Analisa Saham, Saham

Membedah Saham SMBR, Emiten di Sektor Industri Semen

Sumber: Media Indonesia

Ajaib.co.id – PT Semen Baturaja Persero Tbk (SMBR) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri semen meliputi produksi, distribusi, hingga jasa lain mengenai industri semen. Emiten dengan kode saham SMBR ini didirikan oleh PT Semen Gresik dan PT Semen Padang pada 1974, lalu pada 1991 diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia hingga kini menjadi bagian dari perusahaan BUMN.

SMBR memproduksi semen dengan jenis Semen Portland Type I dan Semen Portland Komposit dengan pabrik yang berlokasi di Baturaja dan Panjang. Saham SMBR pertama kali diperdagangkan secara publik di bursa saham melalui penawaran saham perdana pada tahun 2013 dengan jumlah saham sebanyak 9.837.678.500 lembar saham dan dana terkumpul sebanyak Rp1,30 triliun.

Di mana, kepemilikan saham SMBR dipegang oleh Pemerintah RI sebesar 75,51 persen dengan nilai Rp750 miliar dan 24,49 persen dengan nilai Rp243 miliar dipegang oleh publik. Market cap saham SMBR saat ini sebesar Rp9,49 triliun.

Kinerja Keuangan Mengacu pada Laporan Keuangan Terakhir

Berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga sepanjang tahun 2020, kinerja keuangan SMBR masih tertekan dengan pendapatan yang turun 19,18 persen sebesar Rp1,15 triliun dari realisasi periode sama di tahun sebelumnya mencapai Rp1,42 triliun. Sementara, kerugian bersih yang diatribusikan ke entitas induk tercatat sebesar Rp112,60 miliar.

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan pencapaian perseroan di kuartal ketiga tahun 2019 yang berhasil meraih laba bersih sebesar Rp22,72 miliar. Pihak SMBR menyampaikan penyebab dari penurunan pendapatan perseroan disebabkan karena turunnya volume penjualan semen. Di mana, terjadi penurunan permintaan semen dalam skala nasional khususnya di wilayah pasar SMBR karena masa pandemi.

Hal ini disebabkan karena masyarakat yang menunda pembangunan di masa pandemi dan mengutamakan kesehatan serta pangan. Di periode September 2020, SMBR sendiri sudah menjual sebanyak 202.717 ton semen yang tumbuh 18 persen dari bulan sebelumnya. Hasil akumulasi menunjukan dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, SMBR sudah menjual 1.29 juta ton semen, turun 15 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

Adapun kinerja keuangan SMBR berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020, seperti berikut:

Komponen Laba30 September 202030 September 2019
Pendapatan1,15 triliun1,42 triliun
Laba bersih-112,60 miliar22,72 miliar

Sementara untuk rasio keuangan dari saham SMBR di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Rasio30 September 202030 September 2019
ROA-2,6%0,5%
ROE-4,5%0,9%
NPM-9,8%1,6%
DER71%62%

Dari perbandingan rasio ini bisa disimpulkan bahwa bisnis SMBR melemah di tahun 2020 terutama pada kuartal ketiga karena masa pandemi. Di mana, ROA dan ROE yang harus minus dan menunjukkan kemampuan bisnis dalam meraih keuntungan melemah di tahun 2020. Akan tetapi, hal tersebut tampak wajar karena efek masa pandemi yang berimbas ke semua bisnis termasuk saham SMBR.

Riwayat Kinerja Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan, kinerja saham SMBR dalam 5 tahun terakhir cukup berbeda dari sisi pendapatan dan laba bersih yang diraih. Berikut kinerja keuangan SMBR yang dapat dilihat:

Komponen20152016201720182019
Pendapatan1,46 triliun1,52 triliun1,55 triliun1,99 triliun1,99 triliun
Laba bersih348 miliar259 miliar146 miliar76,07 miliar30,07 miliar
Beban pokok967 miliar1,01 triliun1,07 triliun1,28 triliun1,12 triliun

Dapat dilihat penjualan dalam 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 sampai 2019. Namun, dari sisi laba justru terus menurun hingga tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen Bagi Pemegang Saham

Pembagian dividen oleh saham SMBR rutin dilakukan setiap tahunnya kepada para pemegang saham. Adapun jumlah dividen yang dibagikan dalam beberapa tahun terakhir:

TahunDividen Per SahamJumlah
2016 9,0088,5 miliar
2017 6,5864,7 miliar
2018 3,6936,7 miliar
2019 1,9118,9 miliar
2020 0,626,16 miliar

Nilai dividen yang dibagikan oleh perseroan kepada pemegang saham cenderung menurun setiap tahunnya. Hal ini seiring dengan laba perseroan yang juga menurun dari 5 tahun terakhir. Akan tetapi, bagi investor yang mengincar dividen, maka saham SMBR bisa menjadi pilihan.

Prospek Bisnis SMBR

Berdasarkan kinerja keuangan di tahun 2020 yang sempat tertekan karena masa pandemi, SMBR mencatatkan penjualan di sepanjang tahun 2020 sebesar 1,93 juta ton semen dan 34.000 semen putih atau white clay. Penjualan tersebut mengalami penurunan 8,53 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 2,11 juta ton dan di bawah target yang sudah ditetapkan di tahun 2020.

Penjualan sekitar 2 juta ton semen ini masih lebih baik jika dibandingkan permintaan yang menurun dalam skala nasional mencapai 10,4 persen. Di mana, menurut pihak SMBR, permintaan yang turun menyebabkan persaingan semakin ketat di pasar dan ditambah kondisi pasokan berlebih sejak 2019. Sementara untuk target SMBR di tahun 2021 adalah penjualan yang naik lebih dari 5 persen atau sama dengan proyeksi dari laju pertumbuhan penjualan semen nasional.

Pihak perseroan optimis pada periode 2021 untuk peningkatan penjualan. Walaupun masa pandemi belum berakhir, namun proyek infrastruktur kembali berjalan sehingga akan mempengaruhi permintaan semen di 2021. Kalkulasi dari target perseroan sebesar 5 persen tersebut akan membawa penjualan SMBR mencapai lebih dari 2,02 juta ton.

Selain faktor permintaan, keunggulan dari produk dan letak geografis perusahaan juga mempengaruhi penjualan.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Untuk kinerja saham SMBR dalam seminggu terakhir di bursa saham, saat ini sedang naik turun. Dilihat dari PER dan PBV, saham SMBR berada di level minus 63,18 kali dan 2.83 kali sehingga masih butuh pertimbangan lebih bagi investor jangka pendek.

Akan tetapi, untuk investor jangka panjang saham SMBR layak untuk dipilih sebagai emiten dengan kinerja keuangan yang baik serta prospek bisnis yang menjanjikan di masa mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait