Cara Cek Saldo BPJS Tenaga Kerja yang Mudah dan Tanpa Ribet

BPJS Tenaga Kerja Syarat Pencairan Jamsostek

Pemerintah Indonesia sudah sejak tahun 2015 melaksanakan program jaminan bagi tenaga kerja lewat Program BPJS Ketenagakerjaan. Program berbasis asuransi sosial ini dilakukan dengan melakukan penarikan sejumlah dana tiap bulan dari penghasilan tenaga kerja dan subsidi dari pemberi kerja alias perusahaan. Tarikan inilah yang kemudian menjadi saldo BPJS Tenaga Kerja dan bisa dijadikan pembiayaan sesuai dengan programnya.

Program BPJS Ketenagakerjaan diluncurkan tak lama berselang dari BPJS Kesehatan. Tujuannya sama yakni memberikan proteksi namun menyasar tenaga kerja baik itu blue collar maupun white collar. Sebelumnya program serupa diterapkan berupa Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang dikelola oleh PT Jamsostek. Perubahan ini sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS sejak 1 Januari 2014.

BPJS Tenaga Kerja sendiri memiliki sejumlah program andalan antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JK). Sesuai dengan namanya, proram ini memberikan manfaat kepada pemiliknya ketika terjadi sesuatu misalnya kecelakaan atau masuk masa pensiun.

Kepemilikan BPJS Tenaga Kerja sebenatnya bersifat wajib. Karena itulah pemerintah berupaya untuk meningkatkan kepemilikannya dengan menghimbau perusahaan untuk mendaftarkan pegawainya. Meski demikian, kamu yang berstatus sebagai freelancer pun sebenarnya bisa melakukan pendaftaran BPJS TK secara mandiri lho.

Pendaftarannya mudah dan bisa dilakukan secara online. Kamu bisa melakukan pendaftaran melalui situs resmi BPJS Tenaga Kerja dan mengisi formulisnya. Dengan demikian, kamu akan langsung terdaftar sebagai peserta asuransi sosial ini dan merasakan manfaatnya.

Salah satu yang menjadi keunggulan dari BPJS TK adalah adanya dana JHT yang bisa dicairkan setelah tidak lagi bekerja. Kamu tidak perlu sudah masuk dalam usia tua untuk melakukan pencairan JHT asalkan sudah tidak aktif bekerja di perusahaan lagi. Misalnya saja kalau kamu mengajukan resign atau terkena PHK sehingga terpaksa tidak lagi bekerja.

Kamu tidak perlu menunggu masa kepersertaan hingga 10 dan 30 tahun untuk mencairkan dana JHT. Dengan demikian, JHT yang kamu setorkan selama ini bisa menjadi bekal hidup sampai mendapatkan pekerjaan yang baru. Solutif bukan?

Karena itu jika kamu akan berencana untuk berhenti bekerja sementara mungkin ada baiknya untuk mengecek saldo JHT. Paling tidak kamu tahu berapa dana yang bisa kamu jadikan persiapan untuk hidup selama masa menganggur itu.

Cara mencairkan JHT juga relatif mudah. Kamu bisa melakukannya dengan datang langsung ke kantor BPJS TK dengan membawa sejumlah persyaratannya. Dokumen yang dibutuhkan misalnya seperti formulir pengajuan klaim, fotokopi kartu BPJS dan Kartu Keluarga (KK).

Biasanya antrean di BPJS Tenaga Kerja cukup panjang. Karena itu, sebaiknya kamu mendapatkan nomor antrean secara online untuk menghemat waktu dan tenaga.

4 Cara Cek Saldo BPJS Tenaga Kerja yang Bisa Kamu Lakukan

Saldo BPJS Tenaga Kerja merupakan akumulasi dari setoran yang selama ini kamu lakukan dari penghasilan yang kamu dapatkan. Biasanya kamu bisa melihat besaran potongannya dari slip gaji yang kamu terima. Umumnya, akan ada subsidi dari perusahaan untuk membayar iuran BPJS Tenaga Kerja milikmu.

Saldo itulah yang kemudian bisa dicairkan sebagai bentuk dari program Jaminan Hari Tua. Berbeda dari asuransi swasta, BPJS Ketenagakerjaan tidak menerapkan minimal masa kepesertaan sampai bisa mencairkan dananya. Kamu juga tidak perlu masuk dalam usia 56 tahun, masa pensiun yang ditetapkan oleh undang-undang, untuk melakukan pencairan.

Bahkan sejak September 2015 lalu, dana JHT milikmu bisa dicairkan bukan hanya 10% atau 30% saja melainkan seluruhnya alias 100% tanpa bersisa. Tentu saja ini menjadi kabar baik bagi peserta BPJS TK karena memang tidak perlu waktu lama untuk mengakses dananya.

Sebelumnya, ada baiknya kamu cek dulu saldo BPJS Tenaga Kerja milikmu agar mendapatkan gambaran yang jelas. Paling tidak kamu bisa memastikan pembayaran yang kamu lakukan selama ini terdata dengan benar dan pas jumlahnya.

Bagaimana cara cek saldo BPJS Tenaga Kerja yang benar? Tidak sedikit orang bingung ketika melakukan pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan milik mereka. Cukup banyak dari mereka yang belum tahu. Bahkan ada juga yang mendapat informasi keliru mengenai cek saldo BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, daripada ribet cari-cari informasinya, berikut daftar cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini buat kamu. Simak yuk!

1. Cek saldo BPJS Tenaga Kerja di Website

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini terbilang mudah. Soalnya kamu bisa mengakses informasinya lewat website BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini langkah-langkah buat cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di website.

●    Buka website BPJS Ketenagakerjaan.

●    Geser ke bawah kemudian pilih Layanan Peserta Tenaga Kerja. Klik tombol Masuk.

●    Pilih BPJSTKU.

●    Buat akunnya dan begitu selesainya kamu udah bisa login buat cari tahu informasi besaran saldo BPJS Ketenagakerjaan.

2. Cara Cek Saldo BPJS Tenaga Kerja Lewat SMS

Pakai cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini juga mudah loh. Soalnya kamu cukup mengirimkan pesan singkat atau SMS dan menunggu balasannya berupa informasi saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu.

Begini langkah-langkah cek saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat SMS.

●    Pertama, kamu harus daftarkan diri dulu buat gunakan layanan SMS dengan kirim pesan berformat: DAFTAR <spasi> SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#No Peserta#Email (kalau ada). Kemudian kirim ke 2725.

●    Kalau sudah terdaftar, kamu bisa kirim pesan buat mengetahui berapa saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu. Format SMS-nya: SALDO <Nomor Peserta lalu kirim ke 2757.

3. Cara Cek Saldo BPJS Tenaga Kerja di BPJSTKU Mobile

Enaknya lagi kamu bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di BPJSTKU Mobile. Buat lakukan cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini, kamu harus lebih dulu install aplikasinya. Kamu bisa temukan aplikasi BPJSTKU Mobile di Play Store atau App Store.

4. Cara Cek Saldo di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Walaupun terkesan konvensional, cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini masih jadi andalan banyak orang. Mudah melakukan cara ini. Kamu cukup mencari kantor BPJS Ketenagakerjaan dan mendatanginya dengan membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Di sana kamu temu petugas BPJS Ketenagakerjaan dan minta buat melakukan pengecekan saldo dengan menunjukkan kartu BPJS. Petugas nantinya bakal membantu kamu buat mengecek saldo dalam akun kamu.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan Buat Apa Saja?

Di Indonesia setiap pekerjanya wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ada beberapa hak yang menjadi keuntungan para peserta BPJS Ketenagakerjaan. Buat mendapatkan haknya tersebut, para peserta tiap bulannya harus setor iuran. Mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, serta Jaminan pensiun.

Sampai sini sudah paham dong gimana cara cek saldo BPJS Tenaga Kerja? Satu hal nih yang perlu diingat. Karena hak yang kamu klaim ini ditujukan buat menjamin hari tua nanti, ada baiknya dipertimbangkan benar-benar sebelum memutuskan buat mencairkannya.

Pastikan dana yang kamu cairkan itu benar-benar bermanfaat untuk hari tua. Misalnya saja menggunakannya sebagai modal usaha. Atau bisa pula dijadikan sebagai modal investasi reksa dana. Kamu bisa membeli produk reksa dana unggulan lewat aplikasi Ajaib untuk mendapatkan imbal hasil yang memuaskan. Imbal hasil ini bisa kamu cairkan setiap bulan sehingga terasa seperti menerima gaji.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait