Saham

Turun 6,76 Persen, Saham BBKP Berencana Lakukan Right Issue

saham-bbkp

Saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) masih berada di posisi bawah. Per tanggal 18 September 2019, harga saham BBKP berada di posisi Rp280 per lembar sahamnya. Bila dibandingkan bulan lalu, saham BBKP sudah turun hinga 6,76 persen.

Tak mau terus menurun, Bank Bukopin bakal memberikan Penawaran Umum Terbatas V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue pada paruh kedua ini.

Mengutip dari situs resmi mereka, Bank Bukopin berencana menerbitkan saham kelas B maksimal 40 persen dari jumlah saham yang ditempatkan atau sebanyak-banyaknya 4,66 miliar unit saham dengan nilai nominal per unit adalah Rp100.

Penentuan Masa Depan Saham BBKP

Namun sebelum itu, Bank Bukopin akan meminta restu untuk pelaksanaan aksi korporasi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 25 Oktober 2019.

Jumlah pasti saham yang akan diterbitkan nantinya akan tergantung pada keperluan dana dan harga pelaksanaan saat right issue. Jika terjadi perubahan jumlah maksimum saham yang diterbitkan, Bank Bukopin akan melakukan pengumuman bersamaan dengan iklan panggilan RUPSLB pada 2 Oktober mendatang.

Seluruh dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja perusahaan. Dengan penguatan modal tersebut, Bank Bukopin akan memiliki pendanaan yang cukup untuk menjalankan strategi usahanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo menyebutkan, target dana yang ingin dihimpun perseroan dari right issue tahun ini sekitar Rp2 triliun.

Bank ini memilih melakukan right issue dan membatalkan rencana penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) karena pasar obligasi dinilai yang belum kondusif.

Berapa Dana yang Dihimpun

Bila melakukan right issue hingga 40 persen, berana dana yang bisa dihumpun Bank Bukopin? Dengan asumsi harga saham saat ini, yakni Rp274/unit saham, maka perusahaan mampu menghimpun dana mencapai Rp1,28 triliun.

Dana yang terhimpun akan digunakan seluruhnya oleh perusahaan untuk keperluan modal kerja dalam rangka mendukung ekspansi dan strategi usaha ke depan.

Sebelumnya, pada 5 September 2019 BBKP mencatat efek beragun aset (EBA) pertama dengan aset dasar kredit pensiunan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di mana nilai penawaran kepada investor sebesar Rp480,4 miliar dan nilai total kredit yang dialihkan Rp1,3 triliun.

Sebagai informasi, sepanjang paruh pertama 2019 total pendapatan bunga BBTN turun 9,13 persen secara tahunan menjadi Rp3,93 triliun dari sebelumnya Rp4,32 triliun di semester I-2018.

Lalu dikarenakan beban bunga tetap tercatat tumbuh positif (2,63 persen YoY) mengakibatkan kinerja laba perusahaan lebih tertekan. Alhasil, hingga akhir Juni 2019, total keuntungan yang mampu dicatatkan BBKP anjlok 53,78 persen secara tahunan, dari Rp259,91 miliar menjadi Rp120,14 miliar.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait