Analisa Saham

Saham TOTL, Emiten Konstruksi yang Rajin Bagi-Bagi Dividen

Profil Singkat Emiten

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan jasa terkait. Perusahaan didirikan pada tahun 1970 dan sudah menangani pembangunan puluhan proyek di seluruh Indonesia.

Total Bangun Persada kaya akan pengalaman membangun beragam jenis proyek, termasuk kompleks perumahan dan gedung apartemen, sekolah, rumah sakit, hotel, pabrik, gedung perkantoran, bangunan keagamaan, pusat perbelanjaan, serta fasilitas publik lain seperti pasar dan bandara.

Beberapa proyek TOTL antara lain gedung RS Pantai Indah Kapuk Jakarta, Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, pabrik mi Sarimi di Jakarta dan pabrik otomotif Suzuki di Bekasi, gedung DPRD Provinsi Lampung, Menara Kompas Gramedia Palmerah, dan masih banyak lagi.

Kepemilikan saham TOTL terbesar berada di tangan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Total Inti Persada (56,50%). Pemegang saham lain adalah Djadjang Tanuwidjaja (8,81%), Pinarto Sutanto (1,83%), serta masyarakat (32,86%).

Saham TOTL memiliki market cap sebesar Rp1,14 triliun dengan harga penutupan Rp334 per lembar pada tanggal 21 April 2021. Mari kita analisis TOTL lebih lanjut untuk mengevaluasi prospek saham TOTL ke depan.

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan TOTL untuk tahun 2020 menunjukkan perusahaan masih mampu menghasilkan laba di tengah pandemi, walaupun jumlahnya berkurang signifikan. Berikut rangkuman kinerja laba TOTL berdasarkan laporan keuangan terakhir (dalam miliar rupiah kecuali jika dinyatakan secara khusus):

Total aset TOTL menurun hingga 2,50% menjadi Rp2,89 triliun dalam laporan akhir tahun 2020 dibandingkan Rp2,96 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas perusahaan menurun jadi Rp1,75 triliun dibandingkan Rp1,89 triliun dalam rentang waktu yang sama. Baik liabilitas jangka panjang maupun jangka pendek sama-sama berkuran.

Adapun ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk TOTL bertambah menjadi Rp1,14 triliun dari sebelumnya Rp1,08 triliun.

Riwayat Kinerja

Bagaimana dengan rasio-rasio keuangan TOTL? Berikut ini perbandingan kinerja keuangan TOTL selama empat tahun terakhir:

Beberapa rasio di atas menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba telah melemah sejak jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda. Hal itu terlihat pada ROA, ROE, dan NPM yang semakin menurun.

Akan tetapi, kondisi perusahaan masih cukup baik dengan marjin laba terakhir bertahan di atas 4 persen. Rasio utang perusahaan juga terus menerus berkurang dari tahun ke tahun.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

TOTL tergolong rajin menebar dividen setiap tahun. Walaupun nominalnya terus menurun seiring dengan penurunan laba perusahaan, tetapi yield-nya konsisten lebih dari 2 persen. Berikut ini riwayat pembagian dividen TOTL selama beberapa tahun terakhir:

Dividend yield TOTL berdasarkan pembagian dividen tahun 2020 (dari kinerja keuangan 2019) adalah 2,99 persen. Yield TOTL memang tak terlalu tinggi dibanding sejumlah emiten top lain yang masuk dalam indeks High Dividend 20, tetapi sudah lebih menguntungkan ketimbang bunga deposito bank saat ini yang berkisar antara 1-2 persen saja.

Prospek Bisnis TOTL

PT Total Bangun Persada Tbk sempat merumahkan puluhan karyawan pada tahun 2020 akibat terdampak wabah virus Korona. Manajemen juga melaksanakan pemotongan gaji dan tunjangan karyawan.

Beragam upaya efisiensi biaya operasional ditempuh guna meredam dampak penurunan pemasukan di tengah pandemi. Namun, situasi kemungkinan akan membaik dalam tahun 2021.

Pandemi Covid-19 tidak serta-merta menyetop total aktivitas TOTL. Pada akhir 2020, PT Intiland Development Tbk (DILD) menunjuk TOTL untuk menggarap apartemen SQ Res dengan target penyelesaian kuartal pertama tahun 2023.

Kemudian selagi merampungkan Sakura Garden City pada bulan Maret 2021 lalu, perusahaan juga mengantongi kontrak baru senilai Rp26 miliar untuk pembangunan hotel.

Menurut laporan Bisnis (03/02/2021), PT Total Bangun Persada Tbk menargetkan nilai kontrak baru mencapai Rp2 triliun pada tahun 2021. Target tersebut lebih tinggi 138,9% dibandingkan realisasi kontrak baru sebesar Rp837 miliar yang didapatkan perseroan pada tahun 2020.

Untuk merealisasikan target, perusahaan akan membidik proses tender gedung apartemen, pusat perbelanjaan, bangunan multifungsi, industrial, hotel, dan perkantoran.

Kesimpulan

Menurut data RTI, saham TOTL saat ini memiliki PBV 1,00x. PBV ini tergolong nyaris sebanding dengan beberapa emiten konstruksi pelat merah yang lebih populer seperti WSKT (1,91x) dan WIKA (0,92x). Sedangkan PER-nya 10,46x jauh lebih baik ketimbang WSKT (-1,95x).

Hal ini menjadikan TOTL salah satu saham yang patut dipertimbangkan jika kamu berminat untuk berinvestasi pada bidang konstruksi nonpemerintah.

Aktivitas bisnis PT Total Bangun Persada Tbk memang sempat terkendala pada tahun 2020, tetapi itu dikarenakan situasi makro yang juga dialami oleh perusahaan-perusahaan lain. Prospek TOTL ke depannya tetap cemerlang asalkan perusahaan kelak benar-benar sukses meningkatkan perolehan kontrak dan pendapatannya.

Dilihat dari kebijakan dividen perusahaan, kita juga bisa mengharapkan pembagian rutin selama perusahaan masih terus menghasilkan laba.

Artikel Terkait