Bisnis & Kerja Sampingan

Cara Ampuh Mendapatkan Investasi dari Angel Investor

Ajaib.co.id – Bagi yang sudah menonton drama Korea Selatan berjudul Start-Up, pasti ingat karakter Han Ji Pyeong yang diberi julukan “angel investor’, seorang investor seperti sherpa (orang-orang Sherpa yang memandu pendaki gunung di Himalaya).

Pada serial berjumlah 1 episode tersebut dijelaskan bahwa Han Ji Pyeong seorang mentor untuk pemilik start-up. Namun, pada kenyataan investor sebaik Han Ji Pyeong tidak akan ada di dunia nyata.

Menurut investopedia, angel investor adalah individu kaya raya yang membantu start-up atau pengusaha melalui bantuan keuangan. Ketika perusahaan venture capital bekerja sama dengan beberapa investor kaya, angel investor bekerja secara individual.

Beberapa nama yang paling umum untuk mereka adalah investor formal, business angels. Private investor, seed investor, hingga angel funder.

Pemilik start-up perlu menemukan investor individual seperti ini untuk mendukung perkembangan bisnis. Kamu tentu tidak akan bisa menawarkan jasa atau produk tanpa modal, beda cerita jika kamu memiliki orang tua kaya raya yang siap membantu bisnis kamu ketika rugi hingga akhirnya untung.

Bagi start-up yang memulai semuanya dari 0, investor individual adalah alternatif untuk mendapatkan investasi. Mereka bisa saja teman, orang tua, atau bahkan saudara.

Namun, bagaimana caranya?

Mengetahui Tahapan Investasi Start-Up

Sebuah start-up memiliki berbagai tahapan perkembangan dan tahapan investasi, yaitu tahap formatif, tahap selanjutnya, dan tahap mezanin.

Tahap Formatif

Tahap ini mencakup tiga fase, yaitu angel investing, seed stage, dan early stage. Angel investing diberikan pada tahap ide dari sebuah start-up dan digunakan untuk pelaksanaan rencana bisnis dan menilai potensi pasar.

Seed stage melibatkan venture capital yang dananya digunakan untuk pengembangan produk, pemasaran, dan penelitian. Tahap terakhir dikenal sebagai tahap awal di mana dana investasi digunakan untuk prediksi dan penjualan komersial.

Tahap Selanjutnya

Pada titik ini, sebuah start-up sudah mulai menjual produk atau layanan, dan dana investasi yang digunakan untuk memperluas produk atau bisnis secara keseluruhan.

Tahap Mezanin

Tahap ini melibatkan dana investasi untuk tujuan publikasi perusahaan atau dimana terjadinya IPO (Initial Public Offering).

Sekarang mari kita kembali ke fokus utama. Angel investor adalah individu yang menawarkan investasi kepada start-up dengan imbalan kepemilikan saham ekuitas. Mereka membantu perusahaan rintisan untuk tumbuh di setiap langkah dan tidak terlalu peduli dengan perolehan laba.

Menurut Ralph Kroman dari WeirFoulds LLP, seorang angel investor biasanya memiliki pendapatan lebih dari USD100.000 atau setara dengan Rp1,4 miliar, berusia sekitar 40 hingga 60 tahun, memiliki kekayaan bersih setidaknya USD1.000.000 atau sekitar Rp14 triliun, memiliki pengalaman bisnis yang sukses sebelumnya, dan memiliki harapan investasi selama 5-7 tahun.

Mereka memberikan investasi karena yakin pada ide sebuah start-up, tetapi terkadang sulit untuk menemukan investor individu yang memiliki visi yang sama. Mereka biasanya berasal dari latar belakang apa pun, mereka bisa saja seorang pengacara, dokter, influencer, atau pemilik bisnis.

Ada banya situs yang menyediakan profil investor individu yang mencari start-up untuk didanai, tapi sebelumnya kamu harus mengetahui apa keinginan mereka.

Apa yang Dicari Angel Investor di Start-Up?

Untuk mendekati investor individual dan membuat mereka berinvestasi di start-up, kamu haru memiliki sejumlah kualitas di bawah ini.

Tim yang Baik

Sama seperti alasan Han Ji Pyeong berinvestasi ke perusahaannya Seo Dal Mi dan Nam Do San, investor individual ingin berinvestasi ke start-up yang memiliki tim yang bersemangat dan memiliki satu visi.

Selain itu, tim yang memiliki latar belakang pengalaman yang bagus berpeluang menarik minat investor. Hal ini menciptakan kredibilitas dan kepercayaan diri bagi calon investor.

Pitch Deck

Pitch deck adalah salah satu kesempatan untuk meyakinkan angel investor berinvestasi di start-up kamu dengan mempresentasikan rencana bisnis, jenis pasar, basis pelanggan, analisis pesaing, penggunaan investasi, visi dalam beberapa tahun ke depan, dan mengapa start-up kamu layak didanai.

Pitch deck harus sederhana, mudah dimengerti, serta harus menjawab semua pertanyaan yang mungkin muncul dari investor.

Prototipe Produk/Layanan

Aspek ini punya pengaruh yang signifikan karena menunjukkan seberapa praktisnya produk atau layanan yang start-up kamu kembangkan. Lagi pula, tidak ada investor yang mau berinvestasi bermodalkan angka tanpa adanya realisasi.

Jadi, pertimbangkan untuk membangun prototipe atau demo untuk menunjukkan visi start-up kamu dan seberapa praktiknya produk atau layanan tersebut. Menunjukkan prototipe adalah adalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan dari investor individual, serta kesempatanmu untuk memulai impian.

Visi

Selain memiliki materi yang siap untuk disajikan ke investor, memiliki visi berkelanjutan dan kemampuan untuk menyampaikannya dalam pitch meeting juga sangat penting. Siapkan jawaban atau dokumen yang mendalam tentang bagaimana perkembangan start-up kamu dalam 5 hingga 10 tahun.

Apa skenario pasarnya? Seberapa sulit persaingannya? Bagaimana dan apa yang menjadi basis pertumbuhan pelanggan? Bagaimana kamu merencanakan tantangan?

Bersikap proaktif ketika menyampaikan visi tersebut karena ini adalah menunjukkan komitmen kamu dalam dalam menjalankan bisnis ke depannya.

Kesimpulan

Angel investor adalah investor individu yang memiliki kekayaan tinggi yang bersedia memberikan dukungan finansial pada start-up yang menjanjikan. Namun, untuk bisa membawanya ke tahapan selanjutnya, semua ada di tangan pemilik bisnis.

Mungkin kamu bisa mengambil pelajaran dari drama Korea Start-Up. Samsan Tech bisa berkembang dan memenangkan kompetisi Sand Box bukan hanya semata-mata karena bantuan investasi, tetapi karena kerja keras dan kekompakan tim.

Artikel Terkait