Saham

Menyikapi Saham-Saham Rekomendasi Influencer

Ajaib.co.id – Ada sebuah fenomena saat ini di mana para influencer yang terjun ke pasar modal memamerkan kegiatannya bertransaksi saham. Misalnya saja Raffi Ahmad yang menulis di akun media sosial miliknya seperti di bawah ini:

“Pertama kalinya gue menginvestasikan tabungan gue di satu perusahaan, namanya MCAS. MCAS ini salah satu perusahaan di bidang teknologi. Coba deh kalian telusuri MCAS. Mantap guys,”

dan

“Uang yang gue taruh selama kurang lebih baru 2-3 minggu sudah naik 20 persen menuju 30 persen. Gila, gokil banget guys!”

Uniknya saham yang sama, yaitu MCAS, juga dipromosikan oleh Ari Lasso di akun instagramnya.

“Nah, di masa pandemi ini ada satu saham yang luar biasa menarik dari PT M Cash Integrasi, kode sahamnya MCAS di Bursa Efek Jakarta. Kalian bisa cek dalam berapa bulan ini signifikan banget peningkatannya, ini bukan endorse bukan apapun. Saya cuma ingin berbagi dengan teman-teman agar memiliki kesadaran investasi dengan instrumen yang tepat,” kata Ari Lasso.

Tak sia-sia Raffi Ahmad dan Ari Lasso punya banyak follower, saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) langsung meroket setelah direkomendasikan di 4 Januari 2021. Di penutupan bursa saham MCAS menguat signifikan 5,26 persen atau 210 poin ke Rp4.200. Penguatan berlanjut ke keesokan harinya. Sebanyak 8,33 persen atau 350 poin MCAS maju naik ke Rp4.550 per saham.

Tercatat dalam dua hari total volume saham yang diperdagangkan 4,67 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp 21,18 miliar. Total dalam satu minggu terakhir sejak 21 Desember 2020, saham MCAS telah mengalami kenaikan sebesar 21,33 persen. 

Ari Lasso dan Raffi Ahmad diketahui masing-masing memilikijumlah follower sebanyak 49,2 juta dan 1,9 juta orang. Aksi promosi saham oleh Raffi Ahmad dan Ari Lasso dibantah sebagai pompom karena mereka tidak merasa di-endorse oleh PT M Cash Integrasi Tbk.

Ajakan Membeli Ala Influencer

Jika kamu belum tahu, aksi pompom atau ajakan membeli saham dengan tujuan menggoreng saham alias Pump and Dump telah diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal. Tak main-main, jika ketahuan terbukti bersalah melakukan Pump and Dump maka jeratan penjara maksimal 10 tahun mungkin bisa terjadi menurut Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM), yaitu pasal 91 dan 92.

Benny Tjokrosaputro pemilik Batik Keris yang tersandung kasus Jiwasraya adalah bukti penegakan hukum atas aksi goreng-menggoreng saham. Om Bentjok, demikian beliau akrab disapa, telah terbukti bersalah karena melakukan penggorengan saham Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) dan beberapa saham lainnya. Ajakan membeli saham yang dilakukan Om Bentjok adalah berupa wash trading atau manipulasi volume transaksi saham. Trader yang memperhatikan lonjakan volume biasanya tergiur dengan saham-saham gorengan Om Ben.

Kini ajakan membeli makin eksplisit setelah para influencer melakukan ajakan sekaligus pamer saham di akun sosial media milik mereka. Kalimat seperti “Coba deh kalian telusuri MCAS. Mantap guys” yang dilontarkan Raffi Ahmad misalnya, adalah kalimat ajakan yang kuat.

Rupanya tak Cuma Raffi Ahmad dan Ari Lasso, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep melalu akun Twitter-nya sering menyarankan saham-saham potensial yang umumnya adalah BUMN. Setidaknya ada tiga emiten yang dia bagikan dan diindikasikan bakal naik harga sahamnya, yaitu PGAS, ANTM, dan KAEF.

Selain itu seorang ustaz kondang yang sudah cukup akrab dengan dunia investasi yaitu Yusuf Mansur kerap kali memamerkan saham-saham andalannya.

Kalimat bernada menginstruksi dilacarkan beliau “Udah sana, beli WIKA, GMFI, dll. Hajar aja. Kita disiplin, Covid-19 ilang, mereka (investor asing) datang lagi, bingung. Ga ada yang bisa dibeli, hehehe,”

Kendati demikian semua influencer yang disebutkan di atas mengaku tidak menerima endorse.

Merespons merebaknya fenomena influencer saham ini, Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, mengatakan pihaknya akan mengajak diskusi para influencer tersebut.

 “Perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral mereka untuk para follower-nya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang bisa dikecewakan. Kita juga mengajak mereka ikut Sekolah Pasar Modal bagi yang belum pernah mengikuti,” ungkap beliau pada 5 Januari 2021.

Ajakan influencer pasar saham ini tidak diatur secara khusus namun Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi, mengatakan bahwa UU Pasar Modal mengatur perlindungan investor.

BEI memastikan bahwa telah ada mekanisme pengawasan pasar dan transaksi yang dapat mengawasi potensi pelanggaran yang dapat terjadi termasuk jika hal itu berasal dari para influencer. Pelanggaran perlindungan investor adalah apabila mereka memang menerima endorse promosi dari perusahaan yang direkomendasikan.

Tips Menyikapi Rekomendasi Influencer

Selama rekomendasi influencer atau cerita yang disebarkan oleh influencer tidak mengandung informasi menyesatkan dan tidak ada manipulasi pasar maka tidak melanggar ketentuan UU Pasar Modal.

Sisi positif dari fenomena munculnya influencer saham ini adalah banyaknya orang yang terinspirasi untuk masuk bursa transaksi saham. Sebagai seorang investor kamu harus tahu bahwa keputusan investasi kamu adalah sepenuhnya tanggung jawabmu.

Jangan sampai keputusan investasi rekomendasi influencer favoritmu membuatmu blunder karena apabila ternyata kemudian sahamnya turun kamu tak bisa salahkan influencer yang menginspirasimu.

Sejalan dengan hal tersebut, berikut ada beberapa tips cerdas dalam menyikapi saham-saham rekomendasi influencer.

  • Selalu Waspada Terhadap Ajakan Membeli  

Tak jarang influencer menggadang-gadangkan saham emiten tertentu yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kamu harus tahu bahwa bursa adalah tempat di mana pompom bisa saja terjadi dan salah-salah kamu bisa jadi korban. Karena emiten-emiten yang jumlah kepemilikan saham publik nya sedikit saja berpotensi untuk digoreng.

Kamu harus memiliki sikap untuk tidak mudah terpengaruh. Pasalnya, laba bersih diperoleh bukan dalam waktu singkat, maka semestinya harga saham pun tidak naik terlalu cepat dalam waktu singkat.

  • Edukasi diri dengan baik

Lo Kheng Hong, investor kawakan Indonesia, dalam sebuah wawancara kepada CNBC Indonesia tanggal 5 Januari 2021 menyarankan agar sebagai investor “jangan membeli kucing dalam karung”. Kamu harus tahu menahu mengenai apa yang kamu beli. Penting bagi investor untuk menguasai sedikitnya satu jenis analisis.

Kamu bisa mulai mencari tahu tentang analisis fundamental dan teknikal dan mencocokkan apa yang dikatakan oleh influencer dengan kenyataan kinerja emiten. Kamu bisa coba mulai menelisik kinerja dan aset emiten melalui laporan tahunan atau annual report dan laporan keuangan (lapkeu) emiten. 

Artikel Terkait