Saham

Emiten Yang Bagikan Dividen Interim Lebih Awal Untuk Laba 2020

Sumber: Medium

Ajaib.co.id – Investasi saham biasanya dikenal dengan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi. Namun, di balik itu, investasi saham merupakan instrumen yang memberikan keuntungan tertinggi daripada jenis investasi lainnya. Apalagi dalam investasi saham, kamu tidak hanya mendapatkan keuntungan dari capital gain. Tetapi juga dari pembagian laba perusahaan atau dikenal dengan dividen. 

Nah, dividen itu biasanya dibagikan setelah menghitung keuntungan dalam satu tahun buku perusahaan. Namun, ada juga pembagian labanya dilakukan sebelum penutupan satu tahun buku. Pembagian laba tersebut dikenal dengan dividen interim.

Biasanya dividen interim dibagikan di awal atau pertengahan tahun, lho. Nah, mau tahu lebih banyak mengenai dividen interim dan apa saja emiten yang sering membaginya? Yuk, simak artikel berikut ini:

Mengenal Dividen Interim

Dividen merupakan pembagian keuntungan atau laba yang didapatkan perusahaan kepada para pemegang saham. Besaran dividen yang akan dibagikan biasanya sepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), namun berbeda dengan dividen interim. 

Dividen interim dapat dibagikan tanpa ditetapkan dalam RUPS, lho. Mengacu pada Pasal 74 ayat (4), pembagiannya dilakukan berdasarkan keputusan Direksi dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.

Namun, syarat membagikan dividen interim adalah jumlah kekayaan bersih perusahaan tidak lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan, disetorkan dan cadangan wajib. Syarat lainnya adalah pembagiannya tidak boleh mengganggu keuangan perusahaan untuk melaksanakan kegiatannya atau membayar kewajibannya.

Nah, pembagian ini biasanya dilakukan berkala dalam satu tahun buku, contohnya per 3 bulan (triwulanan).

Apakah Dividen Interim Penting?

Mendapatkan pemasukkan tambahan berupa passive income merupakan ‘surga’ bagi para investor. Emiten yang membagikan dividen dapat dikatakan perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan memiliki kondisi keuangan yang bagus.

Nah, apalagi emiten tersebut masih dapat membagikan dividen interim dalam kondisi ekonomi yang terpuruk, dapat dipastikan telah memiliki kinerja yang ‘cap jempol’. Emiten yang rajin membagikan dividen, banyak dilirik oleh para investor karena dianggap memiliki kondisi keuangan yang sehat dan kemampuan menjalankan kegiatan operasional yang mumpuni. 

Lalu, bila kamu ingin mengincar dividen interim, ada yang harus kamu perhatikan, lho, antara lain:

Perhatikan Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio (DPR)

Sebelum memilih emiten untuk mendapatkan dividen, kamu harus tahu dulu mengenai rasio dividend yield dan dividend payout ratio (DPR).

Dividend yield merupakan hasil penghitungan dividen per saham yang dibagi dengan harga saham. Jadi, semakin besar dividen yield emiten maka semakin besar pula keuntungan yang didapat.

Nah, sedangkan dividend payout ratio yang biasanya digunakan untuk melihat besaran dividen yang dibagikan dari total laba bersih yang didapat oleh emiten. Misalnya DPR BBCA sebesar 47,9% maka sebanyak 47,9% dari laba bersih BBCA dibagikan kepada investornya. 

Namun dalam pembagiannya, besaran nilainya lebih kecil dari nilai dividen final. Dan juga jangan lupa, pembagian dividen juga akan dipotong dengan pajak terlebih dahulu.

Pahami Konsep Cum Date serta Ex Date Dividend

Kamu juga harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli saham emiten untuk mendapatkan dividen. Nah, kamu harus mengetahui cum date dan ex date pembagian dividen emiten tersebut. 

Cum date menjadi hari terakhir bagi para investor dalam membeli saham emiten agar tercatat sebagai penerima dividen. Sedangkan, ex date adalah hari penutupan pencatatan penerima dividen.

Saham Likuid

Saham yang likuid artinya saham yang aktif diperdagangkan dengan ditandai adanya antrian order pada harga permintaan (bid price) maupun penawaran (offer price). Selain dari antrian bid offer, saham likuid juga dapat dinilai berdasarkan bid offer split dan lot saham. 

Nah, bila kamu ingin mengincar dividen interim, maka perhatikan likuiditas saham tersebut. Saham tidak likuid biasanya ditransaksikan dengan volume yang kecil. Selain itu, saham yang tidak likuid susah dibeli dan susah dijual. Harganya bisa naik dengan cepat, dan turun dengan cepat juga. Hal ini dikarenakan jumlah permintaan penawarannya kecil. 

Nah, setelah mengetahui mengenai dividen interim, yuk intip emiten apa saja yang sering membagikannya:

1. Sido Muncul (SIDO)

Emiten yang bergerak dalam produk jamu dan farmasi ini sering membagikan dividen interim. Pada tahun 2020, perusahaan second liner ini memutuskan akan membaginya sebesar Rp12,5 per lembar.

2. Bank Central Asia (BBCA)

Bank ini merupakan bank buku IV yang satu-satunya yang rutin membaginya, lho. Walaupun tahun 2020, terdapat perlambatan ekonomi, pada kuartal III, BBCA masih dapat mencatatkan profit sebesar Rp20 triliun. Jauh lebih banyak dibanding bank-bank buku IV lain.

3. Unilever Indonesia (UNVR)

Perusahaan consumer goods juga rutin bagi dividen interim yang biasanya dibagikan pada bulan Desember. Tahun 2020, UNVR mengumumkan bakal membagi sebesar Rp87 per lembar.

4. Astra Internasional (ASII)

Untuk tahun 2020, ASII sudah membagikan dividen interim pada bulan Oktober sebesar Rp27 per lembar. ASII konsisten dalam membagikannya dalam 5 tahun terakhir dengan besaran Rp57 per lembar pada 2019, Rp60 per lembar pada 2018, Rp55 per lembar pada 2017, Rp55 per lembar pada 2016, dan Rp64 per lembar pada 2015.

5. Mitrabara Adiperdana (MBAP)

MBAP adalah salah satu saham dengan dividen yield yang tinggi lho. Dividen interim yang dibagi pada Agustus 2020 lalu memiliki nilai yang cukup besar, yakni Rp357 per lembar saham. 

Nah, selain saham-saham diatas masih banyak emiten lain yang juga membagikan dividen interim seperti:

  • PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) senilai Rp 20;
  • PT Kino Indonesia Tbk (KINO) Rp 20;
  • PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) Rp 2;
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 307;
  • PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) Rp 37;
  • PT Golden Energy Mines (GEMS) Rp 72,84;
  • PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Rp 24,88.

Nah, buat para calon investor yang ingin mengincar dividen, kamu dapat mencermati saham-saham yang menjadi anggota konstituen indeks IDX HIGH DIVIDEND 20, lho. Indeks ini berisi saham yang rutin membagikan dividen selama 3 tahun terakhir dan yang memiliki yield dividen yang tinggi.

Dividen interim memang tetap menarik di mata investor walaupun besaran nilai yang diberikan kecil. Namun, bila kamu ingin mendapatkan keuntungan yang besar, kamu bisa percayakan kepada Aplikasi Investasi Ajaib. Dana kamu akan dikelola oleh Manajer Investasi terbaik yang memberikan kamu keuntungan yang lebih. Selain itu, Aplikasi Investasi Ajaib itu mudah digunakan, aman dan telah berizin. Nah, tunggu apalagi? Segera miliki akun Ajaib ya. 

Sumber: 10 Saham Dividen Interim Terbaik Untuk Investasi Jangka Panjang, Sejumlah emiten ini akan bagi dividen interim, ini kata analis, Mau Koleksi Saham yang Rajin bagi Dividen? Perhatikan Dulu 3 Hal Ini!, Serba-serbi Dividend Payout Ratio yang Perlu Diketahui Investor, Emiten Royal Tebar Dividen Interim, Mana yang Paling Cuan? , Incar Dividen, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?, dan Siap-siap Astra (ASII) Tebar Dividen Interim 2020, Catat Jadwalnya!, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait