Bisnis & Kerja Sampingan, Ekonomi

Apa Itu UMKM dan Bagaimana Perannya Terhadap Perekonomian?

Ajaib.co.id – Apa itu UMKM? UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil Menengah. Di Indonesia, hadirnya UMKM dari berbagai jenis industri sebenarnya sangat berdampak positif dalam membantu perekonomian nasional.

Lantaran, semakin banyak UMKM di Indonesia. Hal ini bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Bila kita lihat dari skala bisnisnya menurut Badan Pusat Statistik (BPS), usaha kecil hanya memiliki 5 hingga 19 pekerja saja. Sedangkan, untuk usaha menengah skala bisnisnya lebih besar lagi yakni memiliki 20 hingga 99 pekerja. Lain halnya dengan usaha mikro yang tentunya memiliki jumlah pekerja kurang dari 4 orang. 

Jumlah pekerja adalah salah satu hal yang membedakan antara usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Namun, bila kamu masih bingung terkait apa saja perbedaan dari masing-masing pengertian UMKM. Kamu bisa simak artikel menarik di bawah ini:

Pengertian dan Kriteria UMKM

Jadi, bila kamu masih bingung apa itu UMKM. UMKM adalah usaha produktif yang dijalankan oleh perorangan maupun badan usaha yang sudah mendapatkan kriteria sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah. Usaha-usaha yang bisa masuk sebagai UMKM sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Usaha Mikro

Dibanding usaha kecil dan usaha menengah, usaha mikro memiliki skala bisnis yang paling kecil. Contoh UMKM skala mikro yang sering kamu jumpai seperti Pedagang Kaki Lima (PKL). Di mana, umumnya mereka berjualan hanya dibantu oleh 4 pekerja saja maupun sendirian saja. 

Kekayaan bersih dari pedagang usaha mikro mencapai Rp50 juta, kekayaan ini belum termasuk bangunan maupun toko yang dimiliki. Selain itu, omzet penjualan per tahun usaha mikro maksimal mencapai Rp300 juta.

Usaha Kecil

Jenis usaha ini berdiri sendiri yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok. Namun, usaha kecil bukanlah badan usaha cabang dari perusahaan utama.  Di mana,  usaha kecil ini bisa dimiliki langsung maupun tidak langsung oleh pemilik usaha menengah.

Jenis usaha yang termasuk kriteria usaha kecil adalah jika pemilik usaha memiliki kekayaan bersih Rp50 juta – Rp500 juta. Selain itu, omzet penjualan tahunan bisa mencapai Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.

Contoh usaha kecil yang banyak dijalani oleh masyarakat Indonesia misalnya bisnis franchise seperti Hoka-Hoka Bento, KFC, CFC, dll.

Usaha Menengah

Bila usaha kecil saja memiliki omzet bisnis mencapai Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Tentunya jenis usaha yang termasuk kriteria usaha menengah jauh di atas omzet bisnis tersebut. Umumnya, usaha menengah merupakan anak usaha dari suatu perusahaan yang cukup besar.

Pemilik usaha menengah biasanya memiliki kekayaan bersih mencapai lebih dari Rp500 juta – Rp10 miliar. Nilai kekayaan bersih ini belum termasuk kepemilikan bangunan dan tanah sebagai tempat usaha. Dengan omzet bisnis per tahunnya mencapai Rp2,5 miliar – Rp50 miliar. 

Pemilik usaha menengah biasanya memiliki kekayaan bersih mencapai lebih dari Rp500 juta – Rp10 miliar. Nilai kekayaan bersih ini belum termasuk kepemilikan bangunan dan tanah sebagai tempat usaha. Dengan omzet bisnis per tahunnya mencapai Rp2,5 miliar – Rp50 miliar. 

Satu hal yang pasti untuk membedakan antara usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah adalah dari nilai kekayaan bersih yang dimiliki oleh pemilik usaha tersebut. Karena semakin besar modal yang dimiliki, tentunya akan berbanding lurus dengan omzet penjualan dari usaha tersebut setiap tahunnya.

UMKM Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

Salah satu syarat untuk menjadi negara maju, Indonesia perlu memiliki lebih banyak lagi entrepreneur. Pada 2019 silam, rasio jumlah entrepreneur di Indonesia hanya sebanyak 3,1% saja dari total jumlah penduduk. Di negara maju, rasio jumlah entrepreneur mencapai lebih dari 14% dari total penduduk. 

Batas 14% pelaku entrepreneur di suatu negara menjadi suatu standar bahwa negara tersebut dianggap negara maju. Inilah yang menjadi alasan mengapa Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi UMKM. Selain untuk menyerap lapangan kerja baru bagi angkatan kerja. Hadirnya UMKM juga bisa menggerakan ekonomi nasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini, pemerintah Indonesia sudah mempercepat program relaksasi dan bantuan likuidasi untuk koperasi dan UMKM. Dana senilai Rp123,46 triliun sudah disediakan oleh pemerintah untuk membantu permodalan UMKM di Indonesia.

Saat ini, bukan hanya modal usaha saja yang menjadi masalah utama UMKM untuk berkembang. Melainkan, ada tiga masalah lainnya di antaranya:

  • Perluasan pasar.
  • Perizinan.
  • Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Program bantuan modal usaha ini perlu dilakukan agar UMKM tidak semakin banyak yang gulung tikar akibat penjualan yang menurun akibat kebiasaan konsumen yang mulai berubah selama pandemi dan lebih memilih membeli produk secara online. Jadi, penyelamatan UMKM dari risiko gulung tikar sangat tergantung dari seberapa cepatnya pemerintah dalam menyalurkan bantuan ini.

Dukungan untuk UMKM untuk go digital juga sudah digalakkan oleh pemerintah. Di mana, Kemkominfo kini bermitra dengan Tokopedia untuk memberikan pelatihan kepada UMKM di Indonesia. Guna mempersiapkan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan oleh UMKM saat merambah ke bisnis digital. Pelatihan UMKM go digital ini bertajuk Digital Entrepreneurship Academy (DEA). 

Pelatihan UMKM go digital ini menjadi target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global pada 2030 nanti. Sehingga, Indonesia harus fokus kepada teknologi dan digitalisasi. 

Walaupun e-commerce saat ini sangat berkembang pesat di Indonesia sebagai tempat berjualan bagi UMKM. Namun, hal yang perlu dikedepankan adalah produk-produk nasional tidak boleh kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri.

Jadi, ketika daya beli masyarakat semakin menurun hal ini akan berimbas kepada menurunnya omzet penjualan UMKM. Tetapi, bila UMKM go digital diharapkan akan membantu mereka bertahan selama pandemi akibat adanya pergeseran kebiasaan konsumen yang lebih memilih untuk berbelanja lewat e-commerce.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dengan menyumbang 57,8% ke PDB yakni sebesar Rp8.573,9 triliun pada 2018 lalu. Dan menyediakan lapangan kerja untuk tenaga kerja Indonesia dengan mempekerjakan sebanyak 116.978.631 tenaga kerja atau 97% dari total tenaga kerja (UMKM dan Unit Besar).

Demikianlah apa itu UMKM dan bagaimana perannya dalam membantu perekonomian Indonesia. Bisa kamu bayangkan bukan, bagaimana jadinya bila tidak ada UMKM di Indonesia? Tentunya akan semakin banyak masyarakat yang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan berimbas terhadap meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Artikel Terkait