Investasi, Investor Pemula

Cara Menghitung Rata-rata Keuntungan Investasi

rata-rata keuntungan investasi

Bingung dengan cara menghitung rata-rata keuntungan investasi? Ada baiknya kamu simak ulasan dari redaksi Ajaib ini untuk mengetahuinya.

Saat memilih investsi, para investor pemula wajib mengetahui cara menghitung potensi rata-rata keuntungan dari investasi yang dipilih. Hal itu untuk memastikan modal yang dikeluarkan setimpal dengan keuntungan yang diperoleh.

Namun, masih banyak investor pemula yang hanya fokus pada keuntungan bersih saja dan tidak memperhitungkan return of investment atau ROI. Tidak memperhitungkan ROI dalam memilih jenis investasi akan mendatangkan banyak kesulitan di masa yang akan datang. Apalagi, jika investasi yang kamu pilih tidak kunjung membawa hasil yang diinginkan.

Maka dari itu, kamu perlu menghitung ROI dan potensi keuntungan dengan benar. Sebab, dalam investasi, modal yang kamu keluarkan untuk membiayai investasi tersebut harus dihitung dalam kalkulasi keuntungan investasi.

Mengenal Lebih Jauh ROI

ROI bisa dideskripsikan sebagai rasio modal yang kamu keluarkan untuk investasi berbanding dengan keuntungan investasi tersebut.

Menghitung ROI sangat penting karena menentukan kemampuan kamu untuk mengembangkan investasi tersebut di masa depan, bukan sekadar menjalankannya (karena investasi memerlukan modal tambahan jika kamu ingin mengembangkannya).

Banyak investor pemula yang hanya berfokus pada laba bersih dari investasinya. Padahal ROI merupakan hal penting dalam perhitungan perkembangan investasi.

Hanya karena jumlah pemasukan investor pertama lebih besar daripada investor kedua, bukan berarti investasi tersebut memiliki potensi yang bagus di masa yang akan datang.

Contohnya, saat investor pertama mendapat penghasilan 100 juta tetapi ROI-nya hanya 10 persen, dan investor kedua mendapat penghasilan 75 juta tetapi ROI-nya 50 persen, maka investor kedualah yang memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan keuntungan yang diraihnya di masa yang akan datang.

ROI Menjadi Acuan

Maka dari itu, penghitungan ROI menjadi salah satu cara untuk memperhitungkan potensi keuntungan investasi masa lalu, masa sekarang, hingga masa depan.

Jika ROI investor pertama bisa mencapai 50 persen, maka investor itu akan bisa mengembangkan investasinya di masa depan sekaligus mempertahankan investasi yang sekarang untuk terus berjalan.

Sementara itu, ROI yang rendah dari investor pertama menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh lebih lambat. Makanya, kemungkinan besar investor pertama akan kesulitan untuk mengembangkan usaha di masa depan, kecuali jika investor tersebut bisa memperbaiki hal ini dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ROI yang dimilikinya.

Cara menghitung ROI atau Rata-rata Keuntungan investasi

Biasanya, ROI dinyatakan dalam bentuk persentase. Namun periode penghitungan ROI cenderung tidak bisa diatur dengan ketat. Umumnya, kebanyakan investor lebih berpatokan pada periode tahunan dalam hal penghitungan ROI agar lebih memudahkan.

Secara umum, rumus penghitungan ROI ialah jumlah total penjualan investasi dikurangi biaya atau modal investasi, lalu hasil dari hitungan tersebut dibagi lagi dengan biaya atau modal investasi dan hasilnya dikali seratus persen.

Contoh Menghitung

Untuk mendapatkan hasil penjualan, bisa dihitung dari penjualan tahunan agar lebih memudahkan. Jika diilustrasikan, rumusnya adalah sebagai berikut:

Investor pertama mengeluarkan investasi sebesar Rp20.000.000. Penghasilan investasi dalam setahun mencapai Rp30.000.000. ROI-nya adalah:

(30.000.000 – 20.000.000) / 20.000.000 x 100% = 0.5 x 100% = 50%.

Sekarang, bayangkan investor kedua mengeluarkan investasi sebesar 1.000.000.

Penghasilan investasi dalam setahun mencapai 5.000.000. ROI-nya adalah:

(5.000.000 – 1.000.000) / 1.000.0000 x 100% = 4 x 100% = 400%

Jika dibandingkan, investor kedua mengeluarkan modal lebih kecil dan hasil investasinya juga lebih kecil dari investor pertama, namun persentase ROI dalam setahun ternyata melebihi investor pertama.

Dalam hal ini, investor kedua memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan investasinya di masa depan, kecuali jika investor pertama memastikan untuk memperbaiki metodenya dan meningkatkan persentase ROI.

ROI Jadi Patokan Investor

Pengusaha atau investor yang berminat untuk mempertahankan usahanya dalam waktu yang panjang harus selalu menghitung ROI saat mengecek kalender fiskalnya.

ROI memberikan ilustrasi mengenai bagaimana suatu usaha atau investasi yang dijalankan bisa berkembang. Karena pengembangan yang terjadi berarti kewajiban untuk mengeluarkan modal lebih besar.

Jika margin keuntungan investasi yang diraih sangat kecil sehingga ROI-nya kurang memadai, maka akan sulit untuk mengembangkan investasi. Hal itu dikarenakan modal dari investasi tersebut terpakai untuk mengelola investasi atau usaha yang sudah ada.

Agar memudahkan untuk menghitung ROI, terutama jika kamu adalah investor individual, pastikan menetapkan kalender fiskal dalam periode yang tetap, misalnya tahunan.

Kemudian, kamu bisa menggunakan keuntungan investasi per tahun itu untuk menghitung ROI. Dengan menghitung potensi keuntungan dari rumus investasi bersama ROI, kamu akan mendapat gambaran lebih akurat untuk potensi investasi tersebut di masa depan.

Efek Compounding

Adapun potensi keuntungan investasi akan menjadi lebih maksimal jika bunga keuntungan yang draih itu bisa diinvestasikan kembali. Hal tersebut membuat bunga yang kamu dapat berlipat ganda dengan adanya pola ‘bunga berbunga’. Itulah yang kita sebut dengan efek compounding. Umumnya, efek compounding sangat efektif dalam jangka panjang

Itulah cara menghitung rata-rata keuntungan investasi yang perlu diketahui. Dengan begitu, kamu bisa menghitung dengan tepat dan bisa menentukan investasi yang diinginkan. Dan perlu diingat, bahwa saat ini jenis investasi itu banyak sekali. Beberapa jenis investasi yang bisa kamu pilih di antaranya ialah saham, reksa dana, emas, dan properti.

Setelah menentukan jenis investasi yang akan kamu jalankan, selalu ingat untuk mempertimbangkan rata-rata keuntungan yang dihasilkan. Dengan membaca artikel ini, semoga kamu bisa dengan tepat menentukan jenis investasi yang diinginkan. Selamat berinvestasi.

Bacaan menarik lainnya:

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama ed.). Yogyakarta: Kanisius.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait