Analisa Saham

Saham BJBR Masuk IDX BUMN 20, Bagaimana Kinerja Keuangannya?

Profil Singkat

Emiten saham BJBR baru saja masuk dalam IDX BUMN 20. Perseroan yang selalu membagikan dividen kepada pemegang saham juga memiliki prospek bisnis cerah. Apakah kinerja keuangan perseroan baik?

Sebelum menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), bank ini bernama De Eerste Nederlandsche Indische Shareholding N.V., sebuah bank hipotek zaman Hindia Belanda. Lalu dinasionalisasikan pada 1960 dan setahun kemudian berdiri PD Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat dengan modal dasar awal sebesar Rp 2,5 juta, berasal dari kas daerah.

Pada Juni 1978, bank berubah nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat. November 1992 berganti nama Bank Jabar. Lalu pada April 1999, status hukum Bank Jabar berubah, dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Sehingga nama bank sering disebut Bank BJB.

Pada Juli 2010, Bank BJB melakukan penawaran umum perdana (initial public offering, IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten berkode saham BJBR ini menjadi BPD pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham. Pemegang saham BJBR adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 39,13%, Pemerintah Kabupaten Bandung dengan 7,42%, Pemerintah Kota Bandung 5,42%, dan publik 48,2%.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Untuk kinerja Bank BJB, investor dapat melihat laporan keuangan perseroan periode 2019 dan kuartal III-2020. Laporan dapat dilihat di laman perseroan maupun BEI.

Meski kinerja kuartal III-2020 terkoreksi, tetapi bank masih mampu membukukan laba bersih. Hal itu dikarenakan efek pandemi yang membuat kegiatan ekonomi melemah.

ROA dan ROE mengalami sedikit penurunan, karena laba yang dihasilkan pun menurun tipis. Begitu pula rasio kredit yang juga menurun, tetapi perseroan dapat menjaga rasio kredit macet (non performing loan, NPL). Pasalnya, nasabah yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki kredit di bank dapat membayar tepat waktu karena payroll di Bank BJB. Inilah salah satu faktor yang membuat bank memiliki kinerja baik.

Riwayat Kinerja

Riwayat kinerja Bank BJB mulai dari 2016 hingga kuartal III-2020 dalam kondisi baik. Perseroan masih mampu membukukan laba bersih dan dapat menyalurkan kredit.

Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Bank BJB rutin memberikan dividen untuk pemegang sahamnya. Dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp94,02 per lembar saham. Nilai tersebut adalah dividen tertinggi yang pernah diberikan oleh BJBR kepada pemegang saham.

Prospek Bisnis BBJR

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten memiliki prospek bisnis baik tahun ini. BJBR melakukan Penambahan modal dengan Hak memesan efek terlebih dahulu (PHMETD) atau rights issue pada 06 April 2021, IDXChannel.com (26/02/2021).

Rights issue sebanyak-banyaknya 925 juta saham baru Seri B senilai Rp250 per saham. Dana rights issue tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit.

Di sisi lain, perseroan yang memiliki saham BBJR ini masuk dalam indeks IDX BUMN 20 di BEI periode Februari-Juli 2021. IDX BUMN 20 adalah indeks yang mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan tercatat dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

Berdasarkan laman bankbjb.co.id (20/02/2021), Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJBR Widi Hartoto mengatakan masuknya BJBR dalam IDX BUMN 20 menjadi awal positif bagi perseroan dalam menjalani kinerja tahun ini. Hal tersebut juga mencerminkan kinerja perseroan sepanjang 2020. Sebelumnya, BJBR tercatat dalam IDX30 periode 10 Agustus 2020 hingga 21 Februari 2021.

Kesimpulan

Bank BJB memiliki fundamental baik. Hal itu terlihat dari kinerja keuangan dan prospek bisnis serta industrinya yang semakin berkembang di tengah era layanan perbankan digital.

Sedangkan harga saham BJBR pada 26 Februari lalu ditutup sebesar Rp1.585. Tahun lalu saham BJBR berada pada level Rp890. Artinya kenaikan harga saham lebih dari 50% dalam setahun dan PER 9,74 kali dan PBV 1,4 kali. Bandingkan dengan saham BBTN dengan PER 13,68 kali, PBV 1,10 kali, dan harga saham pada hari yang sama Rp2.070.

Namun sebagai investor, jangan gegabah untuk membeli saham. Cek dulu kinerja perseroan dari laporan keuangan, prospek bisnis dan industri, hingga aksi korporasi. Pengecekan laporan keuangan dapat dilakukan di laman BEI atau Ajaib.

Disclaimer

Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait