Investor Pemula

Tips Belajar Investasi Saham bagi Investor Pemula

Ajaib.co.id – Belajar investasi saham untuk pemula adalah langkah penting untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari bermain dan trading saham. Selain itu, bagaimana mempelajari instrumen saham dengan keuntungan terbaik.

Lalu, bagaimana belajar saham? Apakah bisa untuk memulai investasi saham online berdasarkan pengalaman?

Kamu pasti telah banyak membaca bahwa saham merupakan bentuk investasi dengan return terbaik. Mengapa? Karena bermain saham bisa mendatangkan keuntungan ratusan persen dalam sekejap.

Sebelum memulainya, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, antara lain:

1. Pahami Investasi Saham

Kesalahan terbesar dalam bermain saham adalah tidak memahami esensi investasi saham. Karena buru-buru ingin terjun, atau ingin untung cepat, umumnya para investor pemula seringkali benar-benar mengabaikan untuk mempelajari esensi sebenarnya investasi saham.

Memahami esensi investasi saham menjadi sangat penting untuk pemula. Mengingat semua strategi, bagaimana cara bermain dan aspek lain dalam investasi saham sangat dipengaruhi pemahaman dan perspektif soal apa itu investasi saham.

Lalu, apa esensi investasi saham? Esensi investasi saham merupakan bentuk investasi dalam suatu usaha atau bisnis. Ini tidak berbeda ketika kamu melakukan investasi di usaha warung kopi atau laundry kongsi dengan teman atau kerabat dekat.

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan melakukan pembembelian saham, ini berarti menjadi pemilik (pemegang saham) dari perusahaan tersebut dan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada manajemen profesional yang bisa dipercaya dalam mengelola bisnis untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Pemahaman-pemahaman seperti di atas memengaruhi cara berinvestasi. Seperti cara bersikap dengan tenang ketika harga saham anjlok drastis, padahal kinerja perusahaan baik-baik saja. Selanjutnya dalam situasi pihak yang memborong saham saat market crash karena harga saham sudah terlihat murah, sementara kinerja perusahaan tidak memburuk sama sekali.

2. Intip Reksa Dana

Tips berikutnya belajar investasi saham untuk pemula adalah, memilih saham terbaik. Salah satu cara paling mudah memilih saham adalah mengintip saham yang dipegang oleh manajer investasi perusahaan sekuritas yang mengelola reksa dana saham.

Biasanya manajer investasi akan menyampaikan portfolio Top 10 Saham yang dipegang di Reksa Dana Saham. Dari situ kamu bisa melihat daftar Top 10 Saham tersebut di laporan bulanan Reksa Sana Saham.

Dalam situs manajer investasi atau agen penjual reksa dana online, kamu bisa memilih dahulu reksa dana saham yang ingin koleksi sahamnya. Selanjutnya, pada bagian statistik atau kinerja bulanan, kamu bisa melihat Top 10 Holdings saham dari reksa dana tersebut.

Dalam pilihan saham untuk pemula, kamu bisa menggunakan saham-saham yang diiinvestasikan oleh reksa dana saham.

3. Pilih Saham Blue-Chip

Tips ketiga untuk memilih saham bagi investor pemula adalah memilih saham blue-chip. Saham blue-chip merupakan bentuk saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa. Jenis saham-saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Agar lebih mudah dibayangkan, lihatlah contoh beberapa saham blue-chip di Bursa Efek Indonesia, yang bisa menjadi pilihan saham untuk pemula.

  1. Bank BCA (kode BBCA) adalah bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM terbesar, jutaan jumlah nasabah dan paling penting menghasilkan profit besar buat pemegang saham.
  2. Unilever Indonesia dengan (kode UNVR) merupakan bentuk perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia dengan berbagai brand produk rumah tangga yang sudah tidak asing di masyarakat. Kinerja keuangan perusahaan dengan kode emiten UNVR merupakan salah satu yang terbaik di bursa dengan kemampuan saham ini mencetak laba secara konsisten.
  3. Bank BRI (kode BBRI) adalah bank dengan laba terbesar di Indonesia. Dengan usia perusahaan lebih dari 100 tahun, Bank BRI punya kemampuan dan pengalaman di kredit mikro dan UMKM, yang boleh dikatakan tanpa pesaing saat ini. Karena semua pesaing yang dulu pernah masuk ke sektor mikro dan UMKM sekarang sudah banyak yang mundur mengakui kepiawaian dan dominasi BRI di sektor ini.

Tiga saham blue-chip di atas adalah sebuah pilihan saham untuk pemula yang layak dipertimbangkan jika baru pertama belajar investasi saham.

Tidak ada bentuk definisi yang pasti dan cocok soal saham blue-chip, tetapi biasanya kamu bisa melihat saham yang punya kapitalisasi pasar besar dan ramai diperdagangkan setiap hari di bursa atau pasar saham. Maka dari itu pilihan saham untuk pemula bisa dimulai dengan saham-saham blue-chip tersebut. Nah agar lebih jelasnya, di bawah ini adalah daftar lengkap saham blue chip yang bisa kamu pilih.

NoEmitenMarket CapHarga saham 27/9/2019
1BBCA 740.8 T 30,350
2BBRI 510.4 T 4,180
3TLKM 427.0 T 4,310
4UNVR 358.6 T 47,000
5BMRI 322.2 T 6,975
6ASII 269.2 T 6,650
7HMSP 267.5 T 2,300
8TPIA 146.7 T 8,225
9ICBP 139.4 T 11,950
10BBNI 137.1 T 7,425
11GGRM 101.0 T 52,500

4. Mulai dari Jumlah Kecil

Ketika kamu baru terjun di dunia saham dan telah memiliki dana besar, jika kamu salah kelola kamu bisa rugi besar. Semakin besar dana dipertaruhkan, semakin tinggi juga risikonya. Kehilangan 5 persen dari Rp10 juta dengan 5 persen dari Rp100 juta tentu berbeda bukan?

Jadi, sebagai pemula sebaiknya kamu bisa memulai pembelian dengan dana kecil, mulai dari Rp10 juta-Rp30 juta. Bahkan banyak yang memulai investasi dengan nominal ratusan ribu dan melakukan top up setiap bulan dengan menyisihkan gaji.

Jika ingin memulai investasi saham dengan dana kecil, kamu bisa memilih perusahaan sekuritas yang menyediakan akun dengan minimal deposit awal Rp100.000. Namun, biasanya fee per transaksinya sedikit lebih tinggi dari akun yang depositnya besar, misalnya akun dengan dana minimal Rp1 miliar.

Nah, untuk memulai investasi saham dengan modal kecil, kamu bisa mulai membuka rekening saham di aplikasi Ajaib. Di Ajaib kamu bisa memulai investasi mulai dari Rp100 ribu sehingga cocok untuk kamu investor pemula yang baru mau memulai investasi saham.

5. Monitor Situasi Ekonomi dan Politik

Ketika kamu memulai investasi saham, artinya kamu adalah sebagai pemilik perusahaan. Artinya, perusahaan kamu hidup dalam dunia nyata yang rentan dengan perubahan, terutama bidang ekonomi. Hal itu akan berpengaruh terhadap harga sahamnya.

Bukan hanya itu, harga saham juga soal persepsi investor. Artinya, walaupun tidak berpengaruh langsung, kondisi politik sering memengaruhi pergerakan harga saham. Rumor yang beredar juga bisa menjadi pemantik. Misalnya saat ini sedang terjadi pandemi virus corona yang membuat saham menjadi lebih mudah naik dan turun.

Dengan peka terhadap situasi ekonomi dan politik bisa membantu kamu untuk mengambil keputusan. Jadi jika kamu sudah memiliki saham di perusahaan, maka rajin-rajinlah menyimak berita bisnis, ekonomi, dan politik.

6. Pilih Saham dengan PER Rendah

Price to Earning Ratio atau rasio PE (PER) merupakan alat penghitungan harga saham perusahaan dibandingkan dengan keuntungan tahunan perusahaan. Saham dengan nilai Rasio PE rendah lebih menarik karena laba per saham yang relatif tinggi dibanding dengan harga sahamnya.

Tingkat rasio ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang dimiliki investor terhadap kinerja perusahaan di masa depan. Semakin tinggi rasio P/E, semakin besar juga kepercayaan investor.

Rasio P/E = Harga pasar per saham : Penghasilan per saham.

Itulah beberapa tips sederhana bagi investor pemula yang ingin belajar investasi saham. Tiga sederhana ini bisa menjadi dasar bagimu sebelum melakukan trading atau jual beli saham di pasar saham.

Nah setelah mengetahui beberapa tips di atas, yuk langsung praktekan tips di atas dengan memulai investasi saham pertamamu di Ajaib!

Artikel Terkait