Analisa Saham

Menilik Bedah Prospektus Saham IPO SEMA

Sumber: Semacom Integrated

Ajaib.co.id – Akhir- akhir ini, pemerintah di seluruh dunia semakin serius untuk menciptakan lingkungan yang bebas emisi. Indonesia sendiri berambisi untuk menjadikan negara yang bebas emisi karbon pada tahun 2060.

Salah satu langkah kongkrit pemerintah adalah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN), di mana isi peraturan tersebut mengungkapkan Rencana Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), prioritas pengembangan industri otomotif pada periode 2020 – 2035 adalah pengembangan kendaraan listrik beserta komponen utamanya seperti baterai, motor listrik, dan inverter. 

Yap, salah satu cara untuk mencapai emisi karbon 0% oleh pemerintah Indonesia adalah menargetkan perubahan kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bermotor berbasis baterai. Nah emiten yang akan listing satu ini bergerak dibidang usaha produksi panel, perakitan baterai listrik dan energi terbarukan loh!

Profil Singkat Emiten

Perusahaan yang bernama PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) ini merupakan perusahaan yang bergerang di bidang produksi panel, perakitan baterai listrik dan energi terbarukan.

Perseroan merupakan salah satu perusahaan produksi panel listrik yang cukup terkemuka di Indonesia dan merupakan pemilik lisensi pertama di Indonesia dari Siemens untuk memproduksi panel listrik sejak tahun 2009.

Beberapa pencapai perseroan yaitu Siemens Technology Partner sejak 2009, the Hyundai Electric Business Partner sejak 2018 dan FiberHome Authorized FitOn Series Assembler sejak 2020.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Semacon Global Mandiri (90,00%), Rudi Hartono Intan (6,00%), dan Djaja Tonny Intan (4,00%)

Detail Rencana IPO SEMA

Perseroan melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sejumlah 347.000.000 lembar saham atas nama dengan nominal Rp50 setiap lembar saham, atau sama dengan 25,76% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawaran awal sebesar Rp180 – Rp220. 

Selain itu saham IPO SEMA juga menerbitkan sebanyak 173.500.000 Waran Seri 1 atau setara 11,41% dari total jumlah saham yang ditempatkan

Prakiraan struktur pemegang saham PT Semacon Global Mandiri (66,82%), Rudi Hartono Intan (4,45%),  Djaja Tonny Intan (2,97%), dan Masyarakat (25,76%).

Penjamin pelaksana emisi efek SEMA adalah PT NH Korindo Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek akan segera dikemukakan kemudian.

Jadwal Penawaran Saham

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus IPO saham SEMA adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 17 – 22 Desember 2021
  • Tanggal Efektif : 30 Desember 2021
  • Masa Penawaran Umum Saham : 3- 5 Januari 2022
  • Tanggal Penjatahan : 5 Januari 2022
  • Tanggal Distribusi Saham : 6 Januari 2022
  • Tanggal Pencatatan di BEI : 7 Januari 2022
  • Tanggal Awal Perdagangan Waran Seri I : 7 Januari 2022
  • Tanggal Akhir Perdagangan Waran Seri I (Reguler dan Negosiasi) : 3 Januari 2023
  • Tanggal Akhir Perdagangan Waran Seri I (Tunai) : 5 Januari 2023

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham SEMA

Berdasarkan prospektus perseroan, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perseroan seperti pembelian persediaan, biaya Research and Development (RnD), serta biaya pemasaran dan promosi. 

Kinerja Laporan Keuangan

Prospektus saham IPO SEMA menunjukan bahwa kinerja dalam tiga tahun terakhir, SEMA mampu mencatatkan pertumbuhan laba, terutama untuk periode 6 (Bulan) yang berakhir per tanggal 30 Juni 2021 adalah sebesar Rp4.959.696.897.

Di mana terdapat peningkatan Laba Neto Periode Berjalan sebesar Rp2.705.611.297 atau meroket senilai 120% bila dibandingkan dengan Laba Neto Periode Berjalan untuk periode 6 (Bulan) yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 yaitu tercatat sebesar Rp2.254.085.600. Hal ini hasil dari meningkatnya penjualan.

Rasio Keuangan SEMA

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham SEMA selama bulan Desember 2018, 2019 hingga Juli 2021:

Data di atas mencerminkan bahwa SEMA secara fundamental menunjukan keuangan yang sehat dan kuat. Terbukti dari meningkatnya rasio profitabilitas dan terjadi penurunan rasio solvabilitas.

Kebijakan Dividen SEMA

Prospektus saham IPO SEMA menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen, dengan skema yang belum ditentukan secara rinci.

Prospek Bisnis SEMA

Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang tinggi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia (Worldometer, 2021) dengan konfigurasi negara kepulauan, disparitas pertumbuhan ekonomi antar wilayah merupakan isu konsisten yang akan dihadapi oleh negara.

Pemerintah Indonesia telah secara konsisten mengupayakan pemerataan ekonomi, di mana hal ini juga ditandai dengan adanya perencanaan pemindahan Ibu Kota Indonesia untuk meningkatkan konektivitas pemerataan. Hal ini akan secara paralel memacu perkembangan infrastruktur, baik untuk sektor komersial, non komersial, maupun utilitas penunjangnya.

Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai negara industri. Sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang menjadi anggota G20, Indonesia secara konsisten mendorong transformasi ekonomi dan pembangunan inklusif, yang ditandai dengan digitalisasi berbagai sektor perekonomian dan reformasi struktural. Sejalan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan akan energi dan ketergantungan terhadap sektor kelistrikan akan semakin besar.

Sebagaimana yang telah diproyeksikan dalam grafik Permintaan Energi Final per Sektor 2020-2050 oleh DEN (Dewan Energi Nasional) dalam Indonesia Energy Outlook 2019 di mana skenario BaU mengacu pada KEN dan RUEN, RIPIN 2015-2035 dan Renstra masing-masing Kementerian; skenario PB mengacu pada target bauran energi primer pembangkit listrik yang terdapat dalam RUEN; dan skenario RK disusun dengan asumsi kontribusi Indonesia yang lebih besar dalam mendukung upaya global (Sesuai Persetujuan Paris) untuk mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2 derajat celsius.

Sehaluan dengan proyeksi pemerintah dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, kebutuhan energi listrik untuk industri pada tahun 2035 diproyeksikan akan mencapai 446.993 GWh atau 3.6 kali lipat dari kebutuhan pada tahun 2020. Tentunya hal ini akan berdampak positif dan menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan yang bergerak dalam teknologi kelistrikan.

  • Energi Terbarukan

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang berasal dari sumber daya alam dan tidak akan habis karena terbentuk dari proses alam yang berkelanjutan. Contoh dari energi terbarukan adalah seperti sinar matahari, ombak, angin, dan air.

  • Energi Surya (Sinar Matahari) 

Energi surya atau energi matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas matahari melalui peralatan tertentu menjadi energi dalam bentuk lain. Matahari merupakan sumber utama energi. Energi matahari dapat digunakan secara langsung maupun diubah ke bentuk energi lain.

Dari data informasi Kementerian ESDM, energi terbarukan surya menjadi urutan pertama sebesar 207,8 Gigawatt (GW). Prospek usaha perseroan masih kedepan semakin menjanjikan, dikarenakan energy terbarukan penggunaan panel surya akan menjadi primadona di bidang industri serta dapat didistribusikan kepada masyarakat dengan baik.

Seiring dengan bertambahnya permintaan di dalam negeri, SEMA dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan dukungan stakeholder, kebijakan pemerintah, kapasitas, dan pembaruan teknologi.

SEMA di masa yang akan datang diharapkan dapat memiliki produk dalam negeri dengan kualitas terbaik dengan harga yang kompetitif, dikarenakan perseroan memiliki pengalaman dan dipercaya oleh pelanggan.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO SEMA, SEMA memiliki fundamental yang kuat di mana kinerja keuangan perusahaan terlihat cukup bagus dan menarik, tercatat mengalami peningkatan dari tahun ketahun, selain itu jika arah kebijakan pemerintah terus konsisten terhadap perubahan energi menjadi yang lebih ramah lingkungan, maka bukan tidak mungkin perseroan akan memiliki masa depan yang sangat cerah.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait