Ajaib, Pengumuman

Bukalapak IPO! Bagaimana Kinerja Saham BUKA?

Bukalapak IPO! Bagaimana Kinerja Saham BUKA?

Ajaib.co.id – Bukalapak sebagai unicorn teknologi pertama di Indonesia resmi IPO pada 26 Juli 2021 lalu. Penawaran saham perdana dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah melakukan pelaksanaan IPO pada 27 Juli hingga 30 Juli lalu dan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021. Saham Bukalapak menawarkan sebanyak 25,76 miliar lembar saham kepada publik atau 25% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 850 per lembar saham.

Saat IPO, Bukalapak berhasil menarik 96 ribu investor dan berhasil meraup dana segar sebesar US$1,5 miliar atau Rp21,4 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS), sekaligus menjadi perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) terbesar di Indonesia dan

Bukalapak IPO Bisa Jadi Semangat Startup Lainnya

Langkah Bukalapak sebagai startup teknologi pertama yang IPO di bursa Indonesia menjadi langkah berani. Menurut Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak mengatakan bahawa perusahaan teknologi seperti Bukalapak sebenarnya akan lebih mudah melakukan IPO di negara lain seperti AS.

Namun, langkah ini diambil sebagai salah satu upaya Bukalapak untuk berinovasi agar kegiatan usaha berjalan dengan lebih optimal dan menjadi lebih sustainable. Dengan melakukan IPO di Indonesia, maka perusahaan ini akan menjadi milik masyarakat di Indonesia.

Menurut Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute, keberhasilan saham BUKA meraih Rp21,9 triliun dari pasar modal bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri perusahaan rintisan lainnya. Bukalapak sendiri bisa menjadi benchmark untuk perusahaan startup lainnya.

Pemilik Terbesar Saham Bukalapak

Mayoritas saham Bukalapak masih tetap dipegang oleh investor domestik. Menurut laporan Deal Street Asia, sebesar 50,96% saham Bukalapak dikuasai oleh investor domestik. Sisanya, 21,62% dipegang investor asal Hong Kong, 15,58% investor Singapura, dan 3,16% dipegang investor Korea Selatan. Di bawah ini adalah beberapa investor Bukalapak.

1. PT Kreatif Media Karya (KMK)

PT Kreatif Media Karya merupakan salah satu unit bisnis investasi digital dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Dikutip dari laporan keuangan Bukalapak per 31 Desember 2020, PT Kreatif Media Karya menguasai enam seri saham di Bukalapak.

Di mana, saham SERI A dipegang 4,106% , saham SERI C 5,356%, SERI D 19,567%, SERI E 2,121%, SERI F 0,884%, dan SERi G 0,707%. Sehingga jika di total, PT Kreatif Media Karya menguasai 31,9% saham Bukalapak. 

2. API Investment Limited dari Hong Kong

Perusahaan ini beroperasi di bawah kendali Alibaba Group dan memiliki porsi saham terbesar kedua setelah EMTK. Di mana, perusahaan ini tercatat memiliki 17,4% saham.

3. Archipelago Investment Pte Ltd dari Singapura

Perusahaan investasi asal Singapura ini tercatat menguasai 12,9% saham Bukalapak dan tersebar di beberapa seri saham. 

4. Para pendiri Bukalapak

Para pendiri Bukalapak juga tercatat sebagai pemilih saham. Di mana pembagiannya adalah Ahmad Zaky menguasai 5,76% saham, Muhammad Fajrin Rasyid 3,53%, dan Nugroho Heru Cahyono 2,78% saham.

5. Investor dari institusi besar

Beberapa institusi besar juga tercatat memiliki saham di Bukalapak seperti Microsoft Corporation dengan 0,9% saham, Mirae Asset-Naver Asia Growth Investment Pte Ltd dengan 1,8% , dan New Hope OCA Limited dengan 3,16% saham. 

6. Institusi nasional

Sejumlah investor dari institusi dalam negeri juga tercatat memiliki saham di Bukalapak yaitu PT BRI Ventura Investama dengan 0,18% , PT Mandiri Capital Indonesia 0,05%, PT Asia Sahabat Indonesia 0,07%, dan PT Rockpool Teladan Investa 0,32%. 

7. Investor individu

Beberapa investor individu lain juga tercatat memiliki saham di Bukalapak, seperti Pandu Patria Sjahrir dengan 0,015% saham seri A da 0,004% saham seri B. Juga ada Peter Teng He Xu dengan 0,353% saham Bukalapak.

Ajaib Ikut Serta dalam IPO Saham BUKA

PT Bukalapak.com Tbk, salah satu e-commerce unicorn Indonesia melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan informasi penawaran sebagai berikut:

  • Jumlah saham yang ditawarkan: 25.765.504.851 lembar saham.
  • Kisaran harga penawaran umum: Rp750 – Rp850.
  • Masa penawaran umum (Offering): 28 – 30 Juli 2021.
  • Informasi dan prospektus awal Bukalapak dapat ditemukan di sini.
  • Harga saham BUKA per 27 Agustus 2021: Rp 875

Nah, sekarang kamu bisa membeli saham BUKA melalui AJAIB! Di sini, kamu bisa membeli saham dengan mudah, kapan dan di mana saja, juga dilakukan secara online. Di Ajaib, kamu bisa membeli sama hanya dengan modal mulai dari Rp100 ribu.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk jadi bagian dari perkembangan Bukalapak, startup unicorn pertama di Indonesia!

Artikel Terkait