Investor Pemula, Saham

Cara Mudah Transaksi Saham di Pasar Negosiasi

Transaksi Saham

Ajaib.co.id – Ada tiga segmen pasar yang memfasilitasi mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (IDX). Ketiga segmen pasar itu adalah pasar reguler, pasar tunai, dan pasar negosiasi (pasar nego). Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berbeda-beda.

Kebanyakan investor dan trader hanya melaksanakan transaksi saham di pasar reguler dengan siklus settlement T+3. Pasar tunai dengan settlement T+0 digunakan untuk penyelesaian kasus khusus, misalnya realisasi short-selling. Keduanya dapat dilaksanakan melalui platform trading saham yang disediakan oleh sekuritas. Tapi, bagaimana dengan transaksi saham di pasar negosiasi?

Investor umumnya melaksanakan transaksi saham di pasar nego dengan tiga tujuan. Pertama, menjual atau membeli saham dengan fraksi harga yang berbeda dengan fraksi di pasar reguler. Kedua, menjual atau membeli saham odd lot (jumlah saham di bawah standar 1 lot/100 lembar saham). Ketiga, menjual atau membeli saham tidur atau saham gocap (saham-saham yang jatuh ke ambang harga saham terendah IDX pada level Rp50).

Pasar nego ini sangat unik. Transaksi di pasar negosiasi merupakan solusi jitu bagi investor yang ingin melego saham nyangkut berstatus gocap. Namun, cara menjual dan membeli saham di pasar negosiasi tidaklah sama dengan transaksi di pasar lain.

Cara transaksi saham di pasar negosiasi terbagi menjadi dua. Pertama, transaksi pasar nego via platform trading saham. Kedua, transaksi pasar nego via broker. Berikut ini rinciannya.

  • Transaksi Pasar Negosiasi via Platform Trading Saham

Setiap perusahaan sekuritas di Indonesia menyediakan platform trading saham dengan fitur berbeda-beda. Semuanya memiliki fitur wajib seperti order book dan riwayat transaksi. Tapi tak semuanya menyediakan info fundamental saham, sinyal trading, atau kapabilitas untuk mengeksekusi transaksi saham di pasar nego.

Apabila perusahaan sekuritasmu menyediakan platform trading saham yang mampu mengeksekusi transaksi pasar negosiasi, kamu dapat mengirim order beli atau jual secara langsung di dalamnya. Pada halaman order, carilah kode saham dengan akhiran .NG. Misalnya BNGA.NG, BMTR.NG, BUMI.NG, dan lain-lain. Setelah mengetikkan kode saham dengan akhiran .NG, kamu dapat mengisi volume dan harga yang diinginkan.

Perlu diketahui, simbol .NG merupakan singkatan resmi dari pasar negosiasi. Kode saham tanpa akhiran atau dengan akhiran .RG menunjukkan transaksi pasar reguler. Sedangkan singkatan .TN merujuk pada transaksi pasar tunai. Ada kemungkinan perusahaan sekuritasmu menggunakan istilah atau simbol berbeda, sehingga ada baiknya juga menengok buku panduan cara penggunaan platform jika kamu tidak menemukan kode-kode ini.

Setelah order jual saham di pasar negosiasi terkirim pada platform trading, belum tentu akan ada pembeli yang langsung menerimanya. Kamu perlu menunggu dalam waktu cukup lama hingga order tersebut tereksekusi. Untuk mempercepat, kamu juga bisa menghubungi brokermu agar perusahaan sekuritas dapat menawarkan sahammu secara aktif kepada pihak-pihak yang mungkin berminat.

  • Transaksi Pasar Negosiasi via Broker

Apabila perusahaan sekuritasmu tidak memberikan fasilitas yang dibutuhkan, kamu perlu menghubungi broker untuk melaksanakan transaksi saham di pasar negosiasi. Siapa broker itu? Broker yang dimaksud di sini bisa jadi Account Officer, Customer Service, maupun petugas lain yang memperoleh mandat serupa dari perusahaan sekuritas.

Setelah menghubungi broker, kamu perlu menunggu selama beberapa waktu. Prosedur selanjutnya cukup panjang. Broker akan menghubungi kantor pusat atau menempuh proses internal lain, kemudian perusahaan sekuritas akan menginisiasi penawaran saham tersebut kepada nasabah lain. Ketika ada nasabah yang berminat, broker akan menghubungimu kembali.

Transaksi saham di pasar negosiasi itu mungkin tidak akan tereksekusi tepat pada harga awal yang diinginkan penjual saham. Dalam proses selanjutnya, penjual dan calon pembeli bisa saling bertukar penawaran berkali-kali hingga mencapai kesepakatan akhir.

Bargaining position penjual saham di pasar negosiasi biasanya lebih rendah dibanding calon pembeli, sehingga harga yang disepakati seringkali di bawah harga saham di pasar reguler. Jadi sebelum menjual saham di pasar nego, kamu harus menyiapkan mental untuk “boncos” ataupun menerima harga lebih murah beberapa kali lipat di bawah harga pasar. Jangan shock kalau harga saham terbanting dari Rp50 sampai Rp5.

Kesimpulan

Transaksi saham di pasar negosiasi mengikuti prosedur khusus yang tidak sama dengan transaksi saham reguler. Untuk mengetahui bagaimana cara melakukannya, kamu perlu menegok fungsionalitas platform trading sahammu dulu. Selidiki dengan teliti setiap fitur pada platform, atau baca-baca buku panduan penggunaan platform.

Kalau tak dapat menemukan instruksi terkait transaksi pasar negosiasi pada platform trading, berarti kamu perlu mengontak Account Officer atau Customer Service dari perusahaan sekuritasmu. Tanyakan kepada mereka tentang bagaimana prosedur menjual atau membeli saham yang kamu inginkan di pasar non-reguler. Tak perlu malu-malu. Mereka niscaya akan langsung memberikan semua penjelasan dan bantuan yang kamu perlukan hingga transaksi saham selesai.

Selain mencari tahu tentang prosedur transaksi, kamu juga perlu memiliki kemampuan tawar-menawar yang baik. Ketahui dulu kondisi fundamental saham yang ingin dibeli atau dijual, berapa harga wajar dan harga pasarnya, kemudian barulah mengirim order. Sebaiknya jangan memulai transaksi saham di pasar negosiasi tanpa memiliki bekal wawasan yang memadai terkait saham yang akan diperdagangkan.

Artikel Terkait