Analisa Saham, Saham

Analisis Saham SWAT: Emiten Produsen Kertas

Sumber: Sriwahana Adityakarta

Ajaib.co.id – PT Sriwahana Adityakarta Tbk dengan kode saham SWAT merupakan perusahaan yang berada di sektor industri kertas. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990 ini memproduksi beberapa jenis kertas meliputi lembaran kertas bergelombang atau corrugated carton sheet, kotak karton bergelombang atau corrugated carton box, kertas berbentuk kerucut atau paper cone, dan kertas berbentuk pipa atau paper tube yang berasal dari kertas daur ulang. 

Sriwahana Adityakart memiliki pabrik yang berlokasi di wilayah Boyolali dengan luas lahan kurang lebih 4 ha. Saham SWAT pertama kali dicatat di bursa saham yang terbilang baru melalui IPO pada tahun 2018 dengan jumlah saham sebanyak 3.019.200.000 lembar saham senilai Rp160 per lembar saham. Di mana, mayoritas kepemilikan saham dipegang oleh PT Sumber Makmur Lumintu sebesar 77 persen dengan nilai Rp233 miliar.

Sementara 23 persennya dipegang oleh publik dengan nilai Rp68,7 miliar. Saat ini saham SWAT memiliki market cap mencapai 304,94 B. 

Kinerja Keuangan Mengacu pada Laporan Keuangan Terakhir

Mengacu pada kinerja keuangan hingga kuartal ketiga tahun 2020 dari emiten yang baru hampir 3 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia ini, harus puas dengan raihan pendapatan sebesar Rp133,70 miliar yang harus turun dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp189,27 miliar. Untungnya, pendapatan yang turun ini bisa diimbangi dengan penekanan beban pokok penjualan perseroan.

Di mana, angkanya berhasil ditekan menjadi Rp111,65 miliar di kuartal ketiga tahun 2020 dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp153,61 miliar. Di sisi lain, Sriwahana Adityakart mencatatkan laba rugi tahun berjalan di kuartal ketiga tahun 2020 sebesar Rp5,82 miliar yang membengkak dibanding periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp783,42 juta. Adapun kinerja keuangan SWAT berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020, seperti berikut:

Komponen LabaSeptember 2020September 2019
PendapatanRp133,70 miliarRp189,27 miliar
Laba rugi berjalanRp5,82 miliarRp783,42 juta
Beban pokokRp111,65 miliarRp153,61 miliar

Sementara untuk rasio keuangan dari saham SWAT di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

RasioSeptember 2020September 2019
ROA-1,2%0,2%
ROE-2,2%0,23%
NPM-4,4%0,4%
DER93%73%

Dari perbandingan rasio ini bisa disimpulkan bahwa bisnis SWAT sedang menurun di kuartal ketiga tahun 2020. Di mana, ROA dan ROE yang menurun dan minus jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak bisa dipungkiri jika masa pandemi melemahkan kinerja keuangan SWAT untuk meraih keuntungan di sembilan bulan pertama tahun 2020.

Riwayat Kinerja Keuangan

Mengacu pada saham SWAT yang baru melantai di bursa saham sejak 2018, maka kinerja keuangan bisa dilihat selama 2 tahun terakhir. Adapun kinerja keuangan SWAT selama dua tahun terakhir dapat dilihat melalui berikut:

Komponen20182019
Pendapatan224,86 miliar265,86 miliar
Laba komprehensif berjalan2,59 miliar3,16 miliar
Jumlah aset550,57 miliar605,68 triliun

Dapat dilihat penjualan SWAT dalam 2 tahun terakhir mencatatkan peningkatan. Begitu juga dengan laba dan total aset yang dimiliki hingga tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen Bagi Pemegang Saham

Mengacu pada saham SWAT yang baru melantai di bursa saham sejak tahun 2018, maka dalam 2 tahun terakhir perseroan belum memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini juga dilihat dari kinerja SWAT dalam laba yang belum begitu maksimal sehingga wajar saja jika perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen.

Ditambah di tahun kedua melantai di bursa, saham SWAT harus dihadapkan dengan kondisi di masa pandemi yang melumpuhkan hampir semua lini bisnis termasuk kinerja bisnis SWAT di tahun 2020. Oleh karena itu, bagi investor yang mengharapkan pembagian dividen dari saham SWAT, tampaknya harus menunggu beberapa tahun mendatang. Di mana, perseroan mulai meningkatkan kegiatan bisnis untuk meraih keuntungan.

Prospek Bisnis SWAT

Masa pandemi memang jelas memberikan dampak bagi bisnis kertas milik SWAT. Di mana, permintaan harus mengalami penurunan. Oleh karena itu, untuk menyambut tahun 2021, perseroan masih memfokuskan kegiatan bisnis agar dapat berjalan lancar dan mulai bangkit meraih pendapatan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengingat, tahun 2021 menjadi tahun ketiga bagi saham SWAT melantai di bursa saham sehingga performa keuangan harus kembali dijaga dan juga ditingkatkan. Apalagi tahun lalu menjadi masa terberat bagi perseroan yang baru melantai di bursa harus dihadapkan dengan kondisi di masa pandemi saat ini.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Melihat kinerja saham SWAT di bursa saham, dalam seminggu terakhir performanya cukup positif. Di mana, harga saham masih berada di atas harga terendah dan terus mencatatkan kenaikan. Dilihat dari PER dan PBV, saham SWAT berada di level -39.33 kali dan 0.87 kali sehingga masih butuh pertimbangan lebih bagi investor jangka pendek. 

Akan tetapi, untuk investor jangka panjang dengan melihat situasi di masa pandemi saat ini, saham SWAT juga masih butuh pertimbangan lebih untuk dipilih. Namun, dari sisi fundamental saat ini, SWAT memiliki prospek bisnis yang menjanjikan di masa mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait