Ciri-ciri Pajak yang Wajib Dipahami oleh Wajib Pajak

ciri-ciri pajak
ciri-ciri pajak

Sebenarnya bagaimana sih ciri-ciri pajak itu? Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini.

Begitu banyak pembayaran dan tagihan yang harus dipenuhi. Ada listrik, telepon, internet, air PAM, kartu kredit, dan sebagainya. Eits, jangan lupa, ada satu kewajiban lagi jika kamu adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat, yakni pajak.

Apakah semua pajak yang dibebankan wajib dibayarkan? Ya, tentu saja. Kewajiban tersebut adalah salah satu ciri ciri pajak yang membedakannya dengan tagihan pribadi atau pungutan lainnya.

Selain itu, pajak adalah salah satu cara kita berpartisipasi dalam pembangunan. Jadi, yuk kenali lebih jauh soal ciri-ciri, pengertian, dan fungsi pajak berikut ini!

Pengertian Pajak

Pajak adalah pungutan yang diwajibkan oleh pemerintah dan harus dibayar oleh warga negara. Pajak tersebut nantinya akan dikelola oleh negara untuk kepentingan masyarakat, misalnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Karena sifatnya wajib, kamu pun akan dikenai denda bila tidak memenuhi kewajiban atau tidak membayar pajak tepat pada waktunya. Ketentuan mengenai hal tersebut sudah diatur secara rinci dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) No. 28 Tahun 2007.

Dalam proses pemungutan pajak, Indonesia menerapkan sistem perpajakan self-assessment di mana penentuan besaran pajak ditetapkan sendiri oleh wajib pajak. Wajib pajak akan secara mandiri melakukan penghitungan, penyetoran, dan pelaporan pajak.

Sistem ini berbeda dengan official assessment yang diberlakukan pada masa penjajahan. Dalam sistem ini, besaran pajak yang ditanggung oleh wajib pajak ditentukan oleh lembaga yang berwenang.

Macam-macam Pajak

Ada banyak pajak yang diberlakukan di Indonesia. Begitu beragamnya hingga kita yang awam terkadang menganggap pajak adalah persoalan yang rumit. Padahal, kita bisa memahami jenis-jenis pajak dengan mudah melalui penggolongan yang sudah ditetapkan.

Berikut ini jenis-jenis pajak berdasarkan masing-masing penggolongan:

Pajak Berdasarkan Sifat

  • Pajak langsung (direct tax): pajak ditetapkan secara berkala kepada wajib pajak berdasarkan ketetapan pajak yang berlaku. Ketetapan tersebut menyebutkan besaran pajak yang harus ditanggung oleh wajib pajak.
  • Pajak tidak langsung (indirect tax): pajak hanya dibebankan kepada wajib pajak setelah mengalami peristiwa atau melakukan perbuatan tertentu. Jadi, wajib pajak tidak harus membayar pajak jenis ini secara berkala.

Berdasarkan Lembaga Pemungut Pajak

  • Pajak daerah (lokal): pajak dipungut oleh pemerintah daerah dan hanya diberlakukan bagi wajib pajak di suatu daerah, baik provinsi maupun kabupaten atau kota.
  • Pajak negara (pusat): pajak dipungut oleh pemerintah pusat melalui sejumlah lembaga terkait, misalnya Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Bea dan Cukai, dan lain-lain.

Berdasarkan Subjek dan Objek

  • Pajak objektif: pajak ditentukan berdasarkan objeknya, misalnya kendaraan bermotor, bea meterai, dan sebagainya.
  • Pajak subjektif: pajak ditentukan berdasarkan subjeknya, yakni wajib pajak dan kondisinya. Contohnya, pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

Fungsi Pajak

Mungkin sebagian dari kita berpikir, untuk apa sih ada pajak yang bersifat memaksa? Negara tentu mewajibkan sesuatu dengan alasan. Begitu pun kebijakan pajak yang bersifat wajib. Pajak memiliki sejumlah fungsi penting bagi keberlangsungan suatu negara. Apa saja?

Fungsi Anggaran (budgeter)

Adalah sebagai pemasukan bagi negara dalam menjalankan pembangunan dan operasional negara. Dalam hal ini, pajak berfungsi sebagai penyeimbang pengeluaran negara.

Fungsi Mengatur (regulasi)

Pajak mengatur dan melaksanakan kebijakan negara, baik dalam bidang sosial maupun ekonomi. Fungsi yang terkait dengan kebijakan tersebut misalnya berupa pengaturan laju inflasi.

Contoh lainnya, ada sejumlah pajak yang ditujukan untuk meningkatkan ekspor (pajak ekspor barang) atau memberikan perlindungan terhadap barang produksi dalam negeri (Pajak Pertambahan Nilai). Secara umum, pajak membantu perekonomian menjadi lebih produktif, termasuk dalam hal mendorong investasi.

Fungsi Pemerataan (distribusi)

Pajak juga berfungsi memeratakan pendapatan dalam arti menyeimbangkan kesejahteraan dan memenuhi kepentingan masyarakat. Warga negara yang berkecukupan akan mengeluarkan pajak dalam jumlah yang lebih besar dari pendapatan, bisnis, hingga aktivitas jual-beli.

Pajak tersebut nantinya didistribusikan untuk kepentingan masyarakat lainnya, misal tunjangan kemiskinan, jaminan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan pendidikan.

Fungsi Stabilisasi

Dalam fungsi stabilisasi, pajak berfungsi menstabilkan kondisi perekonomian, terutama dalam menekan laju inflasi. Ketika terjadi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi untuk mengurangi uang yang beredar.

Sebaliknya, ketika terjadi deflasi, pemerintah menurunkan pajak agar lebih banyak uang beredar dan negara terhindar dari lesunya perekonomian.  

Ciri-ciri Pajak

Pajak memiliki sejumlah ciri-ciri khusus yang membedakannya dari pungutan-pungutan sejenis lainnya. Berikut ini ciri-cirinya:

  • Pajak bersifat wajib bagi warga negara (pemerintah pusat maupun daerah) yang memenuhi syarat untuk menjadi wajib pajak. Pajak memang tidak selalu diberlakukan bagi semua orang. Namun, jika kita memenuhi syarat sebagai wajib pajak, kita tidak bisa mengelak lagi kecuali siap kena sanksi administratif maupun pidana.
  • Tidak dipungut secara asal-asalan. Semua sudah diatur dan ditetapkan dalam peraturan dan undang-undang, yang telah disebutkan di atas.
  • Tidak memberikan imbalan balik secara langsung. Berbeda dengan membeli barang atau membayar jasa yang dapat dinikmati langsung, pajak tidak demikian. Pengelolaan pajak digunakan untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat, misalnya pembangunan infrastruktur, pengembangan pendidikan, dan jaminan kesehatan.
  • Dikelola pemerintah dan masuk dalam anggaran pemerintah. Selain untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat, pajak juga dikelola untuk operasional pemerintahan hingga membayar utang negara.

Nah, dengan mengetahui ciri ciri pajak beserta seluk-beluknya di atas, kamu tahu mana pajak yang menjadi kewajibanmu atau sekadar pungutan yang tidak resmi. Sudah tahu ‘kan sekarang kalau pajak sangat besar manfaatnya. Ayo jadi warga taat pajak!

Bacaan menarik lainnya:

Nurmantu, Safri. 2003. Pengantar Perpajakan. Kelompok Yayasan Obor: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait