Analisa Saham

Mengoleksi Saham TRST Dibutuhkan Pertimbangan yang Matang

Ajaib.co.id – PT Trias Sentosa Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan film kemasan fleksibel. Perusahaan berkode saham TRST ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 1986 dengan produk meliputi film polipropilena berorientasi biaxially dan film poliester berorientasi biaxially. TRST memiliki pabrik di wilayah Indonesia dan Daratan China.

TRST telah memasarkan produknya hingga skala internasional seperti China, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Australia. Kegiatan bisnis TRST juga dibantu beberapa anak perusahaannya seperti Astria Packaging Pte Ltd dan Tianjin Sunshine Plastic Co Ltd. Mayoritas saham TRST saat ini dipegang oleh PT K and L Capital dengan 26,60 persen kepemilikan.

Saham TRST mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 1990 dengan harga penawaran Rp11.800. Kini harga saham TRST berada cukup jauh dari harga penawaran yaitu Rp420 per lembar saham pada penutupan perdagangan 1 April 2021. Lalu, apakah sahamnya masih layak untuk dikoleksi?

Oleh karena itu, simak bagaimana fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis yang akan diambil perseroan melalui bedah kinerja saham TRST berikut ini.

Pendapatan Bersih TRST Tumbuh 10,5 Persen, Kinerja Keuangan Perseroan Positif Hingga Kuartal III 2020

Berdasarkan laporan keuangan TRST di kuartal ketiga tahun 2020, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,5 persen YOY menjadi Rp2,21 triliun.

Di lain sisi, beban pokok penjualan naik 8,2 persen YOY sehingga perolehan laba kotor sebesar Rp218,33 miliar naik 40% secara YOY. Akan tetapi, kinerja tersebut harus terhalang rugi selisih kurs yang mencapai Rp31,38 miliar.

Di mana, TRST masih memiliki utang jangka panjang dalam USD sehingga saat kurs naik maka rugi selisih kurs pun terjadi. Dengan begitu, perolehan laba bersih hingga akhir September 2020 mencapai Rp40,28 miliar yang turun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp43,98 miliar.

Menurut pihak TRST, pertumbuhan penjualan perseroan cenderung realistis dengan kondisi yang tengah terjadi.

Kinerja Keuangan TRST dalam 5 Tahun Terakhir Tampak Positif

Bisnis TRST yang mampu bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 memang memiliki riwayat kinerja yang baik. Dalam 5 tahun terakhir, kinerja keuangan TRST tampak positif, walaupun realisasi penjualan dan raihan laba nominalnya masih belum konsisten atau naik turun.

Adapun data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan yang dapat dilihat seperti berikut (dalam triliun rupiah):

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui kinerja keuangan TRST dari sisi penjualan memang mengalami naik turun seperti di tahun 2016 dan 2019 mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut masih dalam tahap wajar. Sedangkan untuk raihan laba setiap tahunnya terus tercatat di dalam laporan keuangan TRST.

Hanya saja di tahun 2019 laba yang diraih harus turun setengah lebih dari laba di tahun 2018. Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pendukung seperti penurunan penjualan yang sudah dimulai dari kuartal pertama di tahun 2019. Di mana, ditandai dengan fluktuasi rupiah yang tertekan terhadap mata uang asing terutama dolar.

Ditambah dengan koreksi harga minyak mentah dunia mempengaruhi daya beli konsumen untuk industri flexible film packaging khususnya di dalam negeri. Selanjutnya adalah masa kampanye yang juga berlangsung di awal tahun sehingga penjualan bergerak melambat. Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor eksternal bisnis TRST juga berperan penting dalam kelangsungan bisnis ke depannya.

Oleh karena itu, TRST harus menyiapkan sejumlah strategi bisnis yang tepat untuk mengantisipasi hal serupa yang bakal satu waktu terjadi di masa mendatang. Penurunan laba bersih di tahun 2019 sendiri tidak serta merta membuat kinerja keuangan benar-benar melemah. Mengingat, kondisi bisnis TRST yang dilihat berdasarkan rasio keuangan tampak positif.

Berikut data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan TRST untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Melihat Prospek Bisnis TRST Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi

Rencana bisnis PT Trias Sentosa Tbk merupakan salah satu acuan penting dalam mempertimbangkan saham TRST untuk dikoleksi. Hanya saja memasuki tahun 2021, perseroan masih belum menginformasikan agenda bisnis apa saja yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja bisnis di tahun ini. Namun, dapat diprediksi bahwa tahun ini TRST bakal meningkatkan kapasitas produksinya.

Hal tersebut sejalan dengan dua pabrik yang diresmikan untuk menambah kapasitas produksi tahun lalu. Di mana, investasi pabrik tersebut mencapai 45 juta USD sehingga tahun ini juga dapat dipastikan TRST tidak akan banyak mengeluarkan anggaran belanja modal atau capex yang tinggi. Strategi bisnis yang akan digunakan untuk meningkatkan kinerja tampaknya masih sama dengan tahun lalu yaitu penjualan produk bernilai tambah.

Produk yang dimaksud adalah plastik geotextile yang ditujukan untuk usaha konstruksi dan pertanian. Di mana, peluang pasarnya masih terbuka lebar sehingga penjualan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja mereka di tahun ini. Apalagi produk plastik geotextile ini di tahun 2020 menghabiskan dana investasi mencapai 8 juta USD.

Selain itu, masa pandemi yang masih berlangsung saat ini tampaknya akan membuat TRST masih fokus untuk meningkatkan penjualan ekspor ke beberapa negara yang sudah menjadi pelanggan lama.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait