Bisnis & Kerja Sampingan

Dinamika Bisnis Makanan Ringan Khazanah Kuliner di Kota Besar

Ajaib.co.id – Bisnis makanan ringan menjadi peluang usaha yang cukup potensial dijajal. Kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia menjadi pangsa pasar produk ini amatlah luas. Cita rasa gurih menjadi jadi salah satu selera yang disukai berbagai kalangan.

Hampir setiap rumah di Indonesia memiliki camilan sesuai dengan seleranya. Mulai dari keripik pisang, tahu kremes, tahu bakso, stik talas, sampai mi lidi jadi favorit baik anak muda maupun orang dewasa. Camilan manis macam roti bakar yang diberi isian selai dan dadar gulung juga tak kalah populernya.

Setiap daerah di Indonesia sendiri memiliki makanan khas masing-masing yang juga termasuk jenis camilan. Jadi tak usah heran jika masyarakat Indonesia memang suka mengudap makanan ringan. Salah satu survey bertajuk The State of Snacking bahkan membuktikan hal ini. Orang Indonesia mengonsumsi camilan lebih sering daripada makanan berat, yakni hampir tiga kali sehari, sedangkan makanan berat dikonsumsi 2,5 kali sehari. Angka mencamil orang Indonesia lebih tinggi rata-rata global.

Bukan hanya soal mengenyankan perut, camilan juga berdampak pada mental. Sebagian besar ngemil untuk menyenangkan hati termasuk pula memanjakan diri atau sekedar menenangkan perasaan yang gundah. Bahkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia sudah pada tataran menciptakan kebersamaan dengan orang lain. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia melihat camilan sebagai sebuah medium untuk terhubung dengan dirinya sendiri dan budayanya.

Fakta ini rasanya cukup kuat untuk dijadikan alasan bagimu mulai menjadi pengusaha makanan ringan. Kamu bisa menjalankan usaha dengan berbagai cara. Mulai dari menjual camilan favorit dengan belajar cara membuatnya atau menjadi reseller produk favorit. Yang pasti, makanan ringan bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.

Bisnis makanan ringan adalah salah satu segmen dalam dunia bisnis makanan yang paling diminati dan memiliki karakteristik khas tersendiri, yaitu margin relatif tinggi 30%-50%, pasar terbuka luas, harga terjangkau, dan berkaitan erat dengan budaya dan hiburan.

Bisnis ini agak berbeda dengan bisnis kuliner mainstream lainnya, di mana bisnis ini memiliki ruang lebih luas untuk budaya, entertainment, kepraktisan, dan kreativitas bisnis. Bukan hanya bertugas untuk menyediakan menu lengkap yang mengenyangkan dan bernutrisi untuk kesehatan tubuh, namun bertugas menyediakan bahan kunyahan ringan praktis yang memberi sensasi menghibur di lidah, penciuman, mata, dan pikiran.

Faktanya, konsumen cenderung lebih sering menghabiskan dana untuk hiburan, daripada keperluan. Karena itulah, bisnis makanan ringan atau cemilan terus terlihat sexy di mata entrepreneur dan investor. Di bawah ini, kita akan membahas dan belajar dinamika bisnis makanan ringan versi Khazanah Kuliner. Bagaimana ceritanya? Simak selengkapnya di bawah ini.

  • Faktor Perkembangan Khazanah Kuliner Kota Besar

Khazanah kuliner merupakan kuliner yang menjadi budaya dan turun temurun. Perkembangan khazanah kuliner di kota besar berbeda dengan daerah lainnya karena paparan ragam budaya yang lebih dinamis. Kota besar merupakan stasiun bagi para pendatang untuk saling berinteraksi, berdagang, dan bertukar budaya.

Karena makanan ringan berkaitan erat dengan budaya, hiburan, dan kreativitas, maka tak heran jika bisnis ini mengalami evolusi yang sangat dinamis di sana. Kini makin sulit menemukan jenis makanan ringan yang otentik di kota besar. Karena yang bertebaran adalah makanan ringan hybrid atau fusion, alias campur gaya. Sebut saja bolu ketan item, puding ubi, sushi rendang, pie durian, dan masih banyak lagi.

Semakin unik fusion-nya, semakin penasaran konsumen untuk membelinya, apalagi tambah “dipanas-panasi” oleh media sosial dan media online. “Ih ‘lucu’ ya, sebelum dimakan, difoto dulu ah… trus upload, and share!”

  • Kepekaan Membaca Tren & Momentum

Salah satu kunci sukses memulai usaha makanan ringan adalah kepekaan membaca tren, bukan hanya tren pasar makanan ringan yang merupakan peta persaingan langsung, tapi juga tren wisata, fashion, bahkan perfilman. Kepekaan dan kejelian mengambil inspirasi dari tren-tren tersebut dalam kerangka momentum yang pas, bisa menghasilkan booming tersendiri.

Mungkin semua masih ingat booming kudapan buah stroberi bersalut coklat cair yang terinspirasi adegan film Gossip Girl (2008), lalu super sweet cakery pink dalam scene Marie Antoinette (2006), dan demam cupcake dari film The Bridesmaids (2013).

Kreativitas sineas film dalam menonjolkan kelezatan makanan ringan tersebut telah melahirkan tren yang masih populer hingga sekarang. Bisnis makanan ringan juga sangat terpengaruh momentum budaya, sosial maupun keagamaan. Entrepreneur yang andal akan membaca dan menyusun kalender tersendiri untuk mengantisipasi permintaan pasar dari jauh-jauh hari, dan menyiapkan kelengkapan portfolio produknya sebaik mungkin.

  • Kecepatan Melahirkan Kreativitas

Karena karakteristiknya yang dekat dengan kreativitas dan tren, bisnis makanan ringan juga memiliki siklus permintaan yang cepat berganti. Jika pebisnis terlambat memperbaharui produknya, konsumen bisa bosan, akibatnya bisa terancam gulung tikar.

Bisnis ini cocok bagi entrepreneur dan investor yang “suka keidean” dan “gila inovasi”, serta cepat menyalurkan ide-ide baru dari segi bentuk, bahan dasar, rasa, cara menikmati ataupun kemasan, tanpa melupakan perhitungan efisiensi harga, ketahanlamaan bahan dan kepraktisan penyimpanan.

Kreativitas inilah yang sebenarnya menjadi komoditi bisnis utamanya, bukan sekedar produknya. Memiliki produk klasik yang khas memang sebuah keharusan, tapi tetap harus dilengkapi rangkaian produk inovatif yang variatif, sehingga konsumen akan selalu harus kepusingan memilih dari rangkaian pilihan yang ada. Banyak pilihan, terjangkau, enak-enak, unik-unik, dan sukses.

Mana Unsur yang Lebih Penting Bagi Bisnis Makanan Ringan, Kemasan atau Rasa?

Sekarang banyak sekali pelaku bisnis makanan ringan. Bahkan bisa dikatakan jika jenis usaha ini menjadi salah satu favorit pelaku usaha baru. Banyak usaha rumahan memulai langkahnya dengan berjualan produk camilan karena memang sangat potensial. Untuk satu jenis snack saja, kita bisa menemukan banyak sekali varian produknya.

Pesaingnya memang sangat banyak namun bukan berarti peluang usahanya sudah tertutup. Bahkan bisa dikatakan potensinya mash terbuka lebar untuk siapa saja. Bisnis ini juga lebih kuat di masa sulit. Terbukti bisnis makanan ringan menjamur selama masa pandemi ini.

Produk baru bermunculan sementara produk lama tetap bertahan meskipun didera badai pandemi. Karena itu, tak heran jika bisnis makanan ringan selalu jadi salah satu yang paling direkomendasikan kepada pemula dalam merintis usaha.

Namun di era modern ini, bisnis makanan ringan memunculkan satu pertanyaan besar khususnya bagi yang baru akan merintis. Manakah yang lebih penting untuk ditonjolkan, cita rasanya atau kemasan? Tak bisa dipungkiri berbagai produk makanan ringan yang hits salah satunya ditopang oleh kemasan yang unik lagi menarik.

Ambil contoh Keripik Maicih yang sempat melejit bertahun-tahun silam. Produk yang ditawarkan berupa keripik singkong dengan bumbu pedas, mungkin bisa dengan mudah kamu jumpai di warung terdekat. Namun produk ini nyatanya berhasil sukses dengan kemasan yang memiliki desain unik.

Meski demikian, kita tak bisa menghilangkan fakta bahwa nyawa dari bisnis makanan ringan adalah soal rasa yang kamu tawarkan ke konsumen. Memang tidak semua orang akan menyukai rasa yang ditawarkan karena selera adalah hal yang berbeda setiap individu.

Hanya saja, kemasan atau packaging juga penting untuk menarik calon pembeli. kemasan adalah aspek pertama yang penting untuk berbisnis snack. Sebab kemasan lah yang menentukan pertama kali orang akan membeli atau tidak. Misalnya saja ketika memajang produk makananmu di minimarket maka kemasan yang unik akan menarik perhatian pembeli.

Meski begitu, bukan tidak mungkin soal rasa menjadi tidak penting karena rasa yang enak akan membuat konsumen menjadi balik lagi. Namun jika produk yang dijual memiliki perbedaan dalam hal kemasan, produk tersebut dinilai akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Akan lebih baik pula jika dalam kemasan itu harus bisa menjelaskan produknya apa, hingga buatan siapa. Komposisi warna dan logo dalam kemasan juga harus disesuaikan.

Kemasan adalah miniatur dari bisnis makanan ringan yang kamu tawarkan. Sifatnya informatif sekaligus persuasif bagi calon konsumenmu. Memang tidak akan jadi kunci bahwa produkmu akan diterima namun paling tidak akan menarik pembeli untuk mencoba dan kemudian menyukai rasa yang ditawarkan dari snack buatanmu.

Jadi, bagi kamu yang merasa memiliki kreativitas tinggi dan hobi nyemil, mungkin membuat bisnis makanan ringan ini bisa jadi salah satu ide bisnis yang menguntungkan. So, tunggu apalagi? Buat tujuan bisnismu sekarang dan mulai!

Artikel Terkait