Saham

Yuk Intip Pergerakan Saham KAEF di Tengah Wabah Corona

saham kaef

Ajaib.co.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang diperdagangkan di Bursa Saham Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan di tengah pandemi virus corona.

Teramat disayangkan dalam kondisi pandemic virus corona, kenaikan pendapatan dari perusahaan KAEF ini juga sekaligus membuat beban pokok daripada penjualan farmasi di perusahaan naik menjadi Rp5,89 triliun dari yang sebelumnya hanya Rp5,09 triliun.

Di sisi lain, terdapat sebuah bentuk beban usaha yang juga naik menjadi Rp3,21 triliun dari yang sebelumnya hanya Rp2,59 triliun. Beban daripada bunga juga naik signifikan dan menjadi Rp497,96 miliar dari yang sebelumnya hanya Rp227,21 miliar. Hal ini pada dasarnya terjadi akibat daripada kenaikan dari beban bunga dan juga beban provisi bank yang kenaikannya hampir dua kali lipat dari biasanya.

Adapun kerugian KAEF dari selisih kurs mata uang asing yang ada pada periode tersebut juga meningkat menjadi Rp5,05 miliar dari nilai kurs sebelumnya senilai Rp2,58 miliar.

Saham KAEF Mendorong Penguasan IHSG

Saham KAEF juga terpantau masuk kedalam saham yang cukup untuk mendorong pergerakan IHSG ke arah positif dalam perdagangan Kamis dan Jumat. Pada perdagangan Kamis, saham KAEF mengalami auto reject atas (ARA) karena menguat 25 persen. Pada pukul 11.50 WIB, saham KAEF kembali melesat 25 persen di level Rp1.625 per saham. Sepekan terakhir ini saham KAEF berhasil meroket 171 persen dan sebulan terakhir melonjak 152 persen.

Adapun penguatan saham KAEF ini terjadi lantaran perusahaan farmasi pelat merah PT Kimia Farma ini telah menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan produsen vaksin asal China yang sudah berhasil menemukan vaksin untuk virus corona. Namun demikian, produksi vaksin ini tentunya tak bisa serta merta dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Perusahaan saat ini mengaku masih menunggu waktu agar bisa melakukan produksi vaksin secara massal vaksin untuk mengakhiri pandemic virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Adapun dalam proses pembuatan vaksin corona ini cukup kompleks, namun jika seluruh proses dilakukan sendiri maka dari itu tentunya perusahaan akan melakukan koordinasi dengan lembaga penelitian baik lembaga penelitian dalam negeri maupun lembaga penelitian luar negeri untuk melihat dan melacak sejauh mana proses penelitian vaksin ini sudah dilakukan.

Apabila proses pada lembaga riset lain saudah dilakukan, maka perusahaan kimia farma hanya tinggal melanjutkan proses lainnya yang dipastikan proses ini akan sangat mempersingkat proses produksi vaksin.

Seperti kita ketahui bersama, negara China sudah mengawali corona sejak awal tahun 2020, penggunaan vaksin COVID-19 juga sudah di prosuksi dan hanya tinggal memasarkannya secara massal.

Kimia Farma menyebut mampu memproduksi 3 juta produk chloroquine. Perusahaan juga juga akan meminta bantuan dari negara Jepang untuk pengadaan Avigan, yang mana obat ini dijuga disebut-sebut bisa menjadi penawar untuk melawan virus corona atau covid-19.

Kombinasi dari dua obat tersebut selanjutnya akan dipesan untuk digunakan dalam mengobati pasien yang sudah positif terinfeksi virus corona. Avigan sudah dipesan sebanyak 5.000 obat dan saat ini dalam proses pemesanan sebanyak 2 juta obat dan Chloroquine sudah siap dipesan 3 juta.

Saham KAEF dan INAF Melonjak di September 2020

Saham emiten farmasi negara ini kembali melesat hingga jeda sesi I perdagangan di hari ini 25 September 2020. Saham KAEF dan PT Indofarma Tbk (INAF) naik. Di mana, harga saham INAF naik Rp580 atau 24,9% ke Rp2.910. Sedangkan harga saham KAEF naik Rp570 atau 24,7% ke Rp2.880.

Tak hanya itu, masih ada satu anak usaha PT Bio Farma (Persero) yang juga mengalami kenaikan harga yaitu saham PT Phapros Tbk (PEHA) yang naik Rp290 atau 24,8% ke Rp1.460.

Kenaikan saham farmasi BUMN ini kabarnya mendapat sentimen positif dari hasil uji coba vaksin virus corona. Di mana WHO meloloskan uji coba tersebut dan siap edar pada tahun depan. Ini bisa menjadi salah satu rekomendasi saham dengan potensi return tinggi.

Nah, bagi kamu yang ingin memulai investasi, kamu bisa memilih beberapa emiten saham farmasi di atas. Sehingga kamu bisa mendapatkan return yang besar meski di tengah pandemi seperti saat ini. Yuk mulai investasi sekarang di Ajaib!

Artikel Terkait