Analisa Saham, Saham

Emiten Saham LUCY Baru IPO, Minat Investor Masih Loyo

Sumber: Instagram/lucyintheskyjakarta

Ajaib.co.id – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 25 Oktober 2011. Perusahaan ini merupakan pemilik dan pengelola Lucy In The Sky, sebuah rooftop bar yang berlokasi di Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta.  

Perusahaan pengelola tempat hiburan malam dengan berbasis restoran ini pun telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme (Initial Public Offering) IPO di Jakarta pada 5 Mei 2021. 

Secara bersamaan, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 236,25 juta Waran Seri 1 yang menyertai saham baru perseroan. Atau sebanyak 33,87% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham disampaikan. 

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham LUCY

Bisnis LUCY Hasilkan Laba Hingga Oktober 2020

Berdasarkan publikasi laporan keuangan PT. Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) hingga Oktober 2020 yang dijadikan acuan tahun buku untuk IPO, Lima Dua Lima Tiga mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,40 miliar. Capaian ini memang terhitung turun 48,90% dari periode Oktober tahun 2019 Rp16,45 miliar.

Adapun untuk beban pokok pendapatan tercatat mengalami penurunan 47,62% menjadi Rp2,64 miliar dari tahun sebelumnya Rp5,05 miliar. Kemudian, laba bruto perseroan menjadi Rp5,76 miliar dari sebelumnya Rp11,39 miliar.

Sementara itu, sampai dengan 10 bulan pertama di tahun 2020, LUCY membukukan laba bersih sebesar Rp116,48 juta bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menelan rugi Rp178,98 juta.

Adapun total aset perusahaan tercatat sebesar Rp15,81 miliar, naik dari posisi Oktober tahun lalu Rp8,64 miliar. Terdiri dari ekuitas sebesar Rp6,82 miliar dan liabilitas senilai Rp8,98 miliar. Laporan keuangan perseroan ini pun sudah memperoleh laporan wajar dari Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan.

Kinerja Laporan Keuangan dan Rasio Keuangan

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) baru saja melantai di bursa pada 5 Mei 2021 lalu. Sehingga untuk keterbukaan informasi mengenai laporan keuangan perusahaan belum dipublikasikan kepada umum. Termasuk belum tersedia di Laporan Keuangan Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Bagaimana Prospek Bisnis LUCY Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) usai melakukan IPO menyatakan telah siap melakukan ekspansi bisnis. Pemilik dan pengelola Lucy In The Sky, merupakan salah satu pelopor ruang rooftop di bidang Food & Beverage (F&B) ini memiliki niat untuk membuka 7 gerai baru dengan konsep yang baru. 

Pihak dari manajemen LUCY mengatakan, untuk konsep ruang terbuka membuat perusahaan menjalankan bisnis yang menjanjikan. Hal ini karena keberadaan ruang hijau dinilai sangat memikat publik sebagai go-to spot.

Kemudian, melalui IPO, perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp33,75 miliar. Angka ini didapat setelah LUCY melepas 337.500.000 saham biasa setara 32,61% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Adapun harga penawaran sebesar Rp100 per saham. 

Adapun salah satu penggunaan dana hasil IPO ini akan digunakan perseroan untuk menambah gerai baru. LUCY memiliki rencana untuk membuka sebanyak 7 gerai baru dengan konsep anyar.  

Konsep pertama, disebut dengan Lucy in The Sky – Rooftop Garden (Glass House) yang menyediakan tempat duduk outdoor dan semi outdoor dalam suasana Tropical Bohemian. 

Konsep kedua, Lucy by The Beach menghadirkan bar dan restoran dengan suasana Tropical Bohemian. Lebih lanjut pihak perusahaan mengutarakan, angin pemandangan laut yang spektakuler dengan teras luar dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para tamu. 

Konsep yang ketiga, berupa Park by Lucy in the Sky yakni konsep outdoor dan semi outdoor untuk berkumpulnya komunitas, di mana tempat tersebut akan menjadi tempat yang menarik bagi pengunjung.

Pengelola Lucy in The Sky, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) juga sudah membidik target pendapatan untuk sepanjang tahun 2021 ini bisa mencapai Rp38 miliar. Target ini meningkat bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan per Desember 2020 yang berada di angka Rp11 miliar, artinya target pendapatan tersebut meningkat hingga 245%. 

Kemudian, dari segi bottom line, LUCY juga memiliki target untuk membukukan laba bersih di akhir tahun 2021 bisa mencapai Rp4 miliar. Angka ini melonjak 663% bila dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2020.

Sekretaris Perusahaan LUCY Ratna Sari Ismianti mengutarakan, faktor pendorong kenaikan pendapatan dan laba bersih tersebut bisa berasal dari dua gerai baru yang akan LUCY buka pada semester kedua tahun 2021 ini.

Untuk memberikan gambaran, usai IPO di BEI, kinerja saham LUCY memang berjalan tidak mulus karena harga saham yang jatuh ke zona gocap. Alias saham dengan harga Rp50 per saham. Padahal, perseroan sudah mengutarakan akan membuat ekspansi bisnis yang cukup masif pada 2021 dan 2022. Dengan modal ekspansi dari perolehan dana IPO yang sebesar Rp33,75 miliar.

Berdasarkan pantauan di IRT Business, untuk harga saham LUCY berada di kisaran Rp46-49. Artinya sudah di bawah Rp50. 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait