Analisa Saham

Luncurkan IPO, Bagaimana Prospektus HAIS?

prospektus-hais

Ajaib.co.id – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk berdiri pada 14 Desember 2009 sebagai anak usaha dari Hasnur Group yang berbasis di Kalimantan Selatan. Hasnur Internasional Shipping bergerak dalam bidang jasa pelayanan transportasi sungai dan laut, serta logistik.

Perusahaan memiliki lisensi SIUPAL No. B X-144/AL.001 untuk melayani kebutuhan angkutan pelayaran, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Selain itu, Hasnur Internasional Shipping memiliki dua anak usaha yang bergerak dalam bidang terkait.

1. PT Hasnur Resources Terminal, bergerak dalam bidang pengelolaan terminal dan fasilitas pelabuhan lainnya.

2. PT Hasnur Mitra Sarana, berlokasi di kawasan Pelabuhan Sungai Puting, Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan bergerak di bidang bongkar muat.

Saham Hasnur Internasional Shipping saat ini terbagi diantara PT Nur Internasional Samudra (51,00%), PT Hasnur Jaya International (35,00%), Jayanti Sari (7,00%), dan Zainal Hadi HAS HB (7,00%). Namun, komposisi ini akan mengalami perubahan setelah pelaksanakan IPO mendatang. Perusahaan akan menawarkan 20% dari modal ditempatkan pada ajang IPO.

IPO Hasnur Internasional Shipping

PT Hasnur Internasional Shipping Tbk akan menggunakan kode saham HAIS dan melaksanakan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Investor yang ingin ikut serta cukup mendaftar ke situs e-IPO dan menautkannya dengan rekening efek pada sekuritas mana pun yang telah dimiliki, kemudian mengikuti prosedur pembelian saham HAIS yang tercantum pada situs e-IPO.

Jadwal IPO HAIS berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

Masa Penawaran Awal: 26 Juli – 6 Agustus 2021

Perkiraan Tanggal Efektif : 20 Agustus 2021

Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 23 – 27 Agustus 2021

Perkiraan Tanggal Penjatahan : 27 Agustus 2021

Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 30 Agustus 2021

Perkiraan Tanggal Pencatatan : 31 Agustus 2021

HAIS akan menawarkan sebanyak-banyaknya 525,25 juta saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran sekitar Rp230 – Rp300 per saham.

Dalam kesempatan yang sama, HAIS juga akan sekaligus mengadakan program Kepemilikan Saham oleh Karyawan Perseroan (Employee Stock Allocation/ESA) dengan penjatahan dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.

Prakiraan struktur permodalan HAIS pasca-IPO menjadi PT Nur Internasional Samudra (40,80%), PT Hasnur Jaya International (28,00%), Jayanti Sari (5,60%), Zainal Hadi HAS HB (5,60%), masyarakat (19,00%), dan ESA (1,00%).

Penjamin pelaksana emisi efek HAIS adalah PT RHB Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efeknya belum ditentukan hingga artikel ini diturunkan.

Estimasi nilai total maksimal dari hasil IPO sebesar Rp120,80 miliar hingga Rp157,57 miliar. Rencananya, dana yang terhimpun akan dipergunakan untuk beberapa hal:

  1. Sekitar 46% akan dipergunakan untuk belanja modal berupa penambahan 3 set armada kapal dan tongkang dengan indikasi nilai pembelian sekitar Rp150 miliar. Kekurangan dana pembelian 3 set kapal tersebut akan menggunakan pendanaan dari pihak ketiga yang akan diusahakan pasca-IPO.
  2. Sekitar 23% akan didistribusikan melalui skema pinjaman kepada entitas anak yaitu PT Hasnur Resources Terminal (HRT). HRT bakal memanfaatkannya untuk meembeli peralatan bagi pengembangan Pelabuhan Tanjung Silopo.
  3. Sekitar 31% akan dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum. Kegiatan operasional yang dimaksud termasuk namun tidak terbatas pada pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kapal milik sendiri dan biaya kapal sewa, serta beban-beban lain yang dapat muncul untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan.

Manajemen HAIS menjelaskan, penambahan armada merupakan langkah perbaikan kinerja operasional dengan memperbaiki komposisi penggunaan armada antara kapal sewa (rent ship) dan kapal milik sendiri (own ship).

Armada baru akan dibeli dari pihak ketiga (bukan merupakan afiliasi dari perseroan), dan perusahaan hingga kini belum membuat perjanjian apa pun dengan pihak ketiga tentang pembiayaan rencana ini.

Kinerja Laporan Keuangan HAIS

Prospektus HAIS menunjukkan bahwa perusahaan membukukan laba sebesar Rp18,50 miliar per 31 Desember 2020, atau berkurang nyaris 40% dibandingkan dengan laba sebesar Rp30,44 miliar per 31 Desember 2019. Menurut perseroan, situasi ini sebagian besar efek dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan volume batu bara yang terangkut.

Prospektus HAIS juga menunjukkan, perusahaan masih mencetak penurunan pendapatan dan laba pada laporan keuangan terakhirnya per 31 Maret 2021 dibandingkan dengan laporan per 31 Maret 2020.

Berikut ini rangkuman kinerja laba berdasarkan prospektus HAIS (dalam miliar rupiah, kecuali dinyatakan berbeda):

Komponen Laba/Rugi I/2021 I/2020
Pendapatan neto 77,77 92,90
Laba usaha 8,61 13,85
Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 7,83 11,45
Laba per saham (rupiah penuh) 94 137
Komponen Laba/Rugi IV/2020 IV/2019 IV/2018
Pendapatan neto 310,35 373,52 363,78
Laba usaha 33,14 42,59 28,55
Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 18,50 30,44 28,02
Rugi per saham (rupiah penuh) 185 304 280

Total aset Hasnur Internasional Shipping naik jadi Rp384,30 miliar per Maret 2021 dibandingkan Rp378,40 miliar per Desember 2020. Ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp248,92 miliar dari sebelumnya Rp247,30 miliar.

Sedangkan liabilitas naik menjadi Rp132,00 miliar dari sebelumnya Rp129,37 miliar.

Rasio-Rasio Keuangan HAIS

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apakah suatu saham layak dibeli, lazimnya kita perlu meninjau rasio-rasio keuangan seperti ROE (Return on Equity), ROA (Return on Asset), NPM (Net Profit Margin), dan lain-lain.

Berikut ini rasio keuangan HAIS selama tiga tahun terakhir:

Data menunjukkan bahwa profitabilitas HAIS secara umum bertumbuh baik antara tahun 2018 dan 2019, tetapi sedikit terkoreksi akibat pandemi pada tahun 2020. Sementara itu, rasio utang (debt-to-equity ratio) dan rasio lancar (current ratio) sama-sama masih sangat sehat.

Prospek Bisnis HAIS

Wilayah perairan Indonesia yang sangat luas menjadikan jasa shipping dan logistik sebagai salah satu bidang usaha yang menguntungkan. Beberapa pemain besar dalam bidang ini telah lebih dahulu masuk bursa.

Bagaimana prospektus HAIS dibandingkan para pesaingnya?

Pertama-tama, perlu diperhatikan bahwa HAIS bukan termasuk pemain kawakan di bidangnya. Namun, perusahaan memiliki keunggulan lokasi yang strategis.

Hasnur Internasional Shipping dan anak-anak usahanya beroperasi di kawasan pusat pertambangan batubara nasional di Kalimantan Selatan, sehingga memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan, lengkap dengan fasilitas infrastruktur yang terintegrasi.

Kedua, perusahaan memiliki captive market sebagai hasil sinergi usaha dengan anak-anak usahanya sendiri dan dengan induknya, Hasnur Group. Hasnur Group berdiri sejak tahun 1966 dan memiliki banyak anak usaha yang bergerak di bidang kehutanan, pertambangan, agribisnis, jasa, media, dan logistik. Keterkaitan ini menyediakan sumber kargo internal sekaligus wahana pengembangan usaha bagi perusahaan.

Hasnur Internasional Shipping memiliki 12 set kapal tunda (tug boat) dan tongkang dengan kapasitas 7500 – 10.000 MT, serta satu set kapal tunda dan tongkang angkut minyak sawit. Total angkutan laut yang dikelola perseroan sekitar 6 juta metrik ton.

Hampir semua kapal telah dilengkapi dengan sistem navigasi modern. Perusahaan juga didukung oleh dengan armada berukuran 300 serta 330 yang efisien dan berteknologi ship.loc.

Strategi perusahaan ke depan antara lain:

  1. Memperbaiki kinerja operasional dengan mengurangi pemborosan operasional (waste), memperbaiki komposisi penggunaan armada antara Rent Ship dan Own Ship, dll.
  2. Melakukan akuisisi fasilitas dan infrastruktur terminal khusus batubara di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
  3. Melakukan perpanjangan kontrak jangka panjang dengan pemilik konsesi batubara di Kabupaten Tapin, dan juga dengan perusahaan pemegang konsesi tambang atau pemilik komoditas lain, membangun fasilitas logistik untuk mengamankan dan menambah kargo jangka panjang, serta menerapkan standar manajemen pada seluruh lini operasional Perseroan dan Entitas Anak.

Di sisi lain, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan terkait bisnis HAIS. Antara lain risiko ketergantungan kepada pelanggan utama, volatilitas harga bahan bakar, risiko perubahan iklim dan geografis, serta risiko terkait variasi komoditas yang diangkut. Sebagai contoh: Kinerja keuangan HAIS pada tahun 2020 menurun akibat penurunan volume batu bara yang terangkut. 

Kesimpulan

Jadi, apakah saham HAIS layak untuk dibeli? Kondisi keuangan perusahaan terlihat sehat. Tapi, saham ini belum tentu cocok untuk semua jenis investor.

Investor yang mengincar dividen perlu memerhatikan poin-poin terkait kebijakan dividen di dalam prospektus HAIS.

HAIS merencanakan kebijakan dividen sebanyak-banyaknya 30% dari laba tahun berjalan dimulai dari tahun 2022 berdasarkan laba tahun berjalan tahun buku 2021 atau ditentukan lain dalam RUPS Tahunan. Kebijakan seperti ini membuat HAIS kurang ideal bagi dividend hunter.

Saham HAIS lebih cocok bagi investor bertipe risk-taker yang berminat untuk berinvestasi pada bisnis shipping atau komoditas batu bara. HAIS memiliki prospek ke depan yang cukup baik jika pengelolaan bisnisnya dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Artikel Terkait