Bisnis & Kerja Sampingan

Apa Itu Stakeholder? Dan Apa Saja Fungsinya?

Ajaib.co.id – Dalam dunia bisnis, sebagian besar pasti sering mendengar istilah stakeholder. Lalu apa itu stakeholder? Menurut terjemahan kamus bahasa Indonesia, stakeholder berarti pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan dalam kegiatan bisnis setiap perusahaan. Para pemangku kepentingan ini bisa siapa saja, mulai dari pemegang saham, karyawan, customer, hingga para pemasok.

Nah, supaya pengetahuanmu tidak setengah-setengah di sini kita akan bahas lebih detail mengenai pemangku kepentingan. Maka dari itu, pastikan kamu membacanya sampai tuntas ya!

Definisi Stakeholder

Ada beberapa ahli yang menjelaskan definisi apa itu stakeholder, salah satunya adalah Wibisono. Menurutnya stakeholder adalah pihak individu atau kelompok yang memiliki kepentingan baik secara langsung atau tidak langsung mampu mempengaruhi maupun dipengaruhi kegiatan eksistensi perusahaan.

Seperti yang sudah disinggung di atas, stakeholder ini bisa siapa saja, baik itu individu ataupun kelompok yang punya kepentingan dalam suatu perusahaan, contohnya seperti:

  • Pemegang saham
  • Pemerintah
  • Regulator
  • Masyarakat
  • Konsumen
  • Media massa
  • Lembaga kemasyarakatan
  • Mitra kerja
  • Karyawan
  • Bank/kreditor
  • Asosiasi industri

Jenis-Jenis Stakeholder

Umumnya, ada beberapa jenis stakeholder yang digolongkan berdasarkan kekuatan, posisi, dan pengaruhnya. Jenis-jenis stakeholder diantaranya adalah:

Primer (Utama)

Apa itu stakeholder primer? Yaitu mereka yang punya pengaruh sangat erat terkait penyusunan kebijakan, perencanaan proyek, dan juga program. Sebagai yang utama, mereka adalah pihak penentu dalam aktivitas perusahaan termasuk pengambilan keputusan. Contohnya sebagai berikut:

Masyarakat dan Tokoh Masyarakat

Masyarakat di sini maksudnya adalah pihak yang terkena dampak langsung dari suatu kebijakan, proyek, dan program dari perusahaan. Sementara tokoh masyarakat yaitu anggota masyarakat yang dianggap mampu menyampaikan dan menjadi aspirasi masyarakat itu sendiri.

Manajer Publik

Pihak yang bertanggung jawab dalam menentukan keputusan dan implementasinya di lapangan.

Sekunder (Pendukung)

Berkebalikan dengan stakeholder primer, jenis stakeholder sekunder tidak berhubungan langsung atas suatu kebijakan, program, ataupun program yang dibuat perusahaan.

Namun, mereka punya rasa kepedulian dan prihatin terhadap perusahaan. Mereka juga akan mengutarakan pendapatnya jika dirasa mampu merubah sikap stakeholder utama serta keputusan resmi dari pemerintah.

Contoh dari pemangku kepentingan sekunder yaitu:

  • Lembaga pemerintah yang ada di wilayah tertentu, tapi tidak memiliki tanggung jawab secara langsung.
  • Lembaga pemerintahan yang berkaitan langsung dengan permasalahan, namun tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.
  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di wilayah tersebut dan aktif bergerak di bidang yang berhubungan langsung dengan rencana, manfaat, atau dampak yang mungkin terjadi.
  • Perguruan tinggi, di mana kelompok akademis yang punya pengaruh dalam proses pengambilan keputusan oleh pemerintah.
  • Badan Usaha atau Pengusaha

Stakeholder Kunci

Lalu apa itu stakeholder kunci? Sekelompok eksekutif yang punya kewenangan resmi dalam proses pengambilan keputusan. Contoh stakeholder kunci ini adalah:

  • Pemerintah Kabupaten
  • DPR Kabupaten
  • Dinas yang bertanggung jawab langsung dalam pengerjaan proyek

Kemudian dalam dunia bisnis, pemangku kepentingan punya pembagiannya sendiri. Menurut laman Investopedia, ada dua jenis pemangku kepentingan, yakni internal dan eksternal. Apa bedanya dengan ketiga jenis di atas?

Pemangku kepentingan internal adalah pihak yang terlibat dalam bisnis dan biasanya terpengaruh langsung oleh suatu hasil yang dikerjakan oleh perusahaan. Sedangkan pemangku kepentingan eksternal adalah pihak yang punya kepentingan dan hubungan dalam kesuksesan perusahaan tersebut, namun tidak berhubungan langsung dengan proyek ataupun sistem kerja perusahaan.

Contoh dari pemangku kepentingan internal yaitu pemilik perusahaan dan juga pegawainya. Sementara pemangku kepentingan eksternal contohnya adalah konsumen, investor, pemasok, media, pemerintah, komunitas, dan sebagainya.

Peran Stakeholder Dalam Perusahaan

Setelah kamu tahu apa itu stakeholder beserta jenis-jenisnya, selanjutnya apa saja peran para pemangku kepentingan tersebut di dalam suatu perusahaan? Ada beberapa fungsi dan peran berkaitan erat terhadap keberlangsungan perusahaan seperti yang akan dibahas berikut ini.

Pembuat Keputusan

Para pemangku kepentingan memiliki hak untuk membuat keputusan terhadap untuk menghasilkan suatu kebijakan atau menyampaikan idenya kepada perusahaan. Biasanya mereka akan mengadakan rapat dengan mengundang pihak eksekutif perusahaan, mulai dari direktur hingga pihak-pihak yang memiliki kewenangan di dalam perusahaan.

Stakeholder juga mempunyai wewenang dalam menunjuk dan memecat pimpinan perusahaan.

Manajemen Langsung

Ada beberapa pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam manajemen perusahaan. Mereka biasanya menduduki di posisi-posisi tertentu, seperti HRD, R&D, dan lainnya. Mereka ini secara langsung bertanggung jawab mengatur jalannya bisnis perusahaan sekaligus menjamin kesuksesan perusahaan.

Umumnya, perusahaan swasta atau perusahaan terbuka akan menyediakan tempat khusus bagi investor besar di level manajerial. Hal ini dilakukan untuk mengundang mereka agar dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan bisnis perusahaan.

Pendukung Keuangan

Stakeholder memiliki peranan salah satunya sebagai investor bagi perusahaan. Maka dari itu, para pemangku kepentingan ini mempunyai hak dalam memutuskan untuk menambah atau mengurangi investasinya di sebuah perusahaan. Sebelum melakukan itu, mereka akan mempertimbangkan berdasarkan kondisi keuangan atau prospek bisnis dari perusahaan tersebut.

Dengan kata lain, perusahaan wajib membangun hubungan baik dengan para pemangku kepentingan karena tak dipungkiri akan sangat bergantung kepada investor demi kelancaran bisnis.

Tanggung Jawab Sosial Dalam Perusahaan

Perusahaan juga dituntut untuk bisa menyeimbangkan hubungan antara bisnis dan para stakeholder-nya. Oleh karena itu, sudah seharusnya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial di dalam manajemennya.

Perusahaan bisa menerapkan tanggung jawab sosial kepada setiap karyawannya, konsumen, supplier, pemegang saham, serta lingkungan. Peran pemangku kepentingan dalam hal ini adalah membuat suatu kebijakan berdasarkan hasil strategi CSR dibuat perusahaan.

Demikian ulasan mendalam mengenai apa itu stakeholder dan perannya bagi perusahaan. Setelah mengetahuinya diharapkan kamu bisa berkontribusi untuk memajukan perusahaan menuju kesuksesan.

Artikel Terkait