Luar Biasa! Harga Emas Per Gram 2019 Tak Pernah Anjlok

Luar Biasa! Harga Emas Per Gram 2019 Tak Pernah Anjlok

Harga emas per gram 2019 terus menguat. Sepanjang Agustus ini, 2019 membuat kejutan ketika menguat pada sektor perdagangan.

Situasi dan kondisi pasar global memang sangat mendukung harga emas per gram yang terus menguat. Perang dagang plus bumbu potensi currency war perang mata uang, kebijakan moneter longgar dari banyak bank sentral dunia, belum lagi melihat adanya kerusuhan di Hong Kong.

Bahkan, pada 14 Agustus 2019, harga emas per gram 2019 sempat menguat. Harga per gramnya diangka Rp754.000. Harga emas tersebut berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Di lain pihak, harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada kisaran Rp682.000 per gram. Harga buyback ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Sesuai dengan yang tertuang dalam PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.

Bahkan, harga emas per gram 2019 yang diangka Rp754.000 masih terus bisa naik. Harga emas di Antam diprediksi bisa menembus Rp800.000/gram. Hal itu bisa terjadi karena Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi pemicu utama di sektor perdagangan.

Sentimen negatif yang juga mempengaruhi kenaikan emas adalah demonstrasi di Hong Kong yang masih belum terlihat titik akhirnya. Emas kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Penentuan harga jual emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Harga Emas Bisa Tidak Bersinar

Namun, harga emas ini bisa saja tidak bersinar karena tingkah laku Presiden AS, Donald Trump. Dia menunda kenaikan bea impor produk dari Tiongkok yang membuat harga emas babak belur.

Kantor Perwakilan Dagang AS pada Selasa pagi waktu setempat mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal Tiongkok yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

“Kami melakukan ini (menunda pemberlakuan bea masuk) untuk mengantisipasi Hari Natal, berjaga-jaga kalau ada dampak ke konsumen. Jadi kami menundanya sehingga tidak mempengaruhi musim belanja Natal,” kata Donald Trump, seperti dikutip Reuters.

Langkah Presiden Trump tersebut membuat kecemasan akan eskalasi perang dagang AS-Tiongkok sedikit mereda, yang membuat daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi berkurang. Apalagi, bank sentral Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) tidak lagi mendepresiasi kurs yuan terhadap dolar AS.

Kendati demikian, kamu tidak boleh khawatir. Sebab, dalam jangka menengah hingga panjang, emas masih akan bersinar mengingat banyak bank sentral utama dunia akan melonggarkan kebijakan moneter.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait