Analisa Saham

Masih Redup di Tahun 2021, Ini Rekomendasi Saham REAL

saham-real

Ajaib.co.id – Lingkup bisnis usaha PT Repower Asia Indonesia Tbk (berkode saham: REAL) adalah pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian real estate. Bidang usaha ini mencakup rumah dan apartemen, baik sebagai tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal.

PT Repower Asia Indonesia Tbk melakukan IPO pada 6 Desember 2019 atau delapan tahun setelah berdiri. Kode saham emiten properti ini adalah REAL.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Pandemi Covid-19 turut menggerus bisnis properti. Meski begitu, REAL mampu membuktikan kinerja positif hingga kuartal ke-2 tahun ini. Penjualan dan pendapatan usaha REAL, misalnya, meningkat. Laba REAL naik lebih tinggi lagi di kuartal 2 tahun 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berikut adalah iktisar keuangan terakhir REAL.

 Komponen Laba Juni 2020 Juni 2021
Penjualan dan pendapatan usaha Rp5,7 miliar Rp8,8 miliar
Jumlah laba bruto Rp2,2 miliar Rp3,4 miliar
Beban penjualan (Rp269,6 juta) (Rp196,2 juta)
Jumlah laba (rugi) Rp8,5 juta Rp632,9 juta

Riwayat Kinerja

Riwayat kinerja REAL bisa ditelusuri dari Laporan Tahunan. Analisis secara vertikal menunjukkan bahwa penjualan tahun buku 2020 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba netto REAL juga melonjak nyaris 100%. Kenaikan lebih mencolok terlihat pada aset REAL.

Berikut adalah sejumlah elemen CAGR REAL dalam kurun waktu tahun 2018–2020.

Komponen CAGR 2018-2020
Penjualan 61,3%
Laba neto tahun berjalan 97,5%
Total Aset 577,7%
Total Liabilitas -94,6%

Pada tahun buku 2020, penjualan REAL meningkat hingga lebih dari 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, kondisi keuangan REAL masih cukup solid dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp1,01 miliar di penghujung tahun 2020.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

REAL tidak memiliki catatan pembagian dividen sejak listed di penghujung tahun 2019.

Tahun Dividen per Saham Jumlah yang dibayarkan (miliar)
2019

Manajemen REAL menetapkan laba bersih selama tahun buku 2019 dicatat sebagai laba yang ditahan (retained earnings).

Prospek Bisnis REAL

Meski pandemi Covid-19 belum usai, REAL menilai industri properti lebih optimis di tahun ini. Optimisme itu didukung oleh data publikasi dari Building Construction & Infrastructure (BCI Asia). Menurut data BCI, nilai konstruksi kategori residensial akan melesat hingga 48,71% di tahun ini.

REAL juga optimistis bisa mencapai target marketing sales sebesar Rp147,96 miliar selain karena proses pemullhan perekonomian yang sedang berjalan, juga pemberian insentif perpajakan dari pemerintah diharapkan akan semakin mendukung dan mempercepat pemulihan industri properti.

Lowrise apartemen di Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Town House Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Botanical Puri Asri (Depok), dan Green Botanical Garden (Jakarta Selatan) adalah beberapa proyek properti yang dimiliki oleh REAL saat ini.

Guna mencapai target tahun ini, REAL aktif melakukan penjajakan kerja sama penyediaan perumahan dengan sejumlah instansi pemerintah dan swasta. Penjajakan kerja sama juga ditujukan pada lembaga keuangan perbankan maupun nonbank.

Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) adalah target pemasaran REAL tahun ini. Sistem Pemasaran yang diterapkan oleh REAL secara garis besar bersifat customer oriented, dan terbagi atas penjualan langsung, dengan adanya tim pemasaran di lokasi properti.

Di samping itu, REAL juga tetap menjalankan penjualan tidak langsung via agen pemasaran properti. Tak ketinggalan, promosi secara online dan offiine pun tetap dilakoni.

Harga Saham (Kesimpulan)

Merujuk data tanggal 24 Maret 2021, kondisi saham REAL adalah sebagai berikut:

Pembukaan: Rp50

Penutupan Sebelumnya: Rp50

Penawaran (Offer): Rp50

Penawaran (Bid): Rp0

Harga Terendah: Rp50

Harga Tertinggi: Rp50

Volume: 483.500 (Saham)

Nilai Transaksi: Rp24.175.000

Frekuensi: 61 (Kali)

EPS: Rp0

PE Ratio: 6.320 (Kali)

Kapitalisasi Pasar: Rp331.681 juta

Belum lama ini, saham mendapat sorotan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) karena bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Status UMA ini didapat REAL setelah masuknya Yusuf Mansur, pemilik PT Paytren Aset Manajemen, menjadi pemegang saham REAL. Saham REAL yang kini dikuasai oleh Yusuf Mansur melebihi 5%.

Sebelumnya, REAL menyepakati kerja sama dengan Yayasan Daarul Qur’an Indonesia (DAQU) terkait pembangunan dan pengembangan Pesantren Daarul Qur’an. Penyediaan perumahan untuk pimpinan, karyawan, dan tenaga pendidik serta kependidikan pesantren tersebut juga termasuk dalam lingkup kerja sama.

Pesantren DAQU Mandiri Jakarta menjadi salah satu proyek yang akan dikembangkan dalam kerja sama REAL dan Pesantren Daarul Qur’an. Berlokasi di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, proyek tersebut mengusung konsep green building berlantai 12.

Kinerja saham REAL yang melonjak karena emiten tersebut masuk kategori saham yang sedang booming saat ini. Tapi, tak tertutup kemungkinan saham REAL mengalami penurunan karena kinerjanya tidak seperti yang diharapkan dibanding valuasinya saat ini.

Prospek saham REAL menjanjikan setelah Yusuf Mansur berinvestasi di dalamnya. Sebagai salah satu pendakwah dan sekaligus pebisnis, Yusuf Mansur dapat memengaruhi animo masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit. Jaringan PayTren yang dibesutnya pun sudah terbilang luas.

Meski begitu, masih memerlukan waktu agar prospek menjadi proposal yang selanjutnya dieksekusi. Belum lagi, secara psikologis, harga saham REAL bisa mendahului kenyataan bisnisnya.

Jadi, saat ini kenaikan harga saham REAL masih bersifat psikologis. Artinya, belum didukung data bisnis yang riil. Dengan begitu, calon investor atau investor harus menjaga kontrol risiko dengan ketat.

Berdasarkan data tersebut dan kondisi pasar yang belum stabil, maka rekomendasi untuk saham REAL adalah jual.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait