Investasi

Mengenal Investasi Peer to Peer (P2P) Lending

Generasi milenial saat ini mulai banyak melirik investasi peer to peer sebagai alternatif pengembangan uangnya. Banyak sumber menyebutkan, investasi lainnya yang paling mudah dilakukan oleh pemula adalah membeli properti, atau emas dan investasi reksa dana.

Meski demikian, memang belum banyak yang paham dengan jenis investasi peer to peer ini, sehingga ragu-ragu untuk menanamkan modalnya. Padahal investasi ini hampir serupa dengan reksa dana, namun dengan skala lebih kecil.

Berikut pembahasan soal produk keuangan terbaru ini dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menjadi investornya.

Apa itu P2P Lending?

Peer to Peer Lending adalah model penanaman modal kepada pemilik usaha yang membutuhkan secara online melalui marketplace. Lewat marketplace ini, investor yang memiliki modal bisa mencari usaha yang akan dibiayai. Sebaliknya, pemilik usaha bisa mengajukan pinjaman lewat marketplace yang sama.

Karena itu, hubungan antara dua pihak tersebut bisa dilakukan langsung dan terbuka tanpa campur tangan lembaga keuangan lain sebagai penghubungnya. Inilah yang kemudian menjadi dasar penggunaan istilah peer to peer (P2P).

Hubungan yang terjalin murni antara pemilik modal dengan pemilik usaha tanpa keterlibatan bank, jasa kredit, maupun koperasi. Model usahanya juga beragam mulai dari UKM, kuliner, pertanian, dan lainnya.

Dana yang dihimpun secara kolektif ini kemudian disalurkan kepada pemilik usaha yang mengajukan permodalan. Karena modelnya yang kolektif ini maka pemilik modal tidak harus memiliki uang yang sangat besar untuk mulai berinvestasi.

Ada berbagai macam aplikasi P2P Lending yang sudah berkembang di Indonesia dan dijamin keamanannya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara Kerja Fintech P2P Lending

Sama seperti fungsinya sebagai media yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam. Dalam sistem P2P Lending sendiri, kamu akan mengenai peminjam dan investor. Keduanya memiliki peran yang berbeda-beda. Nah, agar tahu perbedaan keduanya, di bawah ini adalah cara kerja P2P Lending berdasarkan role atau perannya masing-masing.

a. Sebagai Peminjam

Untuk mendapatkan pinjaman melalui P2P Lending, kamu harus mendaftar terlebih dulu sebagai pengguna P2P Lending tersebut. Kemudian kamu perlu mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online. Biasanya, proses pengajuannya relatif lebih cepat dibanding kamu meminjam melalui lembaga keuangan seperti bank. Dokumen yang kamu butuhkan berupa laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan tujuan kamu melakukan pinjaman tersebut.

Permohonan atas pinjaman kamu bisa diterima atau ditolak berdasarkan beberapa faktor. Jika permohonan ditolak, artinya kamu harus memperbaiki segala hal yang menjadi alasan penolakan permohonan tersebut. Sedangkan jika diterima, kamu akan dikenakan suku bunga pinjaman yang akan diterapkan dalam pengajuan pinjaman dan akan dimasukkan ke dalam marketplace yang tersedia agar semua pendana bisa melihat pinjaman yang kamu lakukan.

b. Sebagai Investor

Sebagai investor, kamu akan mendapatkan akses untuk melihat data pengajuan pinjaman melalui dasbor yang telah disediakan oleh P2P Lending tersebut. Kamu juga bisa melihat seluruh data mengenai setiap pengajuan pinjaman, terutama data relevan mengenai si peminjam seperti pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman, hingga alasan lainnya yang biasanya sesuai dengan perusahaan fintech P2P Lending.

Jika kamu memutuskan untuk mendanai pinjaman tersebut, kamu bisa langsung mendistribusikan dana setelah melakukan deposit sesuai tujuan investasi. Selain itu, biasanya peminjam akan mencicil dana pinjamannya setiap bulan dan akan mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga yang besarannya tergantung pada suku bunga pinjaman yang diinvestasikan.

Cara Menjadi Investor P2P Lending

Jika kamu ingin menanamkan modalmu maka kamu akan diberikan akses untuk mengetahui sejumlah data pengajuan pinjaman di aplikasi tersebut. Kemudian kamu bisa memilih pinjaman mana yang akan kamu berikan modalnya. Tentunya hal ini bisa dilakukan setelah dilakukan deposit sesuai pilihanmu.

Pastikan kamu sudah meneliti seluruh data mengenai pihak yang mengajukan pinjaman termasuk soal pendapatan, riwayat keuangan, dan latar belakang lainnya. Kemudian, kamu akan mendapatkan keuntungan dalam jangka tertentu lewat pokok pinjaman dan bunga yang telah disepakati sebelumnya.

Untung Rugi Meminjam atau Investasi di P2P Lending

#1. Bagi Peminjam

a. Keuntungan P2P Lending Bagi Peminjam

Salah satu manfaat meminjam di P2P Lending adalah suku bunga yang rendah jika dibandingkan suku bunga yang diterapkan bank atau lembaga keuangan lainnya. Di mana, kamu bisa mendapatkan tingkat bunga antara 12-20% dari lembaga keuangan. Sedangkan pinjaman dari P2P Lending, kamu bisa mendapatkan suku bunga yang lebih rendah.

Kelebihan lainnya yaitu proses pengajuan pinjamannya tidak seformal ketika mengajukan pinjaman di lembaga keuangan seperti bank. Di mana, dengan P2P Lending, proses pengajuan pinjaman jauh lebih cepat dan mudah dan dengan syarat-syarat yang lebih simpel.

Nantinya, jika kamu memiliki catatan buruk soal pinjaman keuangan, kamu bisa menjelaskan alasan di balik kenapa hal tersebut terjadi. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengajukan pinjaman dengan tujuan ataupun alasan apa saja selama ada orang yang akan dan mau mengalokasikan uangnya untuk kamu. Hebatnya lagi, kamu bisa mendapatkan pinjaman tanpa perlu menjaminkan barang atau aset yang kamu miliki.

b. Kekurangan P2P Lending Bagi Peminjam

Ketika kamu meminjam di P2P Lending, suku bunga pinjaman akan melonjak naik saat kelayakan kredit kamu jatuh. Sehingga, ketika kamu telat membayar, tagihan akan naik sangat signifikan, dan jika kamu gagal membayar pinjaman, jumlah yang harus dibayar nantinya bisa melonjak sangat tinggi.

Jadi, ketika kamu memilih P2P Lending, pastikan kamu melakukan peminjaman ini hanya untuk jangka pendek, karena semakin lama jangka waktu pinjaman, tagihan akan terus naik. Selain itu, ada kemungkinan juga kebutuhan dana pinjaman kamu bisa terpenuhi secara keseluruhan. Namun, tidak ada jaminan bahwa seluruh pengajuan pinjaman dana akan terpenuhi.

Misalnya ketika kamu membutuhkan pinjaman dana sebesar Rp150 juta, dan ternyata hanya Rp75 juta saja yang terpenuhi, pengajuan pinjaman berarti gagal dan dana yang sudah terkumpul akan dikembalikan ke investor.

#2. Bagi Investor

a. Keuntungan P2P Lending Bagi Investor

Dengan memulai investasi di P2P Lending kamu tidak perlu lagi khawatir mengenai masalah keamanan. Namun, pastikan kamu berinvestasi ke P2P Lending yag telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, dengan menggunakan P2P Lending, kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil yang cukup menjanjikan sehingga keuntungan yang didapatkan lebih maksimal. Kamu juga bisa memecah modal yang kamu salurkan ke berbagai usaha, sehingga kesempatan mendapatkan untuk menjadi lebih besar.

b. Kekurangan P2P Lending Bagi Investor

Namun sayangnya , investasi ini tidak bisa jika kamu melakukan penarikan dana sewaktu-waktu menarik. Kamu juga berisiko kehilangan uangmu jika peminjam mengalami kredit dan macet dan tidak bisa mengembalikan dana tersebut. Namun, ini semua akan kembali lagi pada platform P2P Lending sudah memberikan kebijakan tersbut.

Selain itu, kamu bisa memberikan pinjaman dengan lebih mudah dan cepat dengan P2P Lending, khususnya jika kamu memiliki dana lebih namun tidak tahu harus mengalokasikannya ke mana.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait