Saham

Cara Investasi Batu Bara untuk Anak Muda

tambang batu bara menjadi industri yang menarik di Indonesia

Ajaib.co.id – Tahun lalu putra presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sempat diberitakan menjadi pengusaha batu bara. Isu itu tidak sepenuhnya salah, dalam salah satu cuitannya, Kaesang menyatakan bahwa ia memang pernah punya saham batu bara. Katanya, beli saham batu bara bisa mulai dari Rp100 ribu.

Terlepas dari panasnya isu tersebut, ada satu hal yang bisa dipahami, yaitu anak muda juga bisa beli saham batu bara dengan uang ratusan ribu. Bagaimana caranya? Ajaib akan merangkum cara investasi batu bara untuk anak muda melalui artikel berikut.

1. Pahami Prinsip Investasi

Hal pertama yang harus dilakukan sebagai cara investasi batu bara adalah memahami prinsip dasar investasi. Investasi adalah sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari keuntungan. Berinvestasi di perusahaan tambang merupakan salah satu cara yang tepat karena sektor pertambangan masih jadi salah satu sektor yang potensial di Indonesia.

Prinsip dasar investasi adalah memahami bahwa investasi adalah sebuah komitmen, ada proses panjang yang harus dilalui sampai akhirnya bisa mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Di balik proses itu, tentu diperlukan analisis mendalam terhadap modal, risiko, investasi waktu dan uang, dan potensi kerugian.

Selain itu, jangan pernah gunakan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk berinvestasi. Investasi bisa dimulai jika kamu punya “uang dingin” yang bisa didapatkan dari tabungan atau simpanan sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuanganmu jika sewaktu-waktu harus mengalami kerugian.

2. Pahami Prinsip Dasar Investasi Saham

Salah satu cara investasi batu bara adalah dengan melakukan investasi saham perusahaan batu bara. Ya, kamu tidak perlu menjadi pengusaha batu bara yang punya tambang, mengurus kargo dan logistik, serta melakukan ekspor dan impor sendiri. Investasi saham bisa jadi pilihan bagi anak muda yang ingin mendapatkan keuntungan dari sektor tambang batu bara.

Pertama, pahami bahwa saham punya satuan lot di mana satu lot saham berisi 100 lembar saham dan minimum pembelian dan penjualan saham di Indonesia adalah 1 lot. Jadi, bayangkan jika harga saham perusahaan A adalah Rp5.000, maka uang yang harus kamu siapkan untuk membeli saham perusahaan tersebut adalah Rp5000 x 100 = Rp500.000. Ya, kini kamu sudah bisa memiliki saham dengan modal ratusan ribu saja. Namun, harus dipahami jika ingin untung besar, maka modal yang dikeluarkan juga harus besar juga.

Prinsip kedua adalah memahami kerja perusahaan sekuritas. Kamu tidak bisa melakukan pembelian saham sendiri ke Bursa Efek Indonesia (BEI) yang jadi tempat jual dan beli saham, melainkan harus melalui perusahaan sekuritas terlebih dulu. Perusahaan sekuritas memfasilitasi pembukaan rekening dana nasabah yang jadi tempat penyetoran uangmu untuk membeli saham suatu perusahaan.

Berikutnya, pahami indeks saham. Indeks saham emiten ternama di Indonesia bisa dilihat di LQ45 atau IDX30. Emiten ternama ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar dan tingkat likuiditas tinggi. Artinya, investasi di emiten yang masuk dalam LQ45 atau IDX30 bisa membuat uangmu lebih aman karena perusahaannya bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dicairkan kapan saja,

Langkah selanjutnya adalah memahami bahwa saham adalah investasi jangka panjang. Kinerja suatu perusahaan biasanya dilihat secara tahunan. Jadi, usahakan jangan terlalu terpengaruh dengan kinerja yang kurang baik dalam jangka pendek, siapa tahu dalam jangka panjang, perusahaan incaranmu akan untung besar.

3. Pelajari Prospek Batu Bara

Batu bara adalah salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia dengan potensi yang luar biasa. Walau COVID-19 membuat sektor ini sempat tertekan, perbaikan ekonomi domestik dan global di semester II tahun 2020 bisa membuat sektor batu bara kembali bergeliat.

Batu bara dari Indonesia diekspor ke banyak negara, mulai dari China, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, dan Thailand. Jika kondisi ekonomi global terus membaik, pasokan ekspor pasti akan membaik juga.

4. Pelajari Emiten Batu Bara Blue Chip

Emiten blue chip adalah perusahaan publik yang punya nilai kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saat ini, ada 4 perusahaan batu bara yang masuk dalam indeks LQ45 BEI. Keempat perusahaan tersebut adalah:

·        PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

ADRO merupakan salah satu emiten yang memiliki pertumbuhan yang baik dalam jangka waktu lima tahun terakhir. Pendapatan perusahaan ini tahun 2015 tercatat US$2,68 miliar dengan laba bersih US$152,44 juta dan tahun 2019, pendapatannya ada di angka US$3,45 miliar dengan labar bersih US$417,72 juta.

Tak hanya beroperasi di sektor tambang, ADRO juga punya anak-anak perusahaan yang masih beroperasi di sektor energi seperti transportasi kapal besar, pemuatan kapal, pengerukan, jasa pelabuhan, dan penghasil listrik.

Lokasi tambang ADRO ada di Kalimantan Selatan dan melibatkan 3 tambang yaitu Tutupan, Wara, dan Paringin. Saat ini, batu bara yang dihasilkan ADRO menjadi suplai pembangkit listrik kelas tinggi di Indonesia dan seluruh dunia.

·        PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA merupakan perusahaan yang menggerakkan sektor tambang batu bara termasuk survei, eksplorasi, eksploitasi, pemurnian, pengangkutan, perdagangan, hingga pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap.

·        PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG adalah perusahaan dengan induk usaha Banpu Minerals (Singapore) Pte.Ltd. dengan induk usaha utama Banpu Public Company Limited, perusahaan kerajaan Thailand. Tak hanya bergerak di sektor pertambangan, perusahaan ini juga memiliki usaha di bidang pembangungan, pengangkutan, perbengkelan, perdagangan, perindustrian, dan jasa.

·        PT United Tractors Tbk (UNTR)

Mungkin selama ini kamu melihat United Tractors sebagai distributor alat berat dengan merek-merek ternama seperti Komatsu, UD Trucks, Scania, atau Tadano. Namun, di balik itu, UNTR punya bisnis kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara. Mencatatkan saham perdana dengan harga Rp7.250, kini saham UNTR sudah ada di angka Rp17.250.

5. Mulai Investasi di Platform yang Terpercaya

Sudah tahu prinsip investasi dan mulai memahami kinerja emiten batu bara di Indonesia? Saatnya berinvestasi! Investasi saham kini makin mudah dilakukan karena adanya platform digital yang membuat kamu bisa berinvestasi dari mana saja. Salah satu platform yang bisa diandalkan adalah Ajaib.

Ajaib adalah aplikasi investasi reksa dana dan saham yang sudah dipercaya lebih dari 1 juta pengguna di Indonesia. Kelebihan investasi saham di Ajaib adalah selain pengoperasiannya yang mudah, kamu juga bisa membeli saham dengan tanpa nominal setoran (deposit) awal. Fitur-fitur lainnya seperti “News Highlight” dan “Ajaib Alert” juga membuat kamu makin memahami investasi saham agar bisa meraih keuntungan di saat yang tepat. Ayo unduh aplikasi Ajaib sekarang juga!

Artikel Terkait