Analisa Saham, Saham

Bedah Saham CPRO: Emiten Tambak Udang Terpadu

Ajaib.co.id – PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) merupakan perusahaan akuakultur khususnya bergerak di bidang tambak udang terpadu. Perusahaan dengan kode saham CPRO ini beroperasi secara komersial pada tahun 1980 dengan kegiatan bisnis meliputi pertambakan udang terpadu, produk udang serta perdagangan pakan udang, pakan ikan, pakan ternak, dan investasi saham di perusahaan lain.

  • Adapun merek-merek produk yang dimiliki oleh saham CPRO di antaranya:
  • Probiotic seperti Super Vamei, Super PS, Super NB, M-Bacto, Bio Solution, Bi Klin, serta VannaPro.
  • Makanan binatang peliharaan seperti Irawan, Bintang, A Pro Supersave, me-O, Breeder Pro, Nova, San Koi, Sakura, dan Takari.
  • Produk makanan olahan seperti Fiesta Seafood, Champ Seafood, Bird River, Shifudo, dan Frosh.

Saham CPRO pertama kalinya tercatat di bursa saham melalui penawaran saham perdana pada tahun 2006 sebanyak 18.315.840.000 saham senilai Rp110 per lembar saham. Di mana, mayoritas kepemilikan saham saat ini dipegang oleh publik sebesar 24,26% dengan nilai Rp1.444.897.000.000. Sementara ada beberapa nama yang juga memiliki saham CPRO di antaranya:

  • Azion Bao Pte Ltd sebesar 23,00% senilai Rp685.083.000.000
  • Leedon Capital Limited sebesar 18,01% senilai Rp1.073.076.000.000
  • UOB Kay Hian Pte. Ltd. Sebesar 13,01% senilai Rp774.990.000.000
  • Snow Lion Investment Limited sebesar 9,06% senilai Rp270.000.000.000
  • PT. Benjamin Jiaravanon sebesar 6,18% senilai Rp368.000.000.000
  • PT. Surya Hidup Satwa sebesar 6,48% senilai Rp386.110.000.000

Selain itu, saham CPRO memiliki market cap sebesar Rp2,98 triliun.

Kinerja Keuangan Berdasarkan Laporan Keuangan Terakhir

Walaupun masa pandemi saat ini masih melanda semua bidang termasuk kegiatan bisnis, namun kinerja keuangan CPRO tetap positif. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian CPRO di kuartal ketiga tahun 2020 dengan mencatatkan kenaikan penjualan 1,62 persen menjadi Rp5,59 triliun dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp5,51 triliun.

Di mana, hal tersebut mengurangi kerugian perseroan dari Rp300,30 miliar menjadi Rp68,59 miliar di kuartal ketiga 2020. Pendapatan yang naik tersebut berkat kinerja dari unit usaha CPRO yaitu usaha makanan hewan peliharaan naik 57,9 persen menjadi Rp522 miliar dan usaha ekspor makanan laut beku naik sebesar 26,8 persen menjadi Rp832 miliar. Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020:

Komponen Laba30 September 202030 September 2019
Pendapatan5,59 triliun5,51 triliun
Rugi berjalan68,34 miliar300 miliar
Beban pokok4,60 triliun4,50 triliun

Sementara untuk rasio keuangan dari saham CPRO di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Rasio30 September 202030 September 2019
ROA-1,5%-6,2%
ROE-35,6%-107,5%
NPM-1,2%-5,4%
DER2.296%1.627%

Dari perbandingan rasio ini bisa disimpulkan bahwa bisnis dari saham CPRO mulai membaik dengan menekan kerugian di tahun 2020. Di mana, ROA dan ROE yang masih minus di tahun 2020 mengecil jika dibandingkan tahun 2019.

Riwayat Kinerja Keuangan

Jika dilihat dari kinerja keuangan saham CPRO dalam 5 tahun terakhir, ada perbedaan yang cukup jelas dari sisi penjualan dan laba. Berikut kinerja keuangan CPRO:

Komponen20152016201720182019
Pendapatan8,97 triliun8,59 triliun6,57 triliun7,39 triliun7,17 triliun
Laba rugi berjalan1,07 triliun1,80 triliun2,22 triliun1,76 triliun344,8 miliar
Jumlah aset9.08 triliun7.31 triliun7.00 triliun6.57 triliun6.00 triliun

Dapat dilihat penjualan CPRO mengalami penurunan di tahun 2015 ke 2017, lalu kembali naik di tahun 2018 dan turun lagi di 2019. Begitu juga dengan laba yang mengalami kenaikan dan harus turun di tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen

Seiring dengan laba rugi yang diraih setiap tahunnya, dalam 5 tahun terakhir ini CPRO belum membagikan dividen kepada para pemegang saham. Oleh karena itu, bagi investor yang mengutamakan dividen sebagai salah satu sumber keuntungan selain capital gain, maka saham CPRO bukanlah pilihan yang tepat. Mengingat kinerja perseroan dalam menghasilkan keuntungan yang belum tercapai.

Prospek Bisnis CPRO

Rencana bisnis CPRO di tahun 2021 sendiri dimulai dengan menganggarkan belanja modal atau capex mencapai Rp102 miliar. Nilai ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp85 miliar. capex tersebut nantinya digunakan untuk pertumbuhan bisnis CPRO yang meliputi beberapa hal. Mulai dari peremajaan fasilitas lama serta peningkatan kapasita produksi pakan dan hewan kesayangan sebesar Rp65 miliar.

Lalu, penambahan kapasitas produksi pembibitan udang mencapai Rp13 miliar dan peremajaan fasilitas unit usaha selain kedua unit bisnis utama sebesar Rp24 miliar. sementara capex tahun 2020 digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi pakan, makanan hewan, dan penambahan gudang mencapai Rp61 miliar. Kemudian, Rp5 miliar untuk ekspansi pembibitan udang di Aceh dan peremajaan fasilitas produksi sebesar Rp19 miliar.

Selain itu, CPRO tengah menunggu proses restrukturisasi obligasi dari anak usaha perseroan yang direncanakan rampung pada 2021. Di mana, perseroan sedang dalam tahap negosiasi dan diskusi dengan para pemegang obligasi Blue Ocean Resources Pte. Ltd.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Untuk kinerja saham CPRO, tampaknya tidak direkomendasikan karen keadaannya yang stagnan di angka Rp50 per saham dalam 4 tahun terakhir. Sementara berdasarkan PER dan PBV, saham CPRO berada di level -32.57 kali dan 11.61 kali. Dengan begitu, saham ini belum menjadi pilihan bagi kamu untuk menghasilkan keuntungan secara singkat atau beberapa tahun mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait