Analisa Saham, Saham

Begini Prospek Positif Saham LUCK di 2021

Sumber: Sentral Mitra Informatika

Ajaib.co.id – PT Sentral Mitra Informatika Tbk (kode saham LUCK) adalah perusahaan yang berdiri pada tanggal 14 November 2008. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2008.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan LUCK bergerak dalam bidang perdagangan, perindustrian, percetakan dan jasa. Kegiatan usaha utama LUCK saat ini ialah bergerak dalam bidang bisnis solusi percetakan dan dokumen, serta penjualan dan penyewaan produk teknologi informasi.

Kemudian, pada tanggal 21 November 2018, LUCK mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LUCK (IPO) kepada masyarakat sebanyak 154.601.900 saham baru dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp285,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 November 2018.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham LUCK.

Laba Bersih LUCK Alami Penurunan di 2020

Seperti sektor usaha lainnya, LUCK juga ikut terdampak oleh pandemi COVID-19. Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan pendapatan LUCK mengalami perlambatan pada kuartal kedua 2020 usai pandemi merebak namun masih mengalami pertumbuhan.

Pada kuartal kedua 2020 ini, pendapatan Sentral Mitra mencapai Rp62,81 miliar. Angka ini naik 30,01% dibandingkan dengan periode yang sama di 2019.

Kemudian memasuki kuartal ketiga 2020, pertumbuhan pendapatan kian melambat. Data per September 2020, LUCK mencatatkan pendapatan sebesar Rp81,99 miliar. Angka ini tumbuh 4,37% bila dibandingkan Rp78,55 yang diperoleh di kuartal ketiga 2019.

Seiring penyusutan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bersih yang didapatkan Sentral Mitra mengalami penurunan. Pada kuartal ketiga 2020, laba bersih Sentral Mitra anjlok lebih dalam yakni 66,93% dari Rp 6,34 miliar menjadi Rp 2,87 miliar.

Sementara itu, perolehan aset ikut menurun secara ytd mencapai 15,08% menjadi Rp158,82 miliar dari Rp187,03 miliar pada akhir 2019. Kemudian untuk jumlah liabilitas turun 50,40% menjadi Rp26,25 miliar dari Rp52,93 miliar. Dengan jumlah ekuitas ikut menurun 1,13% menjadi Rp132,27 miliar dari Rp134,09 miliar.

Bisnis LUCK Terus Naik Dalam 3 Tahun Terakhir

Sebelum adanya kondisi pandemi, emiten Sentral Mitra Informatika Tbk memiliki bisnis yang terus berkembang selama 3 tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019. Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan bersih133.545102.73797.716
Laba kotor31.80924.93527.457
Laba tahun berjalan7.0002.28010.161

Dari data tersebut, secara penjualan LUCK memang terus mengalami peningkatan per tahunnya. Peningkatan juga terlihat dari laba kotor dan laba tahun berjalan.

Dari laporan tersebut juga kinerja keuangan emiten dengan kode saham LUCK sepanjang 2019 ini menorehkan pendapatan sebesar Rp133,6 miliar. Angka ini tumbuh 30% secara tahunan. Kemudian untuk laba bersih mengalami kenaikan menjadi Rp7 miliar atau tumbuh sebesar 307% bila dibandingkan laba tahun sebelumnya.

Sementara untuk nilai ekuitas LUCK naik dari Rp127 miliar menjadi Rp134,1 miliar pada 2019. Untuk arus kas perusahaan dalam kondisi positif dan current ratio juga berada pada posisi 201,9%. Dengan begitu, LUCK mempunyai likuiditas yang terjaga. Peningkatan kinerja tersebut sebagai dampak dari strategi otomasi dan efisiensi sistem operasi yang dilakukan.

Emiten LUCK ini turut membagikan dividen untuk tahun buku 2019 sejumlah Rp5 per saham atau 50 persen dari laba tahun 2019.

Corporate Secretary Sentral Mitra Informatika Teddy Pohan mengatakan keputusan pembagian dividen tersebut berdasarkan keyakinan bahwa dividen merupakan mekanisme penting sebagai perusahaan publik.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis LUCK saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA3,74
ROE5,22
NPM29,99
DER0,39X

Bagaimana Prospek Bisnis LUCK Kedepannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Pada tahun 2021 ini, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) telah menetapkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) mencapai Rp7,5 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk pembelian aset yang disewakan, seperti berupa 3D printer dan 3D scanner.

Menurut Direktur Keuangan LUCK Christine Herawati, angka ini masih sama dengan capex tahun 2020. Meski demikian pihak perusahaan tidak menyebut sumber pendanaan serta serapan capex di tahun 2020 hingga saat ini.

Kendati demikian, LUCK membenarkan jika pandemi turut memengaruhi kinerja perusahaan. Perusahaan akan semakin selektif untuk mengeluarkan dana atau berinvestasi. Karena pandemi COVID-19 telah membuat semua rencana bisnis perseroan pada 2020 berubah, dari ekspansi menjadi bertahan dan menjaga likuiditas.

Adanya risiko bisnis ini membuat Sentral Mitra Tbk akan cenderung selektif dalam memilih peluang berinvestasi. Selama masa pandemi ini, LUCK telah melakukan konsolidasi bisnis dan mempersiapkan rencana perubahan bisnis di era new normal, percepatan digitalisasi dan industri 4.0. Adapun untuk investasi akan dilakukan hanya pada sektor yang risikonya rendah.

Untuk terus meningkatkan kinerja, perseroan akan terus melakukan improvement atau perbaikan melalui otomasi dan efisiensi sistem operasi dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis pada masa bencana. Sehingga setelah wabah berakhir diharapkan kinerja perusahaan dapat terus meningkat, kesejahteraan karyawan terjaga, serta kepercayaan publik semakin tinggi.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait