Analisa Saham

Catat Kinerja Keuangan Baik, Saham PSSI Layak Koleksi?

saham-pssi

Ajaib.co.id – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan transportasi laut. Perusahaan berkode saham PSSI ini didirikan pada tahun 2007 yang memberikan layanan bagi perusahaan-perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia. PSSI juga menjadi bagian dari IMC Group.

Di mana, layanan yang diberikan oleh perseroan berupa transhipment dan transportasi batu bara antar pulau ke lokasi yang ada di seluruh Indonesia. Selain di wilayah Indonesia, layanan transportasi yang disediakan oleh PSSI juga mencakup tujuan ke luar negeri.

Saat ini, mayoritas saham PSSI dipegang oleh PT Indoprima Marine dengan jumlah 45,72 persen kepemilikan.

Saham PSSI sendiri pertama kalinya diperdagangkan secara publik melalui bursa saham, Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Desember 2017 dengan harga penawaran sebesar Rp135 per lembar saham. Di mana, saat ini pergerakan harga saham PSSI sedang mengalami penurunan di angka Rp272 per lembar saham pada penutupan Rabu, 18 Agustus 2021. Namun, harga saham PSSI sendiri berada di atas harga penawaran.

Hal ini berarti saham PSSI bisa menjadi rekomendasi bagi para investor untuk mengoleksinya. Akan tetapi, ada baiknya untuk mengetahui juga kondisi fundamental perusahaan saat ini beserta rencana bisnis yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham PSSI berikut ini.

PSSI Catatkan Kinerja Keuangan yang Moncer di Semester Pertama Tahun 2021

Melihat kinerja keuangan PSSI di tahun 2021, perseroan mencatatkan hasil yang memuaskan di semester pertama tahun ini. Hal ini tampak dari pendapatan usaha yang naik menjadi 45,66 juta USD atau 28,51 persen jika dibandingkan periode sama di tahun 2020. Pendapatan yang meningkat tersebut ikut mengerek laba bersih periode berjalan hingga 149,14 persen.

Dari laba periode sama di tahun 2020 sebesar 2,91 juta USD menjadi 7,25 juta USD. Sementara untuk sejumlah beban juga mengalami peningkatan meliputi beban pokok perusahaan juga ikut naik 23,87 persen YOY menjadi 35,54 juta USD, beban operasi naik 12,44 persen YOY menjadi 3,14 juta USD, dan beban keuangan perusahaan naik 23,12 persen menjadi 1,03 juta USD.

Hal ini jelas berpengaruh pada pergerakan harga saham PSSI ke depannya sehingga layak untuk dikoleksi jika mengacu pada fundamental perusahaan saat ini.

Kinerja Keuangan PSSI dalam 5 Tahun Terakhir Meningkat Setelah Catatkan Sahamnya di Papan Bursa

Saham PSSI sendiri baru tercatat di bursa saham pada tahun 2017, di mana perseroan sempat merugi sebelum menjadi perusahaan publik. Di sisi lain, pendapatan dan laba terpantau positif dalam 4 tahun ke belakang.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam USD):

Laporan Laba Rugi 2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan bersih 68.355.016 75.325.053 63.563.972 49.006.709 34.591.017
Laba kotor 12.478.173 19.080.607 16.269.771 10.546.491 -6.545.158
Laba rugi tahun berjalan 8.430.220 13.288.618 14.013.016 3.918.186 -12.405.335

Berdasarkan data kinerja keuangan PSSI dalam 5 tahun terakhir, perseroan mencatatkan pendapatan yang terus meningkat setiap tahunnya hingga tahun 2019. Di mana, di tahun 2020 pendapatan mengalami penurunan. Sementara untuk raihan laba konsisten tercatat pada laporan keuangan perusahaan setiap tahunnya, hanya saja nominalnya masih belum konsisten tumbuh.

Mulai dari tahun 2019, laba bersih yang diraih mengalami penurunan, padahal pendapatan di tahun tersebut mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan armada yang membuat biaya operasional meningkat meliputi bahan bakar, suku cadang, hingga biaya kru kapal sehingga menggerus raihan laba di tahun tersebut.

Sedangkan penurunan laba di tahun 2020 terjadi seiring dengan penurunan pendapatan yang disebabkan oleh masa pandemi. Namun, di sisi lain, perseroan berhasil melakukan efisiensi sejumlah beban sehingga PSSI masih mencatatkan laba bersih di tahun tersebut. Jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, bisnis PSSI di tahun tersebut masih dalam kondisi yang cukup sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2020 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio 2020
ROA 2,6%
ROE 3,8%
NPM 12,3%
CR 109,5%
DER 55%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis PSSI ke Depannya sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Melihat prospek bisnis PT Pelita Samudera Shipping Tbk dengan kode saham PSSI di tahun 2021 tampak positif. Hal ini karena PSSI semakin percaya diri untuk ekspansi bisnis di tahun ini dengan ekonomi yang sedikit mulai bangkit. Di mana, perseroan merencanakan belanja modal untuk tahun ini mencapai 21 juta USD dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 15 persen.

Pihak PSSI sendiri menyatakan bahwa belanja modal yang setara Rp300,3 miliar ini untuk penambahan beberapa unit kapal. Mulai dari Kapal Curah Besar atau Motor Vessel kelas Supramax, kapal tunda, hingga kapal tongkang yang ditujukan untuk eksplorasi pasar logistik baru termasuk non batu bara dengan potensi besar.

Selain strategi diversifikasi melalui komoditas angkut yang ditekankan, pasar batu bara akan terus menjadi fokus bisnis karena masih memiliki prospek yang baik di masa depan. Adapun target pendapatan untuk batu bara mencapai 70 sampai 80 persen. Untuk mendukung rencana ekspansi ini perseroan akan menggunakan bantuan dari pihak perbankan.

Di mana, kepercayaan dari pihak perbankan ternama dalam mendukung rencana pengembangan pada aset armada perseroan tentu menjadi bukti bahwa PSSI memiliki kinerja yang baik. Target pertumbuhan pendapatan yang ditetapkan oleh PSSI sendiri mencapai 10 persen sampai 15 persen atau sekitar 75 juta USD sampai 80 juta USD.

Adapun perseroan akan menerapkan strategi optimalisasi aset, ekspansi aset, diversifikasi bisnis, hingga meningkatkan penetrasi ke pasar internasional. Di samping itu, PSSI juga menjadikan kontrak dari Sewa Berjangkan sebagai salah satu kunci pendapatan untuk bisa meningkat. Di mana, pertumbuhan dari volume pengangkutan pada 2020 mencapai 24,9 juta metrik ton.

Sementara untuk 2021, volume pengangkutan ditargetkan untuk naik antara 10 persen sampai 12 persen. Dengan begitu, saham PSSI bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk dikoleksi oleh para investor.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait