Tengok saja PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. Sepanjang tahun 2019, penjualan DIVA naik 138,7% YoY, dari Rp1,5 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 3,6 triliun pada tahun 2019.

Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan mitra UKM sebesar 36,2% yoy. Pasalnya, dari 18.200 mitra pada tahun 2018 menjadi 24.800 mitra pada tahun 2019. Selama 2019, perseroan berupaya meningkatkan average ticket size. Hasilnya bisa meningkat sebesar 75,3% yoy dari Rp81,6 juta per mitra pada 2018 menjadi Rp143,1 per mitra pada 2019.

Pada kuartal terakhir tahun 2019, DIVA lewat salah satu layanan keuangan digital, PT Multidaya Dinamika (MDD), telah menyimpulkan kemitraan dengan salah satu perusahaan milik daerah dan operator jalan tol, dalam menyediakan fasilitas isi ulang kartu prabayar.

Sebelum adanya proyek ini, MDD menyediakan self service prepaid card dispenser dan top up station halte Transjakarta (rute Blok M-Kota).

Alhasil DIVA memang telah membuka jalan untuk memperoleh akses ke ruang transportasi umum dengan jaringan di Transjakarta daily commuter traffic. Dan 100 lokasi di sekitar Jabodetabek, jalan lingkar dalam Jakarta dan jalan tol Jawa sudah mencapai volume lalu lintas bulanan mencapai 112,6 juta kendaraan per bulan. Sementara itu, di luar pulau Jawa, MDD juga telah menjalin kerja sama dengan operator jalan tol di Sumatra dan Sulawesi.

Selain itu, platform DIVA smart outlet (SO) juga mendapatkan sambutan hangat dari pasar. Salah satu andalan point of sale (POS) DIVA, Pawoon, memperluas jaringan di 7 outlet Bright Café (retail chain).

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis DIVA pada 2019 sedang dalam keadaan sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Bagaimana Prospek Bisnis DIVA ke Depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) tetap akan fokus dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendigitalisasi 8 juta UMKM.

Stanley Tjiandra, Direktur Distribusi Voucher Nusantara mengatakan, salah satu strategi yang dilakukan DIVA untuk menopang pertumbuhan ke depan dengan memberi amunisi para pelaku UMKM DIVA Intelligent Instant Messaging dan DIVA Smart Outlet.

Selain itu, DIVA juga menyediakan platform unified payment untuk para mitra di sektor ritel. Dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dari segi operasional. Platform unified payment ini bisa menerima segala jenis pembayaran, mulai dari kartu debit, kartu kredit, contactless card, hingga uang elektronik (e-money).

DIVA juga berupaya dengan menyiapkan ekosistem infrastruktur yang komprehensif, mencakup rantai pasok (supply chain), logistik dan pembiayaan. Selain itu, perseroan tengah memperkuat infrastuktur teknologi keuangan dengan merambah ke layanan keuangan digital. Termasuk layanan branchless banking yang bekerja sama dengan perbankan di tanah air guna mendukung program keuangan inklusif pemerintah.

Bila dilihat dari trek pembagian dividen. Sejak 2017 hingga 2020 berdasarkan data RTI, perusahaan belum pernah membagikan dividen kepada investornya.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait