Saham

Pendapatan Turun, Saham PPRO Tambah Dana

PPRO membuat strategi baru untuk meningkatkan harga saham PPRO. Meski pendapatan menurun mereka berani menambah anggaran belanjanya

Ajaib.co.id – PT PP Properti Tbk (saham PPRO) saat ini mendapat kepercayaan dari investor asing asal Dubai. Mereka berinvestasi di Surabaya dan berhasil mengangkat perolehan marketing sales perseoraan.

Pada 2019 ini, PPRO juga menaikkan anggaran belanja modal mereka menjadi Rp1,2 triliun Semula, anak usaha PT PP (Persero) Tbk tersebut hanya menyediakan anggaran sebesar Rp1 triliun.

PPRO Menambah Dana Belanja Modal

Dengan penambahan dana belanja modal, PPRO berharap bisa melecut kinerja selama semester kedua di tahun 2019. Maklum saja, sepanjang semester pertama kemarin perusahaan berkode saham PPRO di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan penurunan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 26,02% year-on-year (yoy) menjadi Rp 873,83 miliar.

Hal itu pun ikut memengaruhi jumlah laba emiten berkode saham PPRO tersebut. Dalam laporan keuangan, kuartal II/2019 laba persersoan tercatat Rp166,00 miliar atau turun 12,1 persen yoy. Adapun laba per saham PPRO menjadi Rp2,69 per lembar dari posisi sebelumnya Rp3,06 per lembar.

Selain itu liabilitas jangka panjang perseroan pun ikut meningkat hingga 6,47% ytd atau menjadi Rp11,34 triliun. Liabilitas jangka pendek perseroan tercatat berkontribusi sebesar Rp5,27 triliun sedangkan liabilitas jangka panjang berkontribusi Rp6,06 triliun.

Target PPRO

Seperti diketahui, Target utama PP Properti adalah pasar properti segmen menengah ke bawah. Mereka melihat, kebutuhan segmen menengah ke bawah terhadap produk properti masih tinggi. Lagi pula, momentum lebaran sudah berlalu dan kondisi politik pasca pemilihan umum juga sudah lebih kondusif.

Sementara secara khusus, PP Properti juga akan memacu penjualan proyek properti menyasar segmen mahasiswa. Lokasi yang mereka incar antara lain di Depok (Jawa Barat), Jatinangor (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur) dan Surabaya (Jawa Timur). 

Bekerja Sama dengan Mitra Bisnis untuk Memikat Investor

Demi memikat pembeli, PP Properti menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra bisnis atau instansi. Sebut saja kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional yang bertujuan memberikan rasa aman kepada orang tua mahasiswa. Salah satu wujud kerja sama yakni pelatihan kepada staf penjaga hunian untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba. Ada pula kerja sama dengan Gramedia Asri Media dalam penyediaan 21.000 bacaan gratis secara online.

PP Properti berharap bisa mengantongi pendapatan pra penjualan alias marketing sales lebih dari Rp2,6 triliun sepanjang tahun ini. Tahun lalu, perusahaan tersebut mengantongi marketing sales senilai Rp2,56 triliun.

Mereka juga terus melakukan terobosan dalam mengembangkan bisnis propertinya, salah satunya dengan menciptakan diferensiasi produk dan jasa yang dikemas dengan tagline ′Beyond Space′. PT PP Properti berinovasi menciptakan desain dan konsep arsitektur bangunan yang bisa diterapkan baik untuk proyek hunian, perkantoran, ritel dan komersial. 

Bukan sekedar menyediakan ruang dan tempat, tetapi PPRO juga berusaha agar setiap bangunan yang dikembangkan perusahaan tersebut bakan menjadi tempat yang nyaman, memberikan ketenangan dan kesejukan bagi penghuninya, yang dapat menyelaraskan kehidupan dengan alam di sekitarnya, dan membuat penghuninya sehat lahir dan batin.

Itulah beberapa alasan kenapa PPRO menambah anggaran belanjanya meski pendapatan mereka menurun.

Artikel Terkait