Investasi, Reksa Dana

Apakah Reksa Dana Saham Membayarkan Dividen? Ini Penjelasannya

Ajaib.co.id – Salah satu keuntungan dalam berinvestasi saham ialah memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan atau dividen pada periode tertentu. Investor akan memperoleh jatah dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki. Akan tetapi, bagaimana dengan instrumen investasi reksa dana saham? Apakah reksa dana saham yang notabene adalah bagian dari kepemilikan juga mendapatkan dividen dan membayarkannya ke para pemegang unitnya?

Jawaban dari pertanyaan itu secara singkat ialah: Reksa dana saham tidak membayarkan dividen secara langsung, karena dividen masuk dalam perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana. Untuk mendalaminya simak terus ulasan selengkapnya dibawah ini ya.

Dampak Pembagian Dividen Bagi Reksa Dana Saham

Setiap perusahaan publik akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap tahun, biasanya beberapa waktu setelah laporan keuangan tahun fiskal sebelumnya dirilis. RUPS selanjutnya akan menentukan berapa porsi laba bersih dari tahun fiskal sebelumnya yang akan dipertahankan untuk ekspansi perusahaan, membayar utang, operasional perusahaan, atau keperluan lain. Apabila ada sisa, RUPS dapat memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Yang perlu diperhatikan di sini, perusahaan publik tidak wajib membagikan dividen setiap tahun. Jadi pemegang saham belum tentu menerima dividen. Apabila perusahaan menderita kerugian atau sedang membutuhkan dana besar untuk ekspansi bisnis, maka tentu tidak akan bagi-bagi dividen. Perusahaan hanya akan membagikan dividen jika kinerja keuangan menghasilkan laba (surplus).

Perusahaan publik akan membagikan dividen kepada para investor yang memiliki saham mereka per tanggal cum (cumulative date). Kalau kita sudah membeli saham perusahaan itu per cum date, maka kita berhak menerima dividen karena berstatus sebagai pemegang sahamnya secara langsung. Tetapi investor pemilik reksa dana saham tidak berstatus sebagai pemilik saham secara langsung.

Ambil contoh sebuah reksa dana saham berinvestasi pada suatu perusahaan, umpamanya emiten PT Bank BRI (BBRI). Dalam situasi ini, reksa dana saham itu lah yang berstatus sebagai pemegang saham BBRI dan berhak menerima dividen. Pendapatan dari dividen akan diperhitungkan sebagai bagian dari total aktiva bersih dan diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi yang mengelola reksa dana saham tersebut.

Mengapa Manajer Investasi tidak membagikan saja dividen yang diterimanya kepada investor reksa dana saham? Kalau diperhitungkan secara lebih terperinci, setiap unit penyertaan reksa dana belum tentu memiliki 1 lembar saham utuh. Akibatnya, nilai dividen per unit penyertaan mungkin hanya nol koma sekian persen dari NAB reksa dana. Pembagian dividen super mini seperti ini sangat merepotkan, padahal jumlahnya tidak signifikan.

Bayangkan saja, harga saham BBRI per lembar saat ini Rp3.090. Pembagian dividen hanya sekitar Rp160 per lembar saham. Sedangkan NAB per unit penyertaan reksa dana saham paling-paling antara Rp900-1200. Betapa repotnya Manajer Investasi untuk menghitung dividen per unit yang jumlahnya teramat kecil itu.

Manfaat Dividen Bagi Investor Reksa Dana Saham

Setelah menyimak ulasan di atas, mungkin kamu bertanya-tanya, “Jadi, apakah pemilik reksa dana saham tidak akan menikmati hasil dividen sama sekali?”. Pemilik reksa dana saham sebenarnya tetap akan menikmati manfaat dari dividen, tetapi bukan dalam bentuk transfer dana tunai.

Sebagai pengingat, harga reksa dana atau NAB per unit penyertaan (NAB/UP) dihitung berdasarkan jumlah total aktiva bersih keseluruhan dana Asset Under Management (AUM) yang kemudian dibagi dengan jumlah total unit yang beredar. Tambahan dividen akan meningkatkan total aktiva bersih, sehingga nilai per unit penyertaan yang dimiliki oleh investor pun akan meningkat (apabila diasumsikan harga aset tidak menurun dan jumlah unit beredarnya tetap).

Mari ambil contoh reksa dana saham XYZ Equity Fund (bukan nama sebenarnya). NAB/UP per hari Rabu sebesar Rp958.00. Salah satu top 3 efek dalam portofolionya adalah saham United Tractors (UNTR) yang akan membayarkan dividen pada hari Kamis. Pada hari Kamis, Manajer Investasi menerima kiriman dividen dari UNTR dan langsung melakukan reinvestasi pada saham prospektif lain. Sementara itu, harga saham juga meningkat.

Pada akhir perdagangan bursa hari Kamis, bank kustodian akan menghitung NAB reksa dana. Tambahan aktiva dari dividen UNTR yang di-reinvestasi-kan tadi akan meningkatkan NAB reksa dana XYZ Equity Fund, bersama dengan perhitungan kenaikan harga sahamnya. Alhasil, NAB/UP pada hari Kamis meningkat jadi Rp968.00. Seandainya kamu sudah memiliki 2500 unit penyertaan pada reksa dana ini, maka kamu akan menyaksikan kenaikan nilai portofolio sebesar [2500*(968-958)] atau Rp25.000.

Bagaimana kalau seandainya UNTR membayarkan dividen, tetapi harga sahamnya jatuh? Dalam skenario ini, NAB/UP pada hari Kamis mungkin tidak akan meningkat. NAB/UP bisa jadi tetap atau bahkan menurun. Hal ini merupakan fenomena yang wajar dan termasuk dalam risiko investasi reksa dana saham. Tapi tak usah khawatir, karena harga saham UNTR tetap berpeluang naik lagi di masa mendatang.

Intinya, fokus keuntungan dan kerugian investor reksa dana saham bersumber dari kenaikan atau penurunan NAB per unit penyertaan saja. Kamu hanya dapat merealisasikan keuntungan maupun kerugian tunai dari perubahan NAB/UP dengan cara melepas reksa dana saham tersebut (redemption). Jika kamu melepas reksa dana dengan NAB/UP lebih rendah dibanding saat subscribe, kamu akan merugi. Sedangkan jika kamu melepas reksa dana dengan NAB/UP lebih tinggi, kamu akan cuan.

Kalau kamu tetap berkeinginan untuk mendapatkan dividen, satu-satunya solusi adalah menjadi investor saham sendiri. Tapi ada tanggung jawab tambahan yang harus ditanggung oleh investor saham. Investor reksa dana saham dapat mempercayakan pengelolaan dana kepada Manajer Investasi, sedangkan investor saham harus mampu menganalis pasar dan membuat keputusan-keputusan investasi sendiri.

Artikel Terkait