Analisa Saham

Catat Laba Setiap Tahun, Saham BSSR Layak Koleksi?

saham-bssr

Ajaib.co.id – PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Perusahaan dengan kode saham BSSR ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 1990, namun tambang batu bara yang dimiliki baru memulai produksi di tahun 2011. Di mana, produk batu bara yang dipasarkan oleh BSSR memiliki kandungan kalori medium dengan kadar sulfur rendah.

Penambangan batu bara yang dioperasikan BSSR sendiri berlokasi di wilayah Kalimantan Timur dengan fokus penjualan batu bara ke pasar India. Kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perseroan juga dibantu oleh anak perusahaannya yaitu PT Antang Gunung Meratus yang juga bergerak di bidang pertambangan batu bara, berlokasi di Banjar, Tapin, serta Hulu Sungai Selatan.

Saat ini, mayoritas saham BSSR dipegang oleh PT Wahana Sentosa Cemerlang dengan jumlah 50,00 persen kepemilikan saham. Saham BSSR sendiri mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa saham pada tahun 2012 dengan harga penawaran sebesar Rp1.950 per lembar saham. Di mana, saat ini pergerakan saham BSSR sedang positif atau tengah naik di angka Rp1.740 per lembar saham.

Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan BSSR tampak positif sehingga bisa menjadi rekomendasi untuk dikoleksi. Akan tetapi, ada baiknya untuk mengetahui fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham BSSR berikut ini.

Penjualan Turun, Laba Bersih BSSR Masih Bisa Naik Tipis di Tahun 2020

Emiten batu bara berkode saham BSSR ini masih mampu mempertahankan kinerja bisnis di masa pandemi tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan perseroan sendiri mengalami penyusutan 20,71 persen YOY menjadi 331,46 juta USD dari pendapatan di tahun 2019 sebesar 418,08 juta USD.

Di sisi lain, laba bersih BSSR justru mampu naik tipis 0,17 persen menjadi 30,52 juta USD dari raihan laba tahun 2019 sebesar 30,46 juta USD. Hal ini berkat sejumlah beban biaya yang mampu ditahan oleh perseroan meliputi beban pokok penjualan turun 24,72 persen YOY menjadi 231,5 juta USD, beban penjualan dan distribusi turun 15,20 persen YOY menjadi 48,94 juta USD, serta beban keuangan yang turun 33,74 persen YOY menjadi 855.904 USD.

Dalam 5 Tahun Terakhir, Kinerja Keuangan BSSR Terpantau Positif

Berdasarkan kinerja keuangan saham BSSR dalam 5 tahun terakhir, perseroan terus catatkan hasil yang positif setiap tahunnya. Mulai dari pendapatan hingga raihan laba terus dicatatkan oleh BSSR setiap tahunnya, walaupun nominalnya masih belum konsisten tumbuh atau naik turun.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam USD):

Laporan Laba Rugi 2019 2018 2017 2016 2015
Pendapatan bersih 418.087.491 443.432.403 382.574.134 242.598.535 259.020.747
Laba kotor 110.457.639 157.417.530 171.120.477 77.187.563 88.458.562
Rugi tahun berjalan 30.467.457 69.063.191 82.816.829 27.421.577 26.376.125

Berdasarkan data tersebut, secara pendapatan BSSR memang masih belum konsisten tumbuh setiap tahunnya, namun masih terpantau positif karena pendapatan tersebut mampu membuat perseroan meraih laba. Begitu juga dengan raihan laba yang nominalnya masih belum konsisten secara pertumbuhan.

Penurunan laba sendiri terjadi di tahun 2018 yang disebabkan oleh sejumlah beban keuangan mengalami peningkatan sehingga harus menggerus raihan laba. Lalu, di tahun 2019 penurunan pendapatan dan juga peningkatan sejumlah beban keuangan menjadi penyebab penurunan laba. Walaupun begitu, kinerja bisnis perseroan di tahun 2019 sendiri masih terpantau positif.

Hal ini karena jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, bisnis BSSR sedang dalam kondisi yang sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio 2019
ROA 3,2%
ROE 4,1%
NPM 7,3%
CR 120,7%
DER 47%

Melihat Prospek Bisnis BSSR dengan Kinerja Keuangan yang Positif Sehingga Sahamnya Layak Dikoleksi

Mengetahui prospek bisnis setiap emiten tentu menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap investor dalam memilih saham. Apalagi jika investasi saham yang dilakukan secara jangka panjang sehingga hal ini menjadi pertimbangan utama.

Melihat prospek bisnis PT Baramulti Suksessarana Tbk berkode saham BSSR sendiri dapat diketahui berdasarkan target yang ditentukan tahun ini.

Di mana, perseroan menargetkan peningkatan produksi batu bara untuk tahun 2021 mencapai 40 persen lebih tinggi. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan harga batu bara yang sedang mengalami kenaikan tahun ini. Menurut pihak BSSR sendiri, target tersebut nantinya setara dengan 14 juta sampai 15 juta ton yang bakal dicapai.

Pada tahun 2020, realisasi produksi batu bara BSSR sendiri mencapai 10,58 juta metrik ton yang terdiri dari produksi melalui anak usaha yaitu PT Antang Gunung Meratus sebesar 8,61 juta metrik ton serta perseroan sebesar 1,96 juta metrik ton. Realisasi tersebut pada dasarnya mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 11,86 juta ton.

Akan tetapi, penurunan di tahun 2020 sendiri masih dapat dimaklumi karena adanya masa pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas operasi melalui imbauan pembatasan sosial berskala besar. Selain itu, pihak perseroan menyampaikan bahwa realisasi untuk produk di tahun 2021 sendiri sampai kuartal pertama sudah mencapai 2,8 juta metrik ton yang mengalami kenaikan 5 persen jika dibandingkan realisasi di periode sama tahun 2020.

Di samping itu, average selling price atau ASP perseroan sendiri di kuartal pertama tahun 2021 mengalami kenaikan secara cepat. Dengan begitu, membuat performa saham BSSR berada di bawah rata-rata karena harus menyelesaikan kontrak lama menggunakan harga yang lebih murah.

Ditambah di periode ini realisasi DMO mencapai 36,71 persen berdasarkan total produksi yang konsisten direalisasikan oleh perseroan antara level 35 persen hingga 36 persen.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait