Ingin Jadi Investor di P2plending? Pahami Dulu Mekanismenya

p2plending
p2plending

Kalau kamu punya uang mengendap di tabungan, manfaatkan sebagai pinjaman ke orang lain melalui p2plending. Sehingga uang memiliki nilai tambah sekaligus belajar menjadi investor.

Peer-to-peer lending atau biasa disingkat p2plending merupakan penyelenggaraan layanan keuangan yang mempertemukan antara peminjam uang dan pemberi pinjaman dalam platform digital atau bisa disebut dengan pinjaman online.

Layanan yang masuk dalam kategori financial technology atau fintech ini telah memiliki payung hukum, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Karena legalitas hukum, p2plending makin diminati oleh masyarakat. Mulai dari penyedia layanan, borrower (peminjam), dan lender (pemberi pinjaman).

penyelenggara fintech juga telah memiliki asosiasi, yaitu Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI). Fungsi asosiasi antara lain mengawasi dan mengatur operasional seluruh anggotanya, menerima pengaduan nasabah, sertifikasi proses penagihan, dan lainnya.

Dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (08/10/2019), p2plending telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp32.05 triliun terhitung dari Januari-Agustus 2019.

Alasan p2plending banyak peminat karena layanan ini sebagai jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dana, misal untuk pengembangan usaha mikro, tetapi tidak memiliki akses terhadap bank.

Solusi Pinjaman

Pada umumnya, syarat pengajuan kredit di bank mengharuskan nasabah melengkapi dokumen, seperti fotokopi surat izin usaha (pengusaha), surat keterangan bekerja dari perusahaan (karyawan), slip gaji, serta fotokopi KTP dan NPWP.

Sering kali, persyaratan tersebut tak hanya memberatkan para pengusaha mikro, tetapi juga orang yang bekerja di sektor informal. Dan p2plending adalah solusi ketika mereka membutuhkan pinjaman.

Di sisi lain, tak sedikit masyarakat yang punya uang nganggur. Uang tersebut hanya disimpan, bukan berfungsi sebagai simpanan, tetapi uang yang tersisa karena sang kebutuhan sang pemilik sudah tercukupi. Di p2plending, mereka bisa memanfaatkan uang itu agar lebih bernilai dan berfungsi.

Mekanisme P2plending

Berdasarkan data OJK, hingga Agustus lalu, terdapat 127 entitas p2plending. Tujuh entitas telah memiliki izin dan sisanya masih dengan status terdaftar. Inilah lahan menarik tak hanya bagi borrower, tetapi juga lender. Kenapa?

Karena buat kamu punya dana menganggur, ada baiknya dimanfaatkan di p2plending. Di sini, kamu bertindak sebagai lender atau bisa juga disebut investor. Tetapi sebelum terjun di dalamnya, kamu wajib memahami mekanisme fintech ini.

  • Pendaftaran. Sebagai lender, kamu harus mendaftar dan mengikuti langkah-langkahnya di platform p2plending. Hal ini juga berlaku bagi borrower.
  • Dana dari lender. Setelah mendaftar, pihak p2plending akan memverifikasi akunmu. Setelah itu, kamu bisa melakukan deposit atau menyetorkan sejumlah dana untuk dipinjamkan. Setiap fintech memiliki minimal setoran dana, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, dan lainnya.
  • Seleksi borrower. Di sisi lain, pihak fintech akan menganalisis dan menyeleksi borrower. Borrower yang terpilih akan ditampilkan di marketplace p2plending. Sehingga lender bisa melihat profil borrower, termasuk skor kreditnya.
  • Pendanaan. Lender siap melakukan pendanaan dan borrower akan menerima pinjaman dengan ketentuan pengembalian serta bunga pinjaman.
  • Pengembalian pinjaman. Selanjutnya borrower harus mengembalikan pinjaman beserta bunga ke lender. Di sinilah lender atau investor mendapatkan keuntungan.

Keunggulan dan Kelemahan

Mekanisme di atas terlihat mudah dan tanpa masalah. Namun kenyataannya tidak demikian. Menanamkan atau meminjam dana di p2plending memiliki keunggulan sekaligus kelemahan.

Keunggulan:

  • Mekanisme mudah dan cepat.
  • Alternatif layanan meminjam uang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke bank.
  • Mendapatkan imbal hasil cukup signifikan bagi lender.

Kelemahan:

  • Bunga pinjaman agak tinggi dari bank
  • Bila dana pinjaman tidak memenuhi 100 persen (misal masuk dana 80 persen) ketika durasi meminjam berakhir, borrower gagal mendapatkan pinjaman.
  • Dana lender tidak bisa ditarik sewaktu-waktu.
  • Borrower gagal bayar atau kredit macet. Sehingga dana lender tidak akan kembali.
  • Penyalahgunaan data pengguna, baik borrower maupun lender.

Tetapi untuk menanggulangi kredit macet, AFPI bekerja sama dengan OJK memiliki fasilitas Fintech Data Center (FDC). FDC merupakan pusat data para fintech p2plending yang terintegrasi. Data berisi profil dan portofolio debitur maupun kreditur di p2plending.

Dengan FDC, anggota AFPI sebagai penyelenggara p2plending mudah melakukan credit assessment. Sehingga menghindari kredit macet, menghindari peminjaman fiktif, serta menyalurkan kredit dengan tepat. Sistem FDC juga berguna untuk melindungi dana lender dan mematikan borrower yang membutuhkan dana dan mampu mengembalikannya.

Memilih P2plending

Jika kamu ingin belajar menjadi investor dan memiliki dana untuk diinvestasikan, buka rekening p2plending. Tetapi pilih paltform p2plending yang telah mengantongi izin OJK atau paling tidak sudah terdaftar di OJK. Kemudian pilih p2plending yang sesuai dengan tujuanmu.

Mekanisme Transparan

Setelah memastikan p2plending yang kamu pilih sudah memiliki izin dari OJK, lakukan pendaftaran lalu cek mekanisme yang diterapkan apakah transparan atau tidak. Seperti mekanisme meminjam dan memberi pinjaman, sistem pengembalian dananya, konsep peminjaman lebih ke hal bisnis atau personal, serta cek susunan pengurus, apakah memiliki ahli keuangan atau tidak.

Reputasi Baik

Tanyakan kepada teman atau kenalan yang sudah pernah meminjamkan uang di platform ini. Tanyakan mengenai pengamanan data-data pengguna, cara penagihan mereka ke borrower, dan pernahkah bermasalah dalam pengembalian dana atau tidak.

Diversifikasi Pendanaan

Untuk menghindari kerugian, lakukan diversifikasi pendanaan. Hal ini mirip seperti diversifikasi investasi, di mana kamu membagi dana ke dua atau tiga instrumen. Biasanya p2plending akan menginformasikan hal tersebut ke lender.

Edukasi Keuangan

Perusahaan yang baik akan melakukan hal baik pula. Tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi memberikan edukasi. Pilih platform yang memiliki blog yang berisi edukasi keuangan kepada para pengguna. Sehingga dapat membantu pengguna dalam memutuskan masalah keuangannya.

Pilih p2plending dengan saksama. Agar tujuanmu membantu orang lain dan mendapatkan imbal hasil tercapai. Dan yang tak kalah penting, datamu benar-benar terlindungi.

Bacaan menarik lainnya:

Affa, Robert C. & M.D. JK Lasser. (2001). Expert Financial Planning. JohnWiley & Son, Inc.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait