Mengenal HMSP, Saham Sampoerna yang Anjlok di Pertengahan 2019

HMSP Saham Sampoerna
HMSP Saham Sampoerna

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HM Sampoerna) merupakan perusahaan rokok berkode HMSP. Sampoerna perusahaan rokok terbesar pertama yang ada di Indonesia, dan masih bertahan hingga saat ini.

Produk rokok memang merupakan salah satu produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tidaklah mengherankan banyak konglomerat Indonesia yang lahir dari perusahaan-perusahaan rokok. Salah satunya adalah HM Sampoerna yang melahirkan Putera Sampoerna sebagai orang terkaya ke-13 di Indonesia.

Saham HMSP Unggulan di Sektor Barang Konsumsi

Di dalam dunia saham, ada yang dinamakan blue chips stock atau saham unggulan. Pada dasarnya, saham HMSP PT HM Sampoerna merupakan salah satu saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak mengherankan sahamnya menjadi buruan. HMSP juga termasuk saham dari emiten berkapital tinggi.

Namun demikian, investasi saham merupakan jenis investasi berisiko tinggi. Bahkan saham dari perusahaan terbesar sekali pun bukannya tanpa risiko merugi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli saham HMSP,sebaiknya dilihat terlebih dahulu kondisi perusahaan, serta kondisi pasar yang mendukungnya.

Pengaruh Kenaikan Cukai Tembakau

Belakangan ini terdengar kabar cukai tembakau akan mengalami kenaikan sebesar 10%. Banyak yang berpikir, hal ini tidak akan terlalu berpengaruh pada masa depan pabrik rokok Indonesia. Lagipula, terlepas dari berbagai upaya pemerintah untuk kampanye antirokok, rokok masih tetap merupakan barang konsumsi dengan angka penjualan sangat tinggi di Indonesia.

Persaingan produk rokok memang sangat ketat. Bahkan sejak awal saham HMSP tidak agresif. Namun, banyak yang memilih menanam saham di perusahaan ini untuk investasi jangka panjang.

Dikutip dari Katadata, Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya, mengungkapkan potensi volume penjualan rokok tahun depan akan stagnan. Bahkan bisa jadi lebih lemah dari tahun ini.

Pengaruh kenaikan cukai tembakau pada Oktober 2018 telah memberikan dampak pada penurunan volume penjualan rokok HM Sampoerna. Hal ini dikarenakan kecenderungan masyarakat mulai memilih membeli rokok murah.

Rekomendasi Saham HMSP

Walaupun volume penjualan mengalami penurunan, Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengungkapkan, pendapatan Sampoerna pada Triwulan I 2019 tetap tumbuh sebesar 2,9% menjadi Rp23,8 triliun. Sehingga laba bersih Sampoerna juga tumbuh sebesar 8,4% menjadi Rp3,3 triliun. Tentunya ini kabar baik bagi para investor saham HMSP.

Harga saham HMSP juga sempat terkoreksi pada pertengahan bulan Juni 2019. Setelah sempat menyentuh level Rp4.000 per lembar saham, HMSP terus mengalami penurunan. Saat ini harga HMSP saham berkisar pada level Rp2.700 – Rp2.900 per lembar saham. Ini merupakan level harga saham terendah semenjak tahun 2015.

Meskipun demikian, pengamat masih merekomendasikan membeli saham HMSP. Alasannya, masih memiliki potensi naik pada tahun mendatang. Selain itu, mengingat investor sudah mengantisipasi masalah kenaikan cukai tembakau.

PT HM Sampoerna sendiri akan melakukan diversifikasi produk. Rencananya, HM Sampoerna akan mengeluarkan produk rokok terbaru dengan kandungan tar tinggi, namun harga yang lebih murah. Hal ini untuk menyesuaikan tren konsumen yang lebih banyak melirik rokok yang lebih murah. Selain itu, HM Sampoerna juga sedang menguji pasar untuk beberapa produk rokok baru dengan kandungan berbeda.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait