Investasi Sektor Pertambangan, Bagaimana Prospek Saham TINS?

saham tins
saham tins

Saham TINS sempat menjadi primadona. Saat itu, saham TINS menjadi incaran para investor. Tetapi bagaimana prospeknya sekarang? Apakah masih cukup menjanjikan atau memang sudah harus ditinggalkan?

PT Timah (Persero) Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pertambangan, dengan timah yang menjadi komoditas utamanya. Pada 2008, TINS sempat menjadi perusahaan penghasil timah terbesar di dunia.

Cikal bakal perusahaan ini telah ada sejak Hindia Belanda. Di Bangka, Banka Tin Winning Bedrijf merupakan perusahaan timah milik pemerintah Hindia Belanda. Di Belitung dan Singkep dimiliki oleh perusahaan swasta, masing-masing Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).

Namun sejak kemerdekaan, perusahaan diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Pada 2 Agustus 1976, perusahaan berubah menjadi PT Timah Tambang (Persero).

Timah di Indonesia

Timah adalah logam dasar terkecil yang diproduksi kurang dari 300.000 ton per tahun. Di Indonesia, timah banyak terkandung di Pulau Bangka Belitung. Tak heran jika kantor pusat perusahaan berada di Pangkal Pinang, Bangka, Bangka Belitung.

Sedangkan kegiatan kerja perusahaan meliputi eksplorasi, penambangan (darat dan lepas pantai), pengolahan, peleburan, perdagangan, pemasaran, sampai distribusi. Negara tujuan ekspor perusahaan Singapura, Taiwan, Cina, Jepang, Korea hingga menjangkau Eropa, seperti Inggris, Belanda, Prancis, sampai ke Amerika Serikat.

Pada 19 Oktober 1995, perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan melaporkan pendapatan kuartal I-2019 Rp4,24 triliun, sedangkan tahun sebelumnya pendapatan semester I-2019 sebesar Rp2,04 triliun. Bahkan laba bersih perusahaan melambung dari Rp54,55 miliar menjadi Rp301,28 miliar atau naik 447,27 persen.

Prospek Saham Tins

Lalu bagaimana dengan prospek saham TINS? Awal September 2019, harga saham TINS cukup menggembirakan. Dari angka 1,110 bergerak fluktuatif ke 1,200 per lembar saham. Cukup terjangkau, kan?

Kehadiran timah akan selalu dibutuhkan oleh industri elektronik. Terutama perusahaan yang memproduksi telepon seluler. Semakin banyak perusahaan yang memproduksi akan semakin besar pula kebutuhan akan timah.

Bahkan perusahaan berencana ekspansi ke Nigeria dan berencana membangun pabrik pengolahan logam tanah jarang (rare earth). Rare earth adalah bahan baku penting dalam industri peralatan militer dan produk elektronik tingkat lanjut. Khusus untuk pabrik rare earth, perusahaan telah menerbitkan obligasi atau surat utang senilai 900 miliar guna mendanai pembangunan.

Meski demikian, industri pertambangan tak lepas dari isu lingkungan dan risiko operasionalnya yang memengaruhi harga saham. Kalau kamu ingin berinvestasi, pertimbangkan untuk menanamkan modal dalam jangka pendek atau menengah.

Tak ada salahnya untuk mempelajari analisis teknikal dan analisis fundamental saham TINS. Analisis teknikal akan melihat data historis pergerakan harga saham, volume perdagangan, dan indikator pasar sebagai bahan pertimbangan membeli dan menjual saham.

Sementara itu, analisis fundamental akan memperhatikan kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan, dan kinerja perusahaan termasuk pendapatan dan utang.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait