Analisa Saham

Mau Koleksi Saham DWGL? Simak Dulu Kinerja Emiten Ini

saham-dwgl

Ajaib.co.id – PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu baru. Perusahaan dengan kode saham DWGL ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 2003 yang mengoperasikan tiga unit bisnis seperti tambang batu bara, pelabuhan, dan tambang lainnya. Di mana, dua unit bisnisnya dibantu oleh dua anak perusahaan.

Mulai dari PT Truba Dewata Guna Prasada yang mengoperasikan layanan pelabuhan di Tanah Laut dan PT Usaha Kawan bersama yang mengoperasikan pertambangan maupun perdagangan batu bara. DWGL sendiri memasok batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik khususnya di pasar domestik seluruh Indonesia dengan unit bisnis yang berada di wilayah Kalimantan Selatan.

Saat ini mayoritas saham DWGL dipegang oleh Hawthorn-Capital Investment Pte Ltd dengan jumlah 51,54 persen kepemilikan saham. Saham DWGL sendiri baru memulai perdagangan secara publik melalui bursa saham pada tahun 2017 dengan harga penawaran sebesar Rp150 per lembar saham. Pergerakan harga saham DWGL saat ini berada di angka Rp190 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Agustus 2021.

Saham DWGL sendiri ditandai dengan notasi E karena perseroan menunjukkan ekuitas negatif pada laporan keuangannya.

Lalu, apakah sahamnya masih layak untuk dikoleksi? Bagaimana dengan kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham DWGL.

DWGL Memulai Kuartal Pertama tahun 2021 dengan Hasil yang Positif

Emiten batu bara berkode saham DWGL ini memulai tahun 2021 dengan kinerja keuangan yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di kuartal pertama tahun 2021, perseroan catatkan peningkatan dari sisi pendapatan sebesar Rp482,94 juta yang realisasi sebelumnya di periode sama tahun 2020 sebesar Rp304,78 juta.

Peningkatan pendapatan ini juga memengaruhi raihan laba di periode tersebut sebesar Rp22,44 juta yang mengalami peningkatan dari periode sama di tahun lalu sebesar Rp12,80 juta. Dengan begitu, DWGL bisa meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun 2021.

DWGL Memang Sudah Catatkan Kerugian Sebelum Melantai di Bursa Saham

Dalam 5 tahun kinerja keuangan DWGL terutama pada laba hanya mampu dicatatkan di tahun 2020. Sementara beberapa tahun sebelumnya perseroan terus merugi, bahkan sebelum mencatatkan namanya di papan bursa.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi 2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan bersih 1.568 1.724 1.439 672 1.030
Laba kotor 185 109 98 -12 44
Laba rugi tahun berjalan 35 -21 -31 -851 -145

Berdasarkan data tersebut, diketahui secara penjualan DWGL catatkan kinerja yang cukup positif, namun pertumbuhannya belum konsisten atau naik dan turun. Sementara itu, DWGL juga menderita kerugian selama empat tahun berturut-turut, bahkan sebelum mencatatkan sahamnya di papan bursa.

Mulai dari tahun 2016, kerugian disebabkan oleh penjualan yang justru menurun karena harga batu bara sedang lesu sehingga perseroan harus mengalami rugi kurs.

Di tahun selanjutnya yaitu 2017, pendapatan DWGL kembali menurun cukup drastis sehingga mengakibatkan kerugian yang semakin membengkak. Di tahun 2018 dan 2019, pendapatan mulai konsisten meningkat, walaupun perseroan masih mengalami kerugian. Hanya jumlahnya bisa terus ditekan seiring pendapatan yang meningkat.

Kemudian di tahun 2020, perseroan berhasil mencatatkan raihan laba walaupun pendapatan mengalami penurunan. Hal tersebut tentu tampak positif karena kinerja keuangan DWGL mulai menunjukkan perbaikan. Selain itu, jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, bisnis DWGL memang sedang dalam kondisi yang sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2020 melalui informasi finansial perseroan:

Rasio 2020
ROA -3%
ROE 371,2%
NPM 2,3%
CR 89%
DER -1.439%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis DWGL ke Depannya?

Melihat prospek bisnis PT Dwi Guna Laksana Tbk dengan kode saham DWGL di tahun ini tampak baik. Hal ini karena DWGL tengah mencari tambahan modal untuk memudahkan sejumlah rencana bisnis yang telah disiapkan. Di mana, perseroan tengah melakukan sejumlah rencana bisnis yang salah satunya bakal direalisasikan melalui penambahan modal yaitu dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Sebanyak-banyaknya 871,16 juta saham atau sekitar 10 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor secara penuh dengan nilai Rp100 per lembar saham. Menurut pihak DWGL, right issue dilakukan demi memperkuat struktur permodalan yang ditujukan untuk meningkatkan kegiatan usaha perseroan maupun anak perusahaan.

Di mana, dana hasil penambahan modal tersebut seluruhnya bakal digunakan pada peningkatan modal anak perusahaan yaitu PT Sinergi Laksana Bara Mas sebai modal kerja untuk pembelian batu bara. Selain itu, manfaat lain juga membuat jumlah saham yang beredar akan bertambah dan diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham DWGL.

Penetapan harga pelaksanaan tersebut akan dilakukan sebagaimana Peraturan BEI No. I-A, yaitu sekurang-kurangnya 90 persen dari harga rata-rata penutupan perdagangan saham yang ada di BEI selama 25 hari bursa berturut-turut dan sebelum tanggal laporan ke BEI tentang rencana pelaksanaan rights issue. Nantinya, rights issue tersebut bakal menghasilkan efek dilusi bagi kepemilikan mencapai sebanyak-banyaknya 9,09 persen.

Bagi para investor yang ingin mengoleksi saham DWGL, hal ini tentu menjadi perhatian penting karena rencana bisnis jelas memengaruhi pergerakan harga saham dan prospek kinerja keuangan ke depannya.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait