Analisa Saham, Saham

Kinerja Bisnis CASH Membaik di 2020, Ada Harapan Cerah di 2021

Sumber: Cashlez

Ajaib.co.id – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan bisnis berupa Usaha Jasa Finansial Teknologi dan Pembayaran Digital.

Berdasarkan ruang lingkup kegiatan utama Perseroan meliputi perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer, perdagangan besar piranti lunak, aktivitas pemrograman komputer lainnya, aktivasi konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya, portal web dan/ atau platform digital dengan tujuan komersial. 

Kemudian perseroan menguatkan langkahnya dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 4 Mei 2020 sebagai Perseroan publik dan resmi mengukuhkan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dengan Kode Emiten CASH. Serta menjual 250.000.000 lembar saham seharga Rp. 350 per lembar saham. Total dana yang berhasil terhimpun dari aksi penawaran ini sebesar Rp.87.500.000.000. 

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham CASH.

Pendapatan CASH Naik di Tengah Pandemi 2020

Adanya pandemi COVID-19 pada 2020 lalu turut mendorong dunia untuk mempercepat transformasi ekonomi digital. Hal ini memberikan manfaat kepada sektor bisnis yang menyediakan teknologi pembayaran (cashless payment).

Salah satunya PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) yang kinerja bisnisnya lebih baik di 2020. CASH membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan di sepanjang 2020. Meskipun memang belum memperoleh untung, namun kinerja yang mengesankan membuat rugi bersih perseroan mampu ditekan. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, emiten berkode saham CASH ini berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp84,32 miliar atau naik 407,95% secara tahunan (yoy) dari tahun sebelumnya Rp16,60 miliar. Kemudian, untuk laba kotor tercatat naik 180,54% yoy menjadi Rp32,11 miliar pada 2020. 

Peningkatan pendapatan tersebut mampu menekan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 38,24% menjadi rugi Rp6,70 miliar dari sebelumnya rugi Rp10,85 miliar.

CASH Masih Berjuang Dari Kerugian Usaha

Dilihat dari kinerja bisnis CASH memang masih terus melakukan pengembangan bisnis. Karena dari sisi penjualan bersih sebetulnya mengalami peningkatan. Akan tetapi sejak 2017 hingga 2019, perusahaan masih menelan kerugian bisnis.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan bersih16.6078.8362.309
Laba kotor12.0487.8931.473
Rugi tahun berjalan10.8534.8608.186

Dari data tersebut, secara penjualan CASH memang terus mengalami peningkatan per tahunnya. Akan tetapi perusahaan masih membukukan rugi tahun berjalan sejak 2017 hingga 2019 lalu. Pada 2019 bahkan rugi bersih perseroan harus melonjak tajam. Hingga akhirnya, pada 2020 lalu, perseroan berhasil memperkecil tanggungan kerugian perusahaan.

CASH sendiri telah berhasil melalui tahun 2019 dengan membukukan kinerja yang dinilai manajemen CASH cukup baik. Karena mampu membukukan pertumbuhan aset sebesar 204,91% menjadi Rp53.490.068.185, peningkatan pendapatan sebesar 87,95% menjadi Rp16.607.260.643.

Meskipun memang untuk perolehan laba bersih turun mencapai -123%. Hal ini dikarenakan Perseroan mengembangkan pangsa pasar di beberapa kota besar di Indonesia. 

Pihak direksi sendiri menilai proforma di sepanjang tahun 2019 telah menunjukan kinerja yang baik. Karena perusahaan tetap memastikan dalam penetapan kebijakan dan strategi bisnis yang dijalankan untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam situasi dan kondisi pasar yang kian menantang. 

Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan aset Perseroan yang mencapai Rp53.490.068.185 atau meningkat sebesar 205% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp17.542.850.855. 

Adapun untuk jumlah pendapatan perseroan tumbuh sebesar Rp7.771.118.417,- atau meningkat sebesar 88% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 8.836.142.226, meskipun laba bersih mengalami penurunan sebesar -123% dari tahun sebelumnya. 

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis CASH saat ini sedang tidak sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA-0,20%
ROE-35,54%
NPM-0,65%
DER0,75X

Bagaimana Prospek Bisnis CASH Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Bisnis pembayaran secara digital memang masih termasuk yang bisa bertahan di tengah pandemi. Bahkan memiliki prospek yang positif di tengah situasi pandemi yang belum diprediksi kapan akan berakhir ini. 

Pihak perusahaan pun melihat prospek bisnis perseroan akan semakin cerah seiring dengan perkembangan digitalisasi di Indonesia yang pesat. 

Perseroan melihat adanya potensi yang amat besar terhadap industri solusi pembayaran. Serta ke depannya akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha untuk bisa mengembangkan bisnis mereka pada era digital. 

CASH pun optimistis kinerja Cashlez akan mampu terangkat lebih tinggi lagi pada tahun 2021 ini. Seiring dengan target 5.000 merchant baru.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun lalu, jumlah merchant yang sudah bergabung dengan Cashlez tercatat mencapai 9.176 merchant yang termasuk di dalamnya KalCare, Brawijaya Hospital, BFI Finance, Shafira, Zoya, dan Fish & Cheap. 

Selain dengan menggenjot jumlah merchant, CASH memiliki rencana akan memperluas kerja sama dengan mitra dari berbagai segmentasi. Kerja sama tersebut melalui penerapan Open API untuk memudahkan integrasi pada tahun 2021 ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait