Saham

Cara Cek Pergerakan Indeks melalui Aplikasi RTI Business

Ajaib.co.id – Kemajuan zaman membuat transaksi pasar modal menjadi sangat mudah. Melihat dan menganalisa pergerakan pasar juga bisa dilakukan hanya dengan mengunduh satu aplikasi yang membuat berbagai macam informasi.

Salah satu jenis aplikasi yang menyajikan data pergerakan indeks dan saham-saham yang tergabung dalam konstituen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah RTI Business.

Aplikasi ini merupakan teknologi yang diciptakan oleh salah satu media ekonomi terkemuka di Indonesia, yakni Kontan, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group.

Dengan demikian, dengan kemampuan Kontan untuk menyajikan informasi dengan cepat membuat pemberitaan di aplikasi ini selalu diperbaharui dan cukup komprehensif.

Bagaimana mengecek pergerakan indeks melalui RTI Business? Cek penjelasannya berikut ini, yuk!

Cara Mengecek Pergerakan Indeks di RTI Business

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengunduh aplikasi RTI Business di Google Play Store atau Apple App Store. Setelah melakukan pendaftaran email, kamu bisa langsung melakukan pengecekan dan analisa melalui aplikasi ini.

Untuk mengetahui pergerakan indeks acuan yakni IHSG, kamu bisa membuka tab ‘Market’ yang menyajikan data pergerakan saham secara real-time pada saat perdagangan sedang berlangsung.

Melihat Grafik

Tangkapan layar RTI Business ini diambil setelah penutupan perdagangan pada Jumat 13 November 2020 lalu. 

Di bagian paling atas, kamu akan menemukan tulisan IDX yang merupakan singkatan dari Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia yang menerangkan bahwa indeks ditutup pada pukul 15.00 WIB ke level 5.461,058, naik tipis 2,456 poin atau 0,04 persen dibandingkan level penutupan perdagangan hari sebelumnya yakni 5.458,602.

Kamu juga bisa melihat grafik pergerakan indeks selama perdagangan hari Jumat dengan hanya memilih ‘1D’ di bagian atas, seperti yang tertera dalam tangkapan layar.

Melihat dari grafiknya, jelas bahwa pergerakan indeks pada Jumat mayoritas tertekan ditandai grafik yang banyak bergerak di bawah level 5.458,602, level penutupan perdagangan pada Kamis 12 November 2020.

Beruntungnya indeks bisa ditutup pada zona hijau, level di atas penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kamu juga bisa melihat pergerakan indeks melalui RTI Business dalam seminggu terakhir dengan memilih ikon ‘1W’ (one week), sebulan terakhir dengan memilih ikon ‘1M’ (one month), tiga bulan terakhir dengan memilih ikon ‘3M’ (three month), pergerakan dari mulai Januari awal tahun 2020 sampai saat ini dengan memilih ikon ‘YTD’ (year to date), satu tahun terakhir dengan memilih ikon ‘1Y’ (one year) dan seterusnya.

Kamu juga bisa melihat grafik dengan jelas dengan menekan menekan grafik untuk tampilan yang lebih besar.

Tepat di bawah grafik indeks, kamu akan menemukan data angka berikut. Jangan keburu pusing dulu karena semua angka-angka ini menerangkan pergerakan indeks selama perdagangan hari tersebut yakni Jumat 13 November 2020.

Pertama-tama, ‘Open’ artinya indeks pada awal perdagangan jam 09.00 WIB dibuka pada level 5.449,101, warna merah mengindikasikan bahwa indeks dibuka pada level yang lebih rendah dibandingkan penutupan.

Selama perdagangan hari tersebut, indeks mencapai level tertingginya yang ditandai dengan kata ‘High’ yakni 5.466,564 dengan indikasi warna hijau yang berarti lebih tinggi dari level penutupan perdagangan.

Sementara ‘Low’ berarti indeks mencapai level terendahnya yakni 5.427,632 yang terindikasi berwarna merah dalam artian level tersebut berada di bawah level perdagangan hari sebelumnya.

Volume’ dalam data tersebut berarti jumlah saham yang diperdagangkan pada hari tersebut.

Hal ini berarti selama perdagangan hari Jumat terdapat 12,481 miliar (billion) saham yang diperdagangkan, dengan nilai transaksi sebesar Rp8,765 triliun (trillion) yang ditandai dengan kata ‘Turnover’, dan frekuensi transaksi atau ‘Frequency’ mencapai 701.606 kali transaksi yang dilakukan oleh investor ritel dan institusi baik di dalam maupun luar negeri.

Berikutnya, ‘Up’ berarti jumlah emiten yang sahamnya ditutup menguat yang ditandai warna hijau berjumlah 198, diikuti dengan ‘Down’ yang berarti jumlah emiten yang sahamnya ditutup melemah ditandai dengan warna merah sebanyak 226, dan bergerak stagnan atau ‘Unchanged’ yang ditandai warna kuning sebanyak 178, jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Di sisi lain, ‘Market Cap’ dalam data ini berarti kapitalisasi pasar semua saham emiten yang terdapat di Bursa Efek Indonesia yang mencapai Rp6.370,032 triliun.

Melihat Histori dan Performa Pergerakan Indeks

Berikutnya, kamu bisa melihat histori pergerakan indeks dengan menggerakkan data ke bagian bawah. Di sini, kamu akan melihat tabel berbentuk kalender yang menerangkan harga penutupan indeks pada tanggal tertentu.

Warna merah berarti indeks ditutup melemah pada tanggal tersebut, berbeda dengan warna hijau yang berarti menguat, sementara warna ungu berarti tidak ada perdagangan pada hari tersebut karena libur nasional atau lain sebagainya.

Seperti yang terlihat dalam tangkapan layar, pada tanggal 27 Oktober 2020, indeks ditutup melemah ke level 5.128,225, turun 0,31 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Di bawah tabel kalender terlihat data ‘11 days’ berwarna hijau yang berarti indeks menguat 10,93 persen dari level perdagangan 11 hari yang lalu, sementara di bawahnya tercantum data ‘9 days’ yang berarti indeks masih melemah 4,62 persen dibandingkan level penutupan perdagangan 9 hari yang lalu.

Secara kumulatif, dibandingkan dengan level perdagangan 30 hari sebelumnya, indeks sudah menguat 6,31 persen.

Berdasarkan data ‘index performance’, kamu bisa melihat lebih detail pergerakan indeks jika dibandingkan dengan level penutupan perdagangan dalam kurun waktu 1 hari ‘1D’, 1 minggu ‘1W’, 1 bulan ‘1M’, 3 bulan ‘3M’, hingga 5 tahun ‘5Y’.

Melihat Grafik Investor

Pada bagian terakhir, kamu akan melihat bagian ‘Investor Chart’ atau grafik investor yang menerangkan data transaksi perdagangan dalam satu hari, satu minggu, hingga lima tahun terakhir. Kamu bisa memilih data di semua perdagangan dengan memilih ‘ALL MARKET’ atau hanya pasar reguler dengan memilih ‘RG MARKET’.

Berdasarkan tangkapan layar di atas, pada perdagangan Jumat 13 November 2020, net foreign sell atau jual bersih asing di semua pasar mencapai Rp243,75 miliar, sementara jual bersih asing khusus di pasar reguler sebanyak Rp305,66 miliar.

Sementara, net foreign buy atau beli bersih asing di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) mencapai Rp61,92 miliar.

Grafik batang juga menjelaskan dominasi perdagangan yang dilakukan oleh pelaku pasar dalam negeri atau luar negeri. Seperti contoh, berdasarkan volume, 91,2 persen volume saham pada hari itu ditransaksikan oleh pelaku pasar domestik ditandai dengan tingginya grafik batang ‘DBuy’ dan ‘Dsell’.

Sementara jumlah saham sebesar 1,2 miliar saham yang dibeli asing atau ‘FBuy’ dan 1 miliar saham yang dijual asing ‘FSell’ merepresentasikan 8,8 jumlah saham ditransaksikan oleh pelaku pasar luar negeri.

Hal yang sama juga berlaku ketika melihat data transaksi harian atau ‘turnover’, dan frekuensi atau ‘frequency’, transaksi yang mengindikasikan jual beli saham pada hari tersebut dilakukan oleh mayoritas pelaku pasar dalam negeri.

Nah, pelaku pasar dalam negeri saja sudah banyak memborong saham yang terdaftar di BEI. Kamu kapan? Segera bergabung menjadi investor pasar modal melalui aplikasi investasi Ajaib yang juga bisa diunduh melalui Google Play Store dan Apple App Store.

Artikel Terkait