Analisa Saham

Butuh Wait and See untuk Koleksi Saham AMFG, Ini Alasannya

Ajaib.co.id – PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kaca. Perusahaan dengan kode saham AMFG ini memulai operasinya secara komersial di tahun 1973.

Produk yang dihasilkan AMFG meliputi kaca lembaran, kaca cermin, kaca pengaman, kaca otomotif, dan beberapa jenis kaca lainnya.

Produk tersebut dipasarkan dengan beberapa merek seperti Sunergy, Lacobel, Miralux, sert Dantalux. AMFG memiliki fasilitas manufaktur di beberapa wilayah meliputi Jakarta, Sidoarjo, dan Cikampek.

Saham AMFG pertama kali diperdagangkan secara publik melalui bursa saham pada tahun 1995 dengan harga penawaran sebesar Rp2.450 per lembar saham. Mayoritas pemegang saham AMFG dimiliki oleh Asahi Glass Co Ltd, Japan dengan 43,86 persen kepemilikan dan PT Rodamas 40,97 persen kepemilikan.

Saat ini pergerakan saham tampak positif, namun sedang melemah di harga Rp3.710 pada penutupan perdagangan 1 April 2021 lalu.

Lalu, apakah saham AMFG layak untuk dikoleksi? Ada baiknya untuk mengetahui fundamental perusahaan dan rencana bisnis yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham AMFG.

Pandemi Bikin Pertumbuhan Penjualan AMFG Tersendat di Kuartal III 2020

Bisnis AMFG termasuk lini yang terdampak masa pandemi dengan penjualan bersih turun 16 persen menjadi Rp2,6 triliun dari raihan Rp3,1 triliun di periode sama tahun 2019. Di sisi lain, penjualan AMFG didukung oleh pertumbuhan penjualan ekspor yang mencapai 44 persen. Sementara periode sama di tahun sebelumnya hanya mencatatkan 37 persen.

Hal tersebut memang menjadi bagian dari ekspansi perseroan untuk pasar luar negeri. Adapun peningkatan penjualan ekspor tersebut meliputi pasar Asia sekitar 86 persen, pasar Australia dan Selandia Baru 10 persen, serta pasar Timur Tengah dan Afrika sekitar 5 persen. Di sisi lain, AMFG harus mencatatkan rugi usaha mencapai Rp265 miliar di kuartal ketiga tahun 2020.

Ditambah rugi selisih kurs sebesar Rp238,5 miliar dengan beban bunga pinjaman mencapai Rp100,3 miliar. Dengan demikian, rugi bersih yang dibukukan AMFG mencapai Rp653 miliar hingga September 2020.

Laba AMFG dalam 5 Tahun Terakhir Terus Menurun

Terlepas dari masa pandemi yang membuat bisnis AMFG tertekan di tahun 2020, kinerja keuangan perseroan khususnya laba memang terus menurun setiap tahunnya dalam 5 tahun terakhir. Sementara untuk penjualan tampak positif kinerjanya.

Berikut data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan (dalam triliun rupiah):

Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa pendapatan AMFG dalam 4 tahun terakhir terus meningkat hingga tahun 2019 harus turun, walaupun tidak begitu signifikan. Di samping itu, raihan laba justru mengalami penurunan setiap tahunnya. Apalagi di tahun 2019, AMFG harus mencatatkan kerugian pada kinerja bisnisnya.

Padahal di tahun tersebut, penjualan memang menurun namun tidak begitu tajam sehingga ada faktor utama yang menyebabkan kerugian di tahun 2019. Di mana, beban keuangan yang mencapai Rp338 miliar menggerus laba AMFG di tahun tersebut. Masa pandemi yang masih berlangsung juga memberikan dampak besar bagi kelangsungan bisnis AMFG di tahun 2020.

Di mana, permintaan di tahun 2020 masih sangat lesu sehubungan dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk menghindari penyebaran Covid-19. Mengacu pada kinerja bisnis AMFG di tahun 2019, dapat dilihat berdasarkan rasio keuangannya.

Di mana, kondisi bisnis di tahun 2019 memang sedang tidak sehat. Adapun data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 berdasarkan informasi finansial perseroan seperti berikut:

Rencana Bisnis AMFG untuk Menggenjot Pertumbuhan Bisnis

Untuk memastikan saham AMFG layak dikoleksi, rencana bisnis yang disiapkan wajib untuk diperhatikan bagi para investor. Hal ini yang nantinya juga memengaruhi pergerakan saham AMFG di bursa. Memasuki di tahun 2021, AMFG akan memaksimalkan penjualan dari produk kaca bernilai tambah atau value added mengacu pada prospek bisnis yang menarik.

PT Asahimas Flat Glass Tbk sendiri sudah berinvestasi dalam beberapa tahun belakangan untuk fasilitas kaca online coating. Setelah sebelumnya AMFG meresmikan pembangunan kaca offline coating di tahun 2019, kini online coating menjadi fokus AMFG di tahun 2021. Di mana, online coating merupakan kaca dengan tingkat refleksi cahaya yang begitu rendah.

Pihak AMFG juga menyampaikan bahwa di tahun 2021 tidak ada belanja modal dengan jumlah besar untuk investasi seperti di tahun sebelumnya. AMFG hanya akan mempersiapkan capex untuk kebutuhan rutin saja dengan nominal yang sesuai kebutuhan.

Di samping itu, implementasi dari kebijakan harga gas untuk industri dianggap memberikan dampak positif dalam menaikkan daya saing pada industri kaca lembaran Tanah Air.

Dengan perhitungan yang tepat, maka AMFG bisa merealisasikan penghematan biaya energi setiap bulannya. Mengingat, kondisi pandemi yang masih berlangsung saat ini sehingga perseroan belum bisa menikmatinya secara maksimal. Apalagi kapasitas produksi AMFG di masa pandemi saat ini masih di bawah harga normal yaitu berada di bawah level 70 persen.

Pasar AMFG meliputi properti dan otomotif yang permintaan seharusnya tumbuh justru mengalami penurunan karena kondisi ekonomi yang begitu lemah diterpa pandemi Covid-19. Dengan begitu, perseroan masih menyatakan bahwa kinerja AMFG secara keseluruhan masih belum terlalu baik saat ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait