Saham

5 Pola Candlestick yang Paling Menguntungkan dan Akurat

bentuk candlestick paling menguntungkan

5 Pola Candlestick yang Paling Menguntungkan dan Akurat

Ajaib.co.id – Candlestick adalah chart harga saham yang membentuk satu pola untuk memprediksi naik turunnya harga saham. Ada banyak pola candlestick di dunia investasi, tetapi hanya ada beberapa bentuk candlestick paling menguntungkan. Bagaimana bentuk candlestick tersebut?

Jika kamu ingin menjadi trader saham, kamu benar-benar perlu memahami apa itu candlestick. Pada awalnya, mungkin candlestick ini terdedngar begitu asing dan sulit dipahami, tetapi jika sudah mengetahui dasar-dasarnya, kamu bisa ketagihan dengan metode membaca pergerakan saham ini.

Pengertian Candlestick

Jika diterjemahkan sesuai katanya, candlestick adalah batang lilin. Lalu apa hubungannya batang lilin dan investasi saham? Jadi, Candlestick ini adalah grafik atau chart yang memang bentuknya seperti batang lilin. Metode membaca pergerakan saham dengan candlestick ini diperkenalkan oleh Jepang kuno dan tetap digunakan hingga sekarang.

Metode candlestick pertama kali diperkenalkan oleh Munehisa Homma. Di mana, ia melihat pergerakan saham di dalam sebuah time frame yang berisi data-data seperti harga pembukaan, harga penutupan, garis konfirmasi, dan sebagainya. Candlestick ini menilai pergerakan saham berdasarkan moving average atau rerata gerakan dari saham itu sendiri.

Menganalisis saham dengan bentuk candlestick sendiri tergolong sebagai analisis disreksional, yakni analisis teknikal. Di mana, analisis ini mengedepankan intuisi dari trader terhadap pola pergerakan saham yang terjadi pada chart pada hari itu. Bilamana di dalam pola tersebut diprediksi akan ada tren naik, maka itu adalah saat yang pantas untuk membeli saham tersebut sebelum benar-benar naik.

Oleh karena itu, candlestick memang cocok untuk investasi jangka pendek yang mengambil keuntungan dari investasi hanya dalam hitungan jam, ataupun hari saja.

Apa itu Pola Candlestick?

Pola candlestick adalah salah satu bagian dari analisa teknikal di dalam trading forex, saham, ataupun untuk trading komoditas lainnya. Jenis pola ini terdapat beberapa jenis dan mampu membantu investor ataupun trader dalam membaca prediksi harga dalam kurun waktu tertentu.

Metode ini akan menggambarkan dampak sentimen investor atas harga. Umumnya, analisis ini dilakukan agar bisa menentukan waktu yang tepat, kapan harus masuk, dan keluar di dalam kegiatan trading.

Cara ini harus dipahami trader dan investor, karena bisa menjadi salah satu strategi dalam berinvestasi. Namun, analisa dengan pola ini termasuk ke dalam kategori direksional. Artinya, analisis ini akan mengandalkan intuisi subjektif trader dalam memahami berbagai pola yang ada. Cara ini juga bisa mendatangkan keuntungan secara konsisten bila diiringi dengan pengalaman yang matang.

Pola-Pola Candlestick Paling Akurat & Menguntungkan

Sebelum mengetahui bentuk candlestick paling menguntungkan, kamu perlu tahu bahwa candlestick ini ada dua tingkatan siaga, yakni sinyal dan konfirmasi. Sinyal ini dimaksudkan jika candlestick terlihat membentuk suatu pola yang bisa menunjukkan pergerakan naik turunnya saham. Di masa ini, trader sebaiknya menunggu konfirmasi dari pola yang terbentuk.

Nah, berarti kita sudah ada di tingkat selanjutnya, yakni tingkat konfirmasi. Seperti namanya, tingkat ini berarti pola candlestick tersebut terkonfirmasi dan besar kemungkinan arah pergerakan harganya akan sesuai prediksi. Oleh karena itu, trader sudah bisa memasang posisi.

Salah satu pola candlestick yang sederhana adalah candlestick bearish (pola bearish) ataupun candlestick bullish (pola bullish). Di mana pola bearish berarti tren akan turun, dan pola bullish berarti pola akan naik.

Namun, apakah candlestick bearish atau bullish adalah bentuk candlestick paling menguntungkan? Belum tentu, karena seiring berkembangnya zaman, sekarang ada begitu banyak pola candlestick. Untuk mengetahui bentuk candlestick paling menguntungkan menurut Thomas Bulkowski, penulis dan trader pada bukunya Encyclopedia of Candlestick Charts menuliskan tentang perfoma candlestick secara khusus.

1. Pola Evening Star dan Morning Star

Evening StarSumber: Investopedia

Selanjutnya, pola yang dinilai memiliki tingkat akurasi tinggi adalah candlestick pola evening star dan morning star. Tanda dari pola ini bisa dikenali jika ada tiga batang candlestick yang berjajar. Bila ada yang seperti itu, maka terindikasi bahwa pelaku pasar sedang ragu. Jadi, candlestick atau batang ke-3 dari pola ini bisa memberikan konfirmasi di mana keraguan tersebut akan mengarah.

Jika kamu melihat tiga batang berjajar seperti contoh di atas, maka bisa dipastikan itu adalah pola evening star yang mengindikasikan tren akan turun dalam jangka waktu tertentu. Jika tiga batang berjajar tersebut naik, maka itu adalah pola morning star sebagai penanda tren bullish akan datang.

2. Pola Candlestick Abandoned Baby

Abandoned BabySumber: Investopedia

Pola abandoned baby yang bullish akan muncul di titik terendah dari tren turun, setelah serangkaian lilin hitam mencetak titik terendah yang lebih rendah.

Kesenjangan pasar lebih rendah terjadi pada bar berikutnya, namun kebalikan dengan evening stars, kali ini penjual baru yang gagal muncul. Pola ini akan menghasilkan bar doji kisaran sempit dengan cetakan pembukaan dan penutupan di harga yang sama.

Gap bullish pada batang ketiga melengkapi pola tersebut, yang memprediksi bahwa pemulihan akan berlanjut ke level tertinggi yang lebih tinggi, dan bisa memicu tren naik skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 49,73%.

Baca juga: Macam-macam Candlestick yang Wajib Trader Saham Ketahui

3. Pola Candlestick Three Black Crows

Three Black CrowsSumber: Investopedia

Three black crows yang bearish dimulai pada/di dekat tinggi tren kenaikan. Dengan tiga batang hitam berada di posisi terendah dan akan lebih rendah yang ditutup dekat posisi terendah intrabar.

Definisi pola ini adalah penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah yang akan lebih rendah lagi. Kemungkinan pola ini akan memicu tren turun skala yang lebih luas. Sedangkan, versi paling bearish dimulai pada harga tertinggi baru karena menjebak pembeli yang memasuki permainan momentum. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 78%.

4. Pola Candlestick Three Line Strike

Three Line StrikeSumber: Investopedia

Tiga garis bullish membuat tiga lilin hitam dalam tren turun. Di mana, tiap bar akan menunjukkan titik terendah yang lebih rendah. Kemudian bar-bar ini ditutup dengan intrabar rendah. Bar keempat baru terbuka lebih rendah namun berbalik arah.

Menurut Bulkowski, pola reversal ini biasanya merupakan sinyal perbaikan arah harga ke arah yang lebih tinggi. Tak tanggung-tanggung, tingkat akurasinya bisa mencapai 83%!

5. Pola Candlestick Two Black Gapping

Two Black GappingSumber: Investopedia

Two black gapping yang bearish akan muncul setelah puncak penting dalam tren naik, dengan gap ke bawah yang menghasilkan dua batang hitam dalam posisi terendah lebih rendah.

Jika pola ini muncul, kamu bisa menebak bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah yang lebih rendah lagi. Kemungkinannya, ini akan memicu downtrend pada skala lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga penutupan (closing) yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 68%.

Baca juga: Macam-macam Grafik Candlestick dalam Dunia Trading

Cara Membaca Candlestick

Untuk bisa mempelajari berbagai jenis pola candlestick, maka kamu juga harus terlebih dulu mengetahui cara membacanya. Setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi dasar dalam membaca pola candlestick, yakni warna merah dan hijau, empat posisi harga, dan juga arah sumbu.

1. Candlestick Memuat Empat Posisi Harga

Di dalam pola candlestick, terdapat empat indikator yang harus kamu pahami, yaitu:

  • Open: harga yang ditetapkan ketika perdagangan dibuka.
  • Low: harga terendah di hari ini.
  • High: harga tertinggi yang ditetapkan hari ini.
  • Closed: harga yang ditetapkan setelah perdagangan ditutup kemarin.

Ukuran candlestick pun akan menampilkan seberapa besar harga yang sudah mengalami pergerakan selama durasi tersebut.

2. Arti Candlestick Merah dan Hijau

Terdapat dua warna di dalam pola candlestick, yakni merah dan hijau. Kedua warna ini menandakan suatu candlestick ketika terjadi bullish atau bearish.

Ketika candlestick berwarna hijau, maka itu artinya harga open lebih tinggi ketimbang harga closed. Pola ini sering dikenal dengan istilah candlestick bullish.

Namun ketika warna berubah menjadi merah, maka akan menandakan harga open lebih rendah ketimbang harga closed. Sedangkan bila candlestick berwarna hijau, candlestick tersebut tentunya bergerak ke atas, pun begitu juga sebaliknya.

Ketika kamu mengarahkan kursor pointer ke candlestick, maka akan tertera informasi terkait perdagangan saham ataupun komoditas pada hari tertentu, misalnya dibuka di angka berapa, yang terendah dan tertinggi di angka berapa, dan ditutup pada angka berapa.

Beberapa aplikasi trading pun memiliki fitur mengganti warna candlestick. Jadi, warna hijau dan merah bisa diganti setiap saat. Misalnya saja pada contoh gambar di atas.

Baca Juga: Seni Memahami Grafik Candlestick Bagi Calon Investor Saham

3. Sumbu Candlestick

Terdapat juga sumbu candlestick ataupun wick yang oleh sebagian besar orang sering disebut shadow. Sumbu akan menginformasikan fluktuasi harga yang bergerak sesuai durasi candlestick.

Perbandingan badan dan juga sumbu pun harus kamu perhatikan. Karena ketika nilai komoditas ataupun forex mengalami volatilitas, maka sumbunya akan menjadi lebih panjang daripada badannya.

Ketika terlihat sumbu panjang yang akan mengarah ke bawah, maka ini menandakan bahwa pelaku pasar akan mendorong harga untuk bisa turun. Namun mereka tidak akan cukup kuat untuk menahan harga agar tetap berada di posisi rendah.

Pada kondisi yang sama, pelaku pasar lainnya akan melakukan pembelian, sehingga akan membuat harga menjadi naik. Nah, kondisi tersebut dikenal dengan bullish reversal.

Begitu juga sebaliknya, ketika sumbu berada pada posisi atas, artinya para trader atau investor yang sedang melakukan profit taking lebih banyak ketimbang yang memutuskan untuk hold. Hal ini akan menciptakan terjadinya bearish reversal.

Jika kamu ingin mencoba menganalisis pergerakan harga saham dengan chart candlestick ini, saran yang paling redaksi Ajaib tekankan adalah jangan terburu-buru. Pasalnya, kamu harus mempelajari dahulu tiap pola candlestick ini agar kamu tidak salah mengartikan pergerakan saham yang kamu incar.

Kamu pun tidak boleh terburu-buru melakukan aksi jual atau beli sebelum adanya konfirmasi yang muncul pada pola candlestick selanjutnya. Memang bila dicontohkan terlihat mudah, tetapi pada praktiknya, kamu akan melihat begitu banyak candlestick untuk diintepretasikan. Jangan sampai karena bentuknya yang hampir mirip, kamu salah mengartikannya.

Jadi, pastikan kamu melakukan analisa dengan benar dan tepat. Ajaib bukan hanya membantu kamu melakukan transaksi jual beli saham, tapi juga membantu kamu melakukan analisa dengan tepat. Di mana, di Ajaib kamu bisa melihat pergerakan saham secara realtime sehingga mempermudahmu dalam melakukan analisa sebelum bertransaksi saham. Yuk mulai investasi di Ajaib!

Artikel Terkait