Saham

Kenalan dengan Harum Energy, Emiten Saham HRUM

saham-HRUM
Business people shaking hands together

Ajaib.co.id – Beberapa tahun belakangan sektor batu bara memang tidak seperkasa biasanya. Namun hal ini tidak serta merta membuat emiten sektor pertambangan ditinggalkan pelaku pasar modal. Buktinya saham HRUM tetap masih tetap diminati investor.

Saham pertambangan selama ini dikenal sebagai salah satu sektor sumber cuan yang diburu investor. Paling tidak ada 50 emiten pertambangan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Paling banyak diisi oleh perusahaan dengan kegiatan operasioanal di bidang pertambngan batu bara.

Para investor pasar modal disarankan untuk membeli saham batu bara jika ingin merasakan hasil manis. Pasalnya, sebagai salah satu sumber bahan bakar utama di bumi, harganya selama ini selalu stail sampai beberapa waktu terakhir.

Di pasar global, batu bara mulai digantikan dengan sumber energi yang lebih bersih. Akibatnya, tren harganya terus turun. Hal ini juga ditengarai karena over supply sehingga harganya tak bisa dipertahankan. Namun saham batu bara seperti saham HRUM toh nyatanya tidak selalu merugikan untuk dimasukkan dalam portofolio investasimu.

Dapat Untung Batu Bara Lewat Saham Hrum, Masih Mungkin?

Ketika pertama kali terjun dalam investasi saham pastinya kamu ingin mencari saham dengan potensi keuntungan yang tinggi. Namun karena masih pemula, dana yang bisa kamu setorkan masih terbatas sehingga mencari emiten dengan harga saham yang masih terjangkau.

Memiliki saham pertambangan mungkin adalah salah satu saran yang paling sering diberikan bagi pemula. Sedangkan untuk mendapat harga yang terjangkau di sektor ini mungkin saham HRUM kerap kali disampaikan. Mungkin emiten ini tidak sepopuler ADARO atau INDY namun HRUM juga tidak kalah potensial lho dalam memberikan keuntungan bagimu.

Jika kamu baru saja mulai tertarik untuk berinvestasi, hal yang perlu dilakukan adalah mempelajari perusahaannya itu sendiri, baik di bidang apa perusahaan bergerak, keuntungannya menanam saham, serta pengetahuan umum lainnya terkait perusahaan tersebut.

Saham HRUM dimiliki oleh emiten PT Harum Energy Tbk (Perseroan) sendiri merupakan perusahaan di bidang energi pertambangan. Pertama kali didirikan dengan nama PT Asia Antrasit pada tahun 1995, yang kemudian berubah nama menjadi PT Harum Energy pada 2007.

Perusahaan ini kemudian memperluas kegiatannya di bidang pertambangan, industri, perdagangan dan jasa batubara. Seiring dengan perkembangan perusahaan, PT Harum Energy Tbk (HRUM) kini telah berhasil memasarkan produk batubaranya ke berbagai pasar domestik maupun global, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok dan India.

Kualitas perusahaan ini juga tak diragukan lagi, lewat beberapa penghargaan yang pernah disabetnya, seperti 100 Best Companies in Indonesia dari Fortune Indonesia, 200 Best Under A Billion dan Best Return on Investment dari Forbes Asia di tahun 2012, dan juga MSCI Global Small Cap Indices pada tahun 2013.

Perusahaan ini kini dipimpin oleh Ray Antonio Gunara yang juga adalah salah satu pemegang sahamnya. Saham HRUM tercatat menjadi salah satu dari 10 emiten batu bara dengan transaksi terbesar di bursa efek. Adapun, HRUM pertama kali bergabung dengan pasar modal ketika melakukan IPO pada 6 Oktober 2010. Saat itu ada 550 juta lembar saham untuk ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp5.200 per lembar saham.

Memiliki beberapa anak perusahaan

Sebagai perusahaan induk, PT Harum Energy memiliki beberapa entiti anak perusahaan di bidang energi batubara. Ini dia daftar anak perusahaannya:

  • PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) mulai beroperasi tahun 2004 sebagai perusahaan eksploitasi tambang dan merupakan operasi terbesar.
  • PT Santan Batubara (SB) mulai beroperasi tahun 2009 sebagai perusahaan joint venture, namun sempat terhenti operasinya karena industri yang menurun.
  • PT Tambang Batubara Harum (TBH) mimiliki izin Pinjam Pakai pada November 2011.
  • PT Karya Usaha Pertiwi (KUP) diakuisisi kepemilikannya sebesar 50,5% oleh Harum Energy sejak 2013.
  • PT Layar Lintas Jaya (LLJ) bergerak di bidang pengangkutan dan alihmuat tambang batubara.
  • PT Lotus Coalindo Marine sebagai perusahaan asosiasi Harum Energy.

Pemegang investasi terbesar

Saat ini, pemegang saham HRUM terbesar adalah PT Karunia Bara Usaha 74,5% yang didirikan tahun 2006. Sebanyak 0,9% saham HRUM dimiliki oleh PT Bara Sejahtera Abadi. Sementara, 22,75% saham HRUM dimiliki oleh publik. Sedangkan Ray Antonio Gunara memiliki 0,01% saham.

Kinerja Keuangan PT Harum Energy Tbk

Sudah menjadi pengatahuan yang umum bahwa kinerja keuangan perusahaan batu bara selama beberapa tahun belakangan ini tertekan. Perusahaan ini juga ikut terdampak tren pelemahan ini. Dikutip dari CNBC Indonesia, Sepanjang tahun lalu, laba bersih PT Harum Energy Tbk (HRUM) ambles 42% menjadi US$ 18,50 juta atau setara dengan Rp 296 miliar (asumsi kurs Rp 16.000/US$) dari 2018 yakni US$ 31,81 juta atau Rp 509 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan laba bersih atribusi entitas induk itu sejalan dengan pendapatan yang turun. Pendapatan HRUM turun 22% menjadi US$ 262,59 juta atau Rp 4,2 triliun dari sebelumnya US$ 336,71 juta atau Rp 5,4 triliun. Beban pokok pendapatan turun menjadi US$ 195,06 juta dari sebelumnya US$ 235,23 juta.

Mengacu laporan keuangan, pendapatan terbesar HRUM berasal dari penjualan batu bara ekspor sebesar US$ 248,46 juta turun dari sebelumnya US$ 322,17 juta. Pos pendapatan lainnya juga mengalamai penurunan sehingga secara keseluruhan kinerja keuangan perusahaan ini melemah.

Sebagai solusinya, manajemen telah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 8 juta sesuai dengan pemberitaan Kontan.co.id jakarta. Dana tersebut akan dimanfatkan untuk produksi batubara dengan tetap memperhatikan keseimbangan marjin operasi sekaligus keberlanjutan produksi di masa mendatang.

Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk penambahan properti pertambangan, biaya pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, pembelian alat berat, bangunan dan prasarana. Namun rencana hanya tinggal rencana karena pandemi Corona telah menggerus pasar ekspor batu bara.

Akibatnya, manajemen memutuskan untuk mengkaji ulang rencana pemanfaatan dana tersebut. Selain itu, akan dijajaki juga peluang ekpor di sejumlah negara yang selama ini kurang optimal seperti Asia Selatan.

Meski demikian, para analis saham menilai bahwa pasar batu bara belum terlalu terdampak oleh Corona. Produksi batu bara masih sesuai target sehingga diperkirakan akan bisa bertahan hingga melewati masa krisis.

Adapun, saham HRUM pada perdagangan Selasa (24/4/2020) parkir di level Rp1.215 per saham, terapresiasi 5,19 persen atau 60 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, saham HRUM telah terkoreksi sebesar 7,95 persen. Toh emiten ini bukan satu-satunya yang mengalami pelemahan sehingga tak ada salahnya mempertimbangkan untuk memiliki saham ini dalam investasimu.

Jadi, sudah tahu mana saham yang akan jadi pilihanmu?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait