Analisa Saham, Saham

Sektor Bisnis Kesehatan Tumbuh, Kinerja MIKA Melonjak

Sumber: Mitra Keluarga

Ajaib.co.id – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (dahulu PT Calida Ekaprana) (MIKA) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 03 Januari 1995. Perusahaan kemudian memulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, tercatat ruang lingkup kegiatan MIKA yakni bergerak dalam bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen termasuk jasa manajemen rumah sakit.

Bisnis utama MIKA saat ini adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui anak usaha di bidang pelayanan Kesehatan. Tepatnya dengan memberikan jasa pelayanan medis dengan cara mempunyai dan mengelola RS Mitra Keluarga.

Kemudian, pada tanggal 12 Mar 2015, MIKA mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MIKA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 261.913.000 yang terdiri dari 72.753.600 saham baru dan 189.159.400 divestasi saham pendiri dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp17.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 24 Mar 2015

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham MIKA.

Bisnis MIKA Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi 2020

Tidak semua sektor ekonomi di Indonesia terkena imbas merebaknya pandemi COVID-19 pada 2020. Salah satunya emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang justru berhasil membukukan pertumbuhan kinerja pada 2020.

Mengutip dari laporan keuangan perseroan, emiten dengan kode saham MIKA itu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,41 triliun sepanjang tahun 2020.

Perolehan ini pun terhitung lebih tinggi 6,6% dibandingkan dengan pencapaian 2019 sebesar Rp3,2 triliun.

Secara lebih rinci, kenaikan pendapatan MIKA ini telah didukung lewat pos rawat inap yang tumbuh 13,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp2,24 triliun. Namun, memang pencapaian tersebut diimbangi oleh pos rawat jalan yang turun 4,1% yoy ke posisi Rp1,17 triliun.

Perusahaan tetap harus menanggung beban pokok pendapatan MIKA yang naik menjadi Rp1,72 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,67 triliun.

Sehingga MIKA memperoleh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp841,67 miliar. Angka ini tumbuh 15,2% daripada pencapaian 2019 sebesar Rp730 miliar.

Bisnis MIKA Terus Tumbuh Dalam 3 Tahun Terakhir

Di luar dari kondisi pandemi COVID-19, emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) memang memiliki kinerja bisnis yang selalu tumbuh meningkat. Pertumbuhan bisnis yang positif ini konsisten selama 3 tahun terakhir, sejak 2017 hingga 2019. Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan 3.205.0212.173.0872.495.712
Laba kotor1.534.3741.284.3021.185.524
Laba tahun berjalan791.419658.737708.762

Dari data tersebut, secara penjualan MIKA memang mengalami peningkatan 2019. Sementara itu, laba tahun berjalan MIKA selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. 

MIKA memang mencatatkan kinerja yang apik sepanjang tahun 2019. Perusahaan telah membukukan pertumbuhan baik dari sisi pendapatan bersih maupun laba bersihnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sepanjang tahun 2019, MIKA telah membukukan pendapatan bersih hingga Rp3,20 triliun. Capaian ini terhitung bertumbuh 18,08% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp2,71 triliun.

Adapun kenaikan pendapatan itu turut mendorong laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 19% YoY. MIKA membukukan laba hingga Rp730,15 miliar dari sebelumnya Rp613,56 miliar.

Selain kontribusi dari kenaikan pendapatan, pertumbuhan laba MIKA juga disumbang oleh beban-beban yang mampu diturunkan pengeluarannya. Di antaranya, beban operasi lain yang turun 30,52% YoY menjadi Rp5,19 miliar dari sebelumnya Rp7,47 miliar. Kemudian, biaya keuangan yang ditekan 8,85% YoY menjadi Rp13,59 miliar dari sebelumnya Rp14,91 miliar.

Kemudian, kenaikan akun pendapatan operasional lain juga turut berkontribusi sebesar 48,55% dari sebelumnya Rp42,33 miliar menjadi Rp62,88. Hal ini turut mengangkat laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp1 triliun dari sebelumnya Rp850,15 miliar.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis MIKA saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan: 

Rasio2019
ROA13,1%
ROE15,2%
NPM22,8%
CR574,6%
DER0,2%

Bagaimana Prospek Bisnis MIKA Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

MIKA memiliki target untuk akuisisi aset RS dapat rampung pada pertengahan 2021 ini. Sebelumnya, Head of Investor Relation Mitra Keluarga Karyasehat Aditya Widjaja menyampaikan kalau perusahaan tengah dalam proses akuisisi dua aset Rumah Sakit saat ini.

Perusahaan masih dalam proses negosiasi untuk 2 rumah sakit yang akan diakuisisi. Adapun rumah sakit tersebut berlokasi di Jabodetabek dan Jawa Timur

Adapun aksi akuisisi aset rumah sakit ini diharapkan bisa rampung pada akhir semester I/2021 atau awal semester II/2021 ini. Dengan demikian, nantinya hasil akuisisi rumah sakit ini mampu berkontribusi terhadap pendapatan MIKA.

Perseroan juga mengutarakan optimistis bisa mempertahankan pertumbuhan laba bersih dua digit pada tahun 2021. Perusahaan meyakini akuisisi rumah sakit dan pembangunan rumah sakit baru akan menjadi penggerak utama.

Perseroan memang mengkhawatirkan kalau sudah menetapkan target tetapi tidak sampai. Karena di masa-masa pandemi masih tinggi akan ketidakpastian. Meski demikian, perusahaan akan mempertahankan pertumbuhan double digit yang diyakini masih bisa dilakukan.

Adapun hingga saat ini, kinerja pada 2021 diprediksi masih akan sama dengan 2020. Alasannya karena tahun ini pandemi COVID-19 masih mendominasi. Meskipun memang membutuhkan waktu sampai COVID-19 benar-benar hilang.

Pemerintah yang menggalakan vaksinasi COVID-19 setidaknya hingga semester I/2020 masih akan banyak pasien COVID-19. Hal ini menjadi sebuah penggerak pertumbuhan emiten rumah sakit tersebut.

Selain itu, emiten juga sedang meningkatkan intensitas pelayanan dengan mendirikan klinik fertilitas Mitra Keluarga di daerah Kelapa Gading. Klinik fertilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pasien khusus kebutuhan tersebut.

Dar kinerja bisnis di 2020 serta keterbukaan informasi mengenai rencana ekspansi bisnis di 2020 merupakan nilai plus bagi MIKA. Investor yang tertarik dengan emiten di bidang rumah sakit bisa menjadikan MIKA sebagai saham yang bisa dikoleksi. 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait