Analisis Saham

Pergerakan Harga Saham MCAS Tampak Positif, Layak Dikoleksi?

Saham MCAS

Ajaib.co.id – PT M Cash Integrasi Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa produk digital. Perusahaan berkode saham MCAS ini didirikan pada tahun 2010 yang memiliki kegiatan usaha dengan nama MCASH Kiosk menawarkan pembelian dan pembayaran pulsa, token listrik, tagihan, pemesanan tiket, hingga e-ticket maupun voucher digital.

MCAS sendiri merupakan anak perusahaan dari Kresna Graha Investama. Selain itu, MCAS juga menawarkan layanan kios digital untuk pengecer di seluruh wilayah Indonesia meliputi pasar petani, pasar peternakan, Hypermart, dan Shell. MCAS juga berkerja sama dengan 24print.id yang merupakan kios cetak digital swalayan.

Mayoritas saham MCAS saat ini dipegang oleh PT 1 Inti Dot Com dengan jumlah 18,10 persen kepemilikan. Saham MCAS pertama kali diperdagangkan secara publik melalui bursa saham belum begitu lama yaitu pada tahun 2017 dengan harga penawaran sebesar Rp1.385 per lembar saham.

Saat ini pergerakan harga saham MCAS sedang meningkat dan jauh dari harga penawaran sebesar Rp7.650 per lembar saham pada penutupan perdagangan, Jumat 18 Juni 2021.

Melihat pergerakan harga saham MCAS yang sangat positif ini tentu bisa menjadi salah satu acuan penting bagi para investor untuk mengoleksi sahamnya. Namun, sebelum itu ada baiknya untuk mengetahui kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham MCAS berikut ini.

Pendapatan MCAS Meningkat, namun Laba Turun 72 Persen di Tahun 2020

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di tahun 2020, perseroan mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan. MCAS sendiri membukukan pendapatan yang naik 2,16 persen YOY dari tahun 2019 sebesar Rp11,09 triliun menjadi Rp11,33 triliun.

Kenaikan pendapatan ini sayangnya tidak diikuti oleh laba bersih yang turun 72,22 persen YOY menjadi Rp25,64 miliar dari laba tahun 2019 sebesar Rp92,29 miliar.

Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya sejumlah kenaikan beban seperti beban pokok pendapatan naik 2,49 persen sebesar Rp11,11 triliun YOY, beban bunga membengkak menjadi Rp19,29 miliar, hingga kerugian investasi lainnya senilai Rp16,33 miliar di akhir tahun 2020.

Kinerja Keuangan MCAS Terpantau Positif dalam 3 Tahun Terakhir

Mengingat saham MCAS yang baru melantai di bursa pada tahun 2017, maka kinerja keuangan dalam 3 tahun terakhir sejak mencatatkan namanya di papan bursa, bisa menjadi acuan untuk menilai apakah sahamnya layak dikoleksi oleh para investor. Adapun, data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi 2019 2018 2017
Pendapatan bersih 11.090.421 6.356.090 2.655.759
Laba kotor 254.929 171.377 34.180
Laba tahun berjalan 211.622 255.299 10.015

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa secara penjualan MCAS terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya atau semenjak mencatatkan sahamnya di bursa saham. Sementara untuk raihan laba juga terpantau positif, hanya saja sempat turun di tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh adanya sejumlah beban yang mengalami peningkatan.

Pasalnya, pendapatan perseroan di tahun tersebut melesat naik, namun tidak diikuti oleh raihan laba yang juga meningkat. Walaupun begitu, kinerja bisnis di tahun 2019 ini bisa dikatakan sangat positif. Di mana, MCAS mampu meningkatkan pendapatan hingga 74,4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain berdasarkan nominal yang diraih, kinerja yang positif ini juga dapat dilihat berdasarkan rasio keuangan MCAS di tahun tersebut. Jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, memang bisnis MCAS di tahun tersebut dalam kondisi yang sehat. Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio 2019
ROA -1,2%
ROE 5,3%
NPM 1,4%
CR 426,3%
DER 75%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis MCAS ke Depannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Melihat prospek bisnis PT M Cash Integrasi Tbk dengan kode saham MCAS di tahun 2021, dapat diketahui berdasarkan strategi bisnis yang akan dilakukan tahun ini. Hal ini penting untuk diketahui karena berkaitan juga dengan prospek saham MCAS apakah layak untuk dikoleksi. Apalagi melihat harga saham MCAS yang sedang meningkat, maka ada baiknya untuk memahami rencana bisnis perseroan secara lebih jelas.

MCAS sendiri melihat tahun 2021 dengan penuh optimistis, di mana perekonomian Indonesia mulai kembali bangkit. Hal ini yang melatarbelakangi perseroan untuk menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 10 persen hingga 15 persen atau sekitar Rp14 triliun di tahun ini. Tentunya, target tersebut bakal terealisasikan dengan eksekusi strategi bisnis yang baik di tahun 2021.

Perseroan juga berharap percepatan transformasi digital yang dimulai pada tahun 2020 bakal semakin menguat di tahun 2021. Beberapa inisiatif sudah dilakukan oleh MCAS mulai dari tahun 2020 seperti platform WhatsApp for Business hingga tahun ini bakal masuk ke segmen early adoption yang memungkinkan para UKM untuk bisa menggunakan solusi dengan WhatsApp for Business.

Selain itu, MCAS juga mendorong adopsi DigiResto sebagai solusi pemesanan makanan khususnya bagi bisnis F&B yang terintegrasi dengan SiCepat Ekspres sebagai last mile delivery service. Perusahaan memang tengah gencar melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak lain.

Mulai dari melakukan kolaborasi bersama SiCepat Ekspres untuk meluncurkan SiCepat Point, AlfaCepat yang bekerja sama dengan Alfamart dalam menghadirkan drop points untuk kebutuhan pengiriman barang, hingga menghadirkan platform hiburan yang bekerja sama dengan Bumilangit.

Dengan begitu, kerja sama ini tentunya bakal memberikan dampak positif khususnya terhadap prospek usaha MCAS di tahun 2021, baik dari segi pertumbuhan pendapatan maupun profitabilitas.

Untuk membantu melancarkan kebutuhan fokus kinerja di tahun 2021, MCAS sudah mempersiapkan anggaran belanja modal atau dengan nilai sebesar Rp150 miliar. Di mana, anggaran tersebut berasal dari pendanaan internal.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek.

Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait