Banking

Suku Bunga: Fungsi, Jenis, dan Penerapannya dalam Pinjaman

suku bunga

Ajaib.co.id – Suku bunga adalah hal yang biasanya kita temukan di berbagai macam kegiatan kita yang berkaitan dengan perbankan atau pinjaman. Bunga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan sebagai imbalan yang dibayarkan debitur kepada kreditur sebagai timbal balik dari penggunaan produk pinjaman atau penggunaan uang lainnya.

Biasanya bunga dinyatakan dalam persen agar lebih mudah untuk dihitung. Dalam bahasa Inggris, bunga disebut juga dengan interest. Dari pengertiannya saja bisa dapat kita simpulkan bahwa bunga adalah salah satu sumber pemasukan untuk pihak kreditur yang jasanya sudah digunakan oleh pihak debitur.

Besarnya bunga juga tidak bisa ditetapkan sembarangan oleh pihak kreditur karena ada peraturan dari pemerintah di setiap negara. Di Indonesia sendiri besarnya suku bunga hanya bisa diatur oleh Bank Indonesia.

Fungsi Suku Bunga yang Sebenarnya     

Bunga merupakan salah satu alasan mengapa dunia perbankan bisa berjalan. Ada yang mengatakan bahwa penerapan bunga itu merugikan peminjam, tapi sebenarnya bagi yang merasa bunga yang diwajibkan kepadanya itu memberatkannya bisa meminta keringanan dengan syarat-syarat tertentu.

Jadi, keberadaan bunga ini bukan bermaksud untuk merepotkan peminjam. Pengaruhnya pun cukup besar dalam perputaran kegiatan perbankan satu negara.

Contohnya saja ketika tahun 1998 terjadi kredit macet di banyak bank. Hal itu bisa membuat bank bangkrut dan perekonomian negara pun jadi tidak stabil. Hidup bank bisa dikatakan bergantung pada pinjaman yang sudah ditambahi bunga yang dibayar oleh debitur.

Penerapan Suku Bunga dalam Pinjaman 

Misalnya kamu meminjam di bank dana sebesar Rp12.000.000. Bunga yang diterapkan kepadamu adalah 2%. Ditambah dengan masa tenor 12 bulan atau setahun. Lalu, setiap bulannya kamu diwajibkan membayar besarnya Rp12.000.000 dibagi 12 bulan, jumlah pinjaman pokok yang harus dibayarkan adalah Rp1.000.000.

Namun, ada tambahan 2% bunga yang harus dibayarkan juga olehmu. Besar 2% dari Rp12.000.000 adalah Rp240.000. Jadi total yang harus kamu bayarkan setiap bulannya adalah Rp1.240.000.

Inilah mengapa bunga harus dalam bentuk persen karena lebih mudah dihitung. Selain itu walaupun persen bunganya sama, jumlahnya akan berbeda ketika dihadapkan pada pinjaman pokok. Pinjaman pokok masing-masing orang besarnya pun berbeda-beda.

Ketika kamu menabung di bank juga biasanya akan mendapatkan bunga. Misalnya tabungan biasa bunganya biasanya mencapai 1%. Lalu, ada tabungan deposito yang bunganya lebih besar lagi. Bunga tabungan deposito bisa mencapai 5%. Biasanya jika kamu menabung lebih lama, kamu akan lebih mendapatkan banyak keuntungan.

Jadi, bunga ini tidak hanya sesuatu hal yang dibebankan padamu, tapi bisa menjadi hal yang kamu dapatkan karena sudah menanamkan modal pada produk keuangan tertentu. Bunga bukan hanya sebuah kewajiban yang harus kamu bayar, tapi menjadi hak yang kamu dapatkan, dan itu membuatmu senang.

Suku bunga ini dapat berubah-ubah besarnya, tergantung pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Bunga tersebut yang dijadikan patokan oleh semua lembaga perbankan dan keuangan lainnya.

Jenis Bunga Berdasarkan Fungsinya Masing-masing

Suku bunga umumnya terdiri atas dua, yaitu yang berkaitan dengan kredit dan simpanan. Bunga-bunga di bawah ini pasti sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah jenis-jenisnya.

Bunga Kredit

Bunga yang biasanya ada di produk pinjaman. Bunga ini dibagi lagi menjadi dua bagian yang dibedakan sebagai dilihat dari sifat dan dilihat dari perhitungannya.

 Bunga Kredit Dilihat dari Sifatnya

  • Bunga tetap (fixed): bunga yang biasanya tidak berubah perhitungannya selama kredit berlangsung.
  • Bunga mengambang (floating): bunga yang besarnya berubah tergantung pada kebijakan bunga yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bunga Kredit Dilihat dari Perhitungannya

  • Bunga flat: Bunga ini sekilas tampak sama dengan bunga tetap atau fixed, tapi ini masalah perbedaan istilah. Bunga flat biasanya memiliki ciri khas jumlah tagihan yang tetap sama setiap bulannya.
  • Bunga efektif: bunga yang perhitungannya diambil dari pokok pinjaman yang tersisa. Bunga ini menyebabkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan oleh peminjam berubah-ubah setiap bulannya. Biasanya seiring waktu tagihannya pun akan jauh lebih murah dibandingkan tagihan di bulan pertama.

Bunga anuitas: bunga ini biasanya digunakan pada pembayaran kredit dengan tenor yang panjang. Contohnya adalah kredit rumah. Merupakan gabungan dari bunga flat dan bunga efektif atau terkadang bunga floating. Biasanya pembayaran KPR bunga flat diterapkan hanya beberapa tahun.

Misalnya kamu memiliki KPR dengan tenor 15 tahun. Sistem pembayaran kreditnya akan menggunakan bunga flat selama tiga tahun dan sisanya menggunakan bunga efektif atau bunga floating.

Bunga simpanan

Bunga ini biasanya digunakan pada produk-produk simpanan yang ada di bank. Bunga ini diberikan pada perbankan dengan ketentuan tertentu. Seperti yang sudah disebutkan di atas, bunga simpanan dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Bunga tabungan: merupakan bunga yang biasanya ada di tabungan pada umumnya. Besarnya bunga bergantung pada kebijakan dari pihak bank di mana kamu menyimpan danamu.
  •  Bunga deposito: bunga ini biasanya ada pada tabungan berjenis deposito. Jumlah bunganya lebih besar dibandingkan tabungan biasa. Selain itu ada ketentuan tertentu yang harus diikuti agar kamu mendapatkan keuntungan dari bunga yang dimaksud. Misalnya saja tabungan deposito tidak bisa diambil dalam kurun waktu tertentu dan ada penaltinya. Keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan ketika kamu menabung dengan cara biasa.

Seperti itulah bunga yang sering kita temukan di kehidupan sehari-hari. Penggunaannya pun diawasi oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi negara.

Artikel Terkait